Proyek gim simulasi luar angkasa paling ambisius sekaligus kontroversial di dunia, Star Citizen, kembali mencatatkan rekor finansial yang mencengangkan.
Setelah sebelumnya proyek Grand Theft Auto VI diestimasikan menghabiskan biaya produksi menyentuh angka US$1 Miliar, kini Star Citizen resmi menyusul ke dalam klub eksklusif miliaran dolar tersebut dengan mengantongi total dana penggalangan mencapai US$1,004 Miliar atau sekitar Rp16 Triliun setelah lebih dari 13 tahun masa pengembangan.
Pencapaian historis ini berhasil diraih berkat kesuksesan masif dari event tahunan dalam gim bertajuk DefenceCon yang digelar oleh sang developer, Cloud Imperium Games, pada 24 Mei 2026 kemarin.

Hanya dalam kurun waktu satu jam setelah acara dimulai, pihak developer sukses meraup pendapatan sebesar US$6 Juta (sekitar Rp96 Miliar). Uniknya, magnet utama yang mendorong ledakan omzet tersebut adalah penjualan sebuah konsep kapal perang fiktif raksasa seharga US$5.000 (sekitar Rp80 Juta) bernama Anvil Odin, sebuah aset digital yang bahkan belum bisa digunakan oleh para pemainnya saat ini.
Kapal berjenis destroyer ini dirancang dengan skala masif yang mampu menampung hingga 65 kru dan dilengkapi ekosistem internal mandiri seperti mes kru, kantin, rumah sakit, hingga hanggar jet tempur. Karena statusnya masih berupa “limited vehicle concept pledge”, pembeli hanya akan mendapatkan kapal pinjaman sementara dengan fungsi serupa sampai Anvil Odin resmi diimplementasikan ke dalam gim.
Menariknya, proses pembelian kapal mahal ini tidak sembarangan; pemain wajib mendaftar ke Odin Founders Club dan menulis esai alasan mengapa mereka layak memiliki kapal tersebut. Jika membeli menggunakan uang tunai asli, kapal ini dihargai US$5.000, namun harganya akan membengkak menjadi 5.900 jika menggunakan mata uang Store Credit hasil menjual kapal lama di dalam gim.

Perjalanan Star Citizen sendiri terus menuai perdebatan sengit sejak pertama kali diumumkan pada 2013 dan melepas versi Early Access pada Desember 2017. Meski modal yang terkumpul sudah menjadikannya sebagai salah satu produk hiburan termahal sepanjang sejarah peradaban manusia, gim ini terus mengalami penundaan tanpa ujung dan tetap tidak memiliki tanggal rilis versi penuh hingga saat ini.
Kendati gim utamanya masih terjebak dalam status komitmen pengembangan tanpa batas, Cloud Imperium Games setidaknya memberikan sedikit angin segar dengan memastikan bahwa gim spin-off single-player mereka, Squadron 42, dijadwalkan tetap meluncur pada akhir tahun 2026 ini.
