Penyebaran novel coronavirus yang masih belum mereda membuat sejumlah event industri game kelas dunia dibatalkan. Game Developer Conference (GDC) 2020 adalah salah satunya, dan yang baru-baru ini diumumkan adalah pembatalan Electronic Entertainment Expo (E3) 2020 yang seharusnya digelar pada bulan Juni nanti.
Bagi kita yang ada di posisi konsumen, pembatalan E3 tentu mengecewakan karena kita tak bisa menyaksikan pengumuman-pengumuman menghebohkan yang sudah jadi tradisi setiap tahun. Untungnya, sejumlah perusahaan sudah mulai mengambil langkah untuk tetap dapat memberikan informasi pada penggemar, meskipun wujudnya bukan lagi berupa expo.

Nintendo adalah salah satu perusahaan yang menyatakan dukungannya terhadap keputusan pembatalan E3. Bagi mereka yang terpenting adalah kesehatan dan keselamatan semua pihak, dan Nintendo akan mencari jalan lain untuk bisa berinteraksi dengan fans. Selama ini Nintendo sudah memiliki program presentasi secara live stream yang disebut Nintendo Direct, jadi mereka sudah terbiasa dengan cara distribusi informasi seperti ini
Metode seperti Nintendo Direct tersebut tampaknya akan diadopsi juga oleh sejumlah perusahaan lain. Termasuk di antaranya Ubisoft, Devolver Digital, serta Limited Run Games. Namun format presentasinya bisa jadi akan berbeda-beda, tergantung dari keputusan perusahaan yang bersangkutan.
Devolver Digital misalnya, merencanakan tayangan live stream Devolver Direct, ditambah dengan konferensi pers dan sejumlah hal lain yang belum pasti. Limited Run Games juga akan mengadakan konferensi pers lewat live streaming via Twitch pada tanggal 8 Juni nanti.
BACA JUGA: Sejarah Dimulainya Electronic Entertainment Expo (E3)
Sementara Ubisoft berkata mereka masih sedang mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan untuk menyalurkan berita secara digital. ESA sendiri selaku panitia E3 juga mengaku sedang mencari-cari kemungkinan untuk menyelenggarakannya secara online, tapi mereka belum memberi keterangan lebih detail tentangnya.

Pembatalan E3 jelas cukup mengecewakan para gamer, tapi sebetulnya pembatalan ini dampaknya bisa lebih besar lagi bagi para pelaku industri game. Jason Schreier dari Kotaku menjelaskan bahwa E3 bukan hanya tempat pameran atau pengumuman, tapi juga merupakan kesempatan bagi developer dan penerbit game untuk saling jumpa, lalu berinteraksi satu sama lain.
Bisa saja ada kesempatan bisnis yang tadinya potensial untuk didapatkan di E3, namun karena batal akhirnya lepas dari genggaman. Bahkan, hadir atau tidaknya sebuah perusahaan game indie di E3 bisa menentukan hidup dan matinya perusahaan tersebut. Untuk sementara, kita hanya bisa berharap agar vaksin untuk novel coronavirus ini cepat ditemukan, serta penyebaran penyakitnya bisa segera berhenti.
