5 Perusahaan Game yang Berjaya di Era PS1 Tapi Kini Hilang Ditelan Bumi


Era PS1 melahirkan sejumlah seri game yang dianggap legendaris. Sayang, tak semua perusahaan pembuatnya bisa bertahan hingga sekarang.

Jade Cocoon - Featured

Era PS1 adalah era yang sangat berkesan bagi banyak gamer di Indonesia. Puluhan seri game legendaris lahir di zaman ini, dan banyak di antaranya yang masih berlanjut hingga sekarang. Tak heran bila banyak orang merasa bahwa PS1 adalah console PlayStation terbaik sepanjang masa. Meskipun Gimbot sendiri merasa gelar tersebut masih bisa disaingi oleh PS3.

Sayangnya, tak semua perusahaan game yang jaya di era PS1 bernasib mujur. Ada juga beberapa yang kini tutup dan hilang ditelan waktu. Padahal karya-karya mereka saat itu tergolong bagus, bahkan termasuk di antara yang terbaik. Berikut ini lima perusahaan di antaranya.

Contrail

Contrail
Sumber: Moby Games

Contrail adalah anak perusahaan Sony yang dibentuk untuk membawahi sejumlah properti intelektual yang dikerjakan bersama dengan pihak ketiga. Didirikan pada tahun 1997, Contrail telah menelurkan beragam judul game keren yang dekat di hati para fans JRPG, seperti Legend of Legaia, Wild Arms 2, dan Alundra 2.

Sony menutup Contrail dan memindahkan operasinya ke divisi internal pada tahun 2000. Sementara itu, Hidenori Shibao yang merupakan kreator asli Legend of Legaia telah meninggal dunia pada tahun 2018 lalu. Perjalanan perusahaan ini memang cukup singkat, tapi hasil karya Contrail dan Shibao akan tetap abadi.

Hudson Soft

Hudson Soft
Sumber: Cover Century

Perusahaan dengan maskot seekor lebah ini pasti namanya sering kamu lihat di banyak judul game PS1. Maklum, Hudson Soft memang perusahaan yang cukup senior dan sudah berkecimpung di dunia game sejak tahun 1973. Mereka juga memiliki kerja sama yang erat dengan Konami, dan menjadi developer utama seri Bomberman di tahun 80-90an.

Selain Bomberman, beberapa judul yang dikerjakan perusahaan ini antara lain ialah Raiden, Lode Runner, seri Bloody Roar, serta Digimon Rumble Arena. Hudson Soft mengalami kesulitan finansial di awal tahun 2000an dan akhirnya dibeli oleh Konami. Sayangnya Konami tidak banyak melanjutkan perkembangan properti intelektual milik Hudson Soft sehingga kebanyakan produk mereka kini mati suri.

Working Designs

Working Designs
Sumber: Moby Games

Penerbit video game yang terkenal eksentrik di zamannya, Working Designs punya misi untuk memboyong JRPG yang kurang dikenal ke pasar barat. Tanpa mereka, mungkin kita tidak akan mengenal seri Lunar, Arc the Lad, atau Growlanser. Salah satu JRPG terbitan mereka yang legendaris adalah Magic Knight Rayearth di SEGA Saturn, dan kini jadi barang kolektor bernilai tinggi.

Working Designs mengalami masalah di era PS2 karena konflik dengan Sony. Tadinya mereka berencana merilis Growlanser II dan Growlanser III sebagai dua game terpisah, tapi Sony menyuruh mereka untuk merilis keduanya dalam satu bundel berjudul Growlanser Generations. Hasil penjualan bundel ini tidak bisa menutup ongkos produksi, dan akhirnya Working Designs terpaksa tutup.

989 Studios

989 Studios
Sumber: Moby Games

Salah satu anak perusahaan Sony yang berbasis di Amerika, 989 Studios sangat terkenal sebagai produsen sederet judul game keren bertema olahraga. Contohnya seri 3Xtreme, Cool Boarders, Rally Cross, dan Jet Moto, yang semuanya pasti akrab menemani hari-harimu di periode 90an dulu.

989 Studios juga terlibat dalam sejumlah game non-olahraga terkenal. Termasuk seri Bust a Groove, Twisted Metal, hingga Syphon Filter yang dikembangkan bersama Sony Bend Studio. Ketika PS2 dirilis, 989 Studios dilebur kembali ke dalam Sony menjadi divisi pengembangan first-party.

Crave Entertainment

Crave Entertainment
Sumber: Moby Games

Satu lagi perusahaan cukup beken pada zamannya, portofolio Crave Entertainment banyak mencakup game yang diadaptasi dari film atau serial televisi populer. Tapi mungkin gamer PS1 lebih mengenang Crave Entertainment sebagai penerbit sejumlah judul unik yang sukar dicari bandingannya.

Pitfall: Beyond the Jungle, Eternal Eyes, Fighting Force, Jade Cocoon, hingga Galerians adalah contoh game yang membawa label Crave Entertainment di dalamnya. Perusahaan ini sempat aktif hingga era generasi PS3 dan Xbox 360, namun kemudian bangkrut pada tahun 2012.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Ayyub Mustofa

Jarang main game sampai tamat kecuali untuk review. Menyukai hampir semua genre, dan hingga kini masih menunggu kemunculan Megaman X9.