[OPINI] Alasan Mode Solo Tidak Cocok untuk Dimainkan di Apex Legends


Kira-kira, Apex Legends cocok ngga ya dimainkan dalam mode Solo?

Apex Legends baru saja merilis mode Solo di dalam Limited-Time Mode dalam waktu yang terbatas untuk meningkatkan pengalaman bermain. Sekarang, kamu bisa menjadi penguasa di Kings Canyon seorang diri.

Kabar ini tentu menjawab banyak keinginan fans, gamer, dan komunitas dari Apex Legends itu sendiri yang sudah lama menantikan pilihan bermain secara Solo sejak game ini dirilis pada awal tahun 2019 kemarin.

BACA JUGA: 5 Pembaruan Apex Legends di Iron Crown Collection Event

Pertanyaannya, apakah Apex Legends yang dimainkan menggunakan konsep battle royale, first-person shooter, class-based character ini cocok untuk dimainkan secara Solo?

Sejauh saya bermain, mode Solo memiliki banyak kekurangan bisa dibilang tidak cocok untuk dimainkan di Apex Legends. Mari saya bahas.

Alasan pertama mengapa mode Solo ini sangat tidak cocok dimainkan di Apex Legends adalah karena gameplay Apex Legends dibangun untuk dimainkan dalam mode tiga pemain. Atau biasa disebut dengan team-based multiplayer berdasarkan ability skill yang dimiliki masing-masing Legend.

Sebagai contoh, tipe Bloodhound adalah tracker, Bangalore, Wraith, Mirage, Octane adalah attacker, Gibraltar, Caustic, Watson adalah defender, dan Lifeline, Pathfinder adalah support.

Terjun ke Kings Canyon bersama dengan dua rekan lainnya yang memiliki skill berbeda akan membuat pertarungan menjadi seimbang ketika bertemu dengan musuh yang memiliki komposisi tim yang berbeda pula.

Kamu bisa meramu squad terbaikmu seperti menggunakan Bangalore, Lifeline, dan Bloodhound. Komposisi sempurna untuk menguasai Kings Canyon dan menjadi Champion.

Nah, masalahnya dalam mode Solo yang dimainkan secara sendirian akan membuat skill antara Legend tidak seimbang. Sangat sedikit sekali pemain yang menggunakan Caustic dan Gibraltar dan mode Solo hampir didominasi oleh Pathfinder, Wraith, dan Octane karena kemampuannya untuk dapat berpindah tempat dengan cepat.

Selanjutnya, gameplay Apex Legends yang biasanya dimainkan secara kompetitif yang dipadukan dengan fast-pace menjadi agak berbeda di sini. Kebanyakan pemain lebih memilih “bermain aman”. Terutama di posisi 10 terakhir.

Biasanya para pemain akan mencari posisi untuk camping terlebih dahulu setelah looting dari dalam bangunan atau Supply Bin. Mereka menunggu pertarungan antara pemain lain dan ikut bergabung di tengah pertarungan. Istilahnya, “sandwich” atau “third party“.

Terlebih lagi, komunikasi menggunakan ping seperti biasanya tidak dapat berjalan dengan baik sehingga semuanya benar-benar dilakukan secara mandiri.

Yang paling menyebalkan dari mode Solo ini ketika kamu menemukan beberapa pemain bersengkongkol untuk membentuk tim mereka sendiri. Entah itu dua atau tiga orang.

Biasanya mereka bergerak seperti formasi squad pada umumnya dan mencari pemain lain untuk diserang secara bersamaan. Saat di Ring terakhir, mereka akan bertarung dengan meninju satu sama lain atau bergantian menembaki sampai salah satu dari mereka menjadi Champion.

Hal ini memang mungkin saja terjadi jika kamu dan temanmu berada dalam satu server yang sama dan melakukan matchmaking berbarengan. Selanjutnya, tinggal melakukan komunikasi melalui aplikasi chat seperti Discord di PC atau chat party yang sudah ada di PS4 dan Xbox One.

Jika hal ini terjadi denganmu, kamu dapat melakukan spectate dan merekam mereka untuk menjadi bukti kecurangan kepada Respawn Entertainment.

Terakhir, mode Solo yang dihadirkan bersamaan dengan Iron Crown Collection Event ini memiliki beberapa masalah terkait fitur kustomisasi item. Beberapa item eksklusif yang tersedia dapat dikumpulkan secara gratis setiap kali kamu berhasil menyelesaikan challenge.

Tetapi beberapa item eksklusif yang terdiri dari skin, banner, badge, Crown Pack, dan masih banyak lagi mengharuskan kamu merogoh kocek dompetmu yang tidak sedikit. Set Heirloom Bloodhound yang menjadi item eksklusif utama saja dibanderol sebesar 3.500 Apex Coins (100 Apex Coins setara Rp144.000).

Belum ada kepastian apakah mode Solo ini akan menjadi pilihan mode yang permanen untuk dapat dimainkan atau tidak tetapi kamu dapat mencobanya selama event ini berlangsung.

Respawn memang sedang melakukan uji coba terhadap gameplay Apex Legends ketika dimainkan oleh pemain seorang diri. Iron Crown Collection Event sendiri digunakan mereka untuk mengumpulkan statistik dan feedback yang diberikan oleh pemain di akhir event.

Sejauh ini, mode Solo memang tidak bisa dikatakan berhasil dan maksimal? Lantas, apakah Solo harus tetap ada atau digantikan dengan pilihan mode lainnya?

Sebagai contoh, Respawn dapat melihat kesuksesan gameplay Titanfall yang memiliki mode multiplayer seperti Hardpoint Domination, Attrition, Last Titan Standing, Capture the Flag, dan Pilot Hunter.

  • Hardpoint Domination menampilkan tiga titik di peta berlabel “A”, “B”, dan “C.” Setiap tim harus menguasai titik Hardpoint ini untuk mendapatkan poin.
  • Attrition layaknya deathmatch. Tim yang terlebih dahulu mendapatkan lebih banyak jumlah membunuh daripada tim musuh adalah pemenangnya.
  • Last Titan Standing menghadirkan pilot yang dilengkapi dengan dan harus membunuh musuh Titan lainnya sampai ada Titan terakhir yang bertahan.
  • Capture the Flag memperlihatkan perlombaan antara dua tim untuk saling menangkap bendera musuh dan mengembalikannya ke pangkalan mereka sembari mempertahankan bendera mereka.
  • Pilot Hunter mirip seperti Attrition dengan perbedaan utama adalah hanya membunuh Pilot dengan waktu 15 menit dan memiliki batas skor 50.

Jika beberapa permasalahan di atas dapat diatasi, terutama bagaimana dapat melakukan keseimbangan class-based character. Saya yakin mode Solo dapat memberikan hiburan tersendiri dan pemain dapat merasakan pengalaman bermain Apex Legends yang jauh lebih baik. Atau malah dapat menghadirkan pilihan mode tambahan seperti ada Titanfall.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Arya Nugraha

Game Enthusiast yang jatuh cinta dengan dunia industri game. Game favorit yang dimainkan adalah Gears of Wars, State of Decay, Warframe, The Uncharted.