Gila-gilaan adalah kata yang paling pas buat menggambarkan kelakuan komunitas game yang satu ini. Para pemain Star Citizen dilaporkan rela merogoh kocek hingga 5.000 dolar AS (sekitar Rp81,5 juta) demi membeli sebuah kapal perang raksasa bernama Anvil Odin.
Kerelaan ini terbilang sangat ekstrem mengingat kapal battle cruiser sepanjang 762 meter tersebut faktanya belum ada dan belum bisa dimainkan di dalam gim.
Star Citizen players are spending $5,000 on the Anvil Odin, a 762-meter battle cruiser that hasn’t been added to the game yet.
— Pirat_Nation 🔴 (@Pirat_Nation) May 30, 2026
The ship is still in development, but players are already spending like 4 full salaries on a simple ship, they must be rich.
Star Citizen has always… pic.twitter.com/Lsd50LWWQg
Jadi, para fans garis keras ini pada dasarnya nekat menggelontorkan dana yang setara dengan akumulasi gaji beberapa bulan hanya untuk menebus sebuah aset digital yang sejauh ini baru eksis di atas kertas alias masih dalam tahap pengembangan.
Waralaba ambisius garapan Cloud Imperium Games ini memang sudah sejak lama terkenal hobi menjual jajaran kapal antariksa dengan label harga yang bikin geleng-geleng kepala.
Namun, aksi jorjoran komunitas yang rela membakar uang senilai puluhan juta rupiah demi sesuatu yang wujud fisiknya bahkan belum menampakkan diri di dalam server gim, jelas membawa fenomena ini ke level kegilaan yang benar-benar baru.

Di sisi lain, antusiasme finansial yang super masif dari para pemain “paus” ini akhirnya membantu menjelaskan rahasia di balik kesuksesan finansial sang developer. Berkat penjualan barang-barang digital super premium seperti Anvil Odin, kampanye penggalangan dana Star Citizen baru-baru ini dilaporkan sukses menembus angka 1 miliar dolar AS.
Pencapaian fantastis tersebut otomatis semakin memperkokoh posisi gim simulasi luar angkasa ini sebagai salah satu proyek dengan penggalangan dana paling sukses dan mencetak sejarah baru di industri hiburan global.
