Meskipun sekarang lebih dikenal, video game sejatinya adalah evolusi dari permainan dunia nyata. Game RPG misalnya berasal dari tabbletop game bernama Dungeons and Dragons yang sampai hari ini masih ada. Tidak hanya itu, berbagai macam genre game juga berasal dari aktivitas dunia nyata.
Satu hal yang unik adalah ada satu sub-genre game yang mengajakmu berpetualang tidak hanya di layar digital tapi juga di dunia nyata. Tidak hanya itu, sub-genre ini juga mengajakmu memecahkan misteri yang mungkin harus dipecahkan bersama. Sub-genre tersebut adalah alternate reality game atau ARG.
Memecahkan Misteri di Berbagai Medium

Kalau harus dijelaskan secara singkat, ARG adalah sebuah medium naratif di mana ‘pemain’ akan menyaksikan sebuah cerita. Uniknya adalah, kelanjutan narasi ini bisa terjadi di berbagai medium yang berbeda.
Selain itu seperti apa kelanjutan ceritanya, dan bahkan apakah cerita tersebut bisa dilanjutkan atau tidak, tergantung dari tindakan pemain yang mau berpartisipasi.
Kalau melibatkan video game, ARG mungkin bisa dibilang ibarat sebuah wahana escape room. Titik awalmu mungkin adalah game yang kamu mainkan, tapi petunjuk-petunjuknya tersebar di medium lain, entah itu game lain atau bahkan dunia nyata.
Sebagai contoh, develooper Daniel Mullins suka melakukan ARG untuk game mereka, dan puncaknya ia letakkan di Inscryption. Sekilas, Inscryption terlihat seperti game kartu dengan mekanisme yang unik dan narasi yang penuh kejutan. Namun di saat yang sama game tersebut adalah sebuah ARG dengan petunjuk yang tersebar di berbagai fase dalam permainan.
Singkatnya, Inscyption punya rahasia yang hanya bisa dibuka jika kamu punya kode rahasianya. Petunjuk untuk kode tersebut tersebar di berbagai chapter di dalam permainan dan bisa kamu temukan hanya dengan cara mengamati segala sesuat yang janggal. Dari situ kamu akan dibawa ke perjalanan panjang menemukan rentetan petunjuk sampai membuatmu harus membuka game Daniel Mullins lain seperti The Hex dan juga Pony Island. Salah satu petunjuknya bahkan membuat pemainnya harus menemukan barang yang dikubur di sebuah koordinat di dunia nyata.
Kalau kamu bermain Inscryption dan penasaran dengan ARG yang tersimpan di dalamnya, kamu bisa melihat video di atas.
Game yang menyimpan ARG di dalamnya juga tidak hanya satu. Oxenfree misalnya punya suara frekuensi radio misterius. Mereka yang menelusurinya akan dibawa ke sebuah akun Twitter misterius dan di ujung perjalanan mereka diberi sebuah petunjuk yang mengungkap satu rahasia terakhir di dalam cerita Oxenfree itu sendiri.
ARG juga sempat digunakan untuk pemasaran atau promosi.
Halo 2 yang rilis 2004 punya video trailer yang memperlihatkan situs misterius bernama I Love Bee. Situs tersebut terlihat sedang diretas/di-hack, dan pelakunya ternyata adalah AI yang terjebak di bumi. Pemain yang berpartisipasi pada akhirnya diberi imbalan yaitu mencoba bermain Halo 2 sebelum tanggal rilisnya serta mendapatkan sebuah DVD kenang-kenangan.
Tidak hanya di game, ARG juga bisa saja muncul dan berawal di medium lain. Namun tentu saja ARG sendiri bukanlah sesuatu yang umum dan bahkan bisa dibilang sangat langka. Satu-satunya hal yang umum dan mendekati ARG adalah ketika sebuah game memperlihatkan screenshot atau cuplikan singkat sebelum memperlihatkan konten baru. VALORANT misalnya melakukan itu untuk memperkenalkan karakter atau map baru. Namun teaser tersebut tidak bisa disebut ARG karena jawabannya akan diungkap oleh developernya langsung beberapa hari kemudian.
Terlepas dari itu, ARG yang tersemat di game seru karena melahirkan sebuah komunitas yang suka dengan misteri dan detektif. Meskipun mungkin hanya sementara, komunitas ini akan berdiskusi dan saling bertukar opini dan informasi untuk memecahkan teka-teki yang petunjuknya bisa datang dari mana saja. Interaksi itu saja sebenarnya sudah cukup untuk membuat ARG jadi menarik untuk diikuti, terutama buat kamu yang suka memecahkan teka-teki rumi.
