5 Hal yang Gimbot Harapkan Ada di Sekuel Deus Ex Berikutnya

Rumor beredar tentang adanya sekuel baru Deus Ex yang tengah dikembangkan. Bila rumor itu benar, apa harapan dari penggemar seri Deus Ex?


Deus Ex adalah salah satu franchise game favorit Gimbot. Latar belakang dunia cyberpunk yang keren, cerita yang mengandung banyak unsur transhumanisme, serta gameplay yang memberi kita cukup banyak kebebasan menyelesaikan misi adalah beberapa alasan mengapa seri ini menarik. Sayangnya, sekuel terakhirnya yaitu Deus Ex: Mankind Divided sedikit mengecewakan penggemar sebab ceritanya yang kurang menarik serta performa teknisnya yang kurang optimal.

Deus Ex: Mankind Divided melukai reputasi Deus Ex, demikian parahnya hingga pada awal 2017 lalu Eidos Montreal dikabarkan akan “membekukan” franchise ini untuk sementara. Tidak akan ada proyek Deus Ex dalam waktu dekat, kata mereka, dan Eidos Montreal berencana untuk fokus pada proyek lain, termasuk Shadow of the Tomb Raider dan proyek baru bertema Guardians of the Galaxy.

BACA JUGA: Pengaruh Desain Audio Terhadap Alur Permainan dalam Rise of the Tomb Raider

Akan tetapi akhir Januari lalu tiba-tiba muncul bocoran yang mengatakan bahwa Eidos Montreal sedang mengerjakan proyek Deus Ex baru secara rahasia. Proyek itu disebut-sebut akan menjadi sebuah “soft reboot”, dengan karakter baru namun cerita yang masih terkait seri Deus Ex sebelumnya.

Tentu saja, sebuah bocoran tidak bisa langsung kita terima mentah-mentah kebenarannya. Selagi belum ada pengumuman resmi dari Eidos Montreal, kabar ini hanya berstatus gosip saja. Elias Toufexis, pengisi suara Adam Jensen, juga berkata bahwa ia tak tahu-menahu tentang proyek tersebut. Tapi andai memang benar akan ada Deus Ex baru, kira-kira apa sih yang diharapkan oleh penggemar di dalamnya? Berikut ini lima ekspektasi versi Gimbot.

Lebih Banyak Illuminati

Deus Ex memiliki cerita yang sarat akan unsur fiksi ilmiah serta teori konspirasi, dan di antara konspirasi-konspirasi itu, Illuminati memegang peranan yang sangat besar. Di era Adam Jensen, Illuminati mengendalikan banyak industri penting dunia dari balik layar, termasuk industri farmasi dan augmentation yang mulai populer digunakan.

Sementara itu di era JC Denton, kekuasaan Illuminati sudah agak memudar. Namun mereka tetap eksis, dan berperan banyak pula dalam berbagai misi yang dilakan oleh Denton. Sayangnya organisasi rahasia ini kurang banyak digali di Deus Ex: Mankind Divided. Meskipun mereka tetap pada akhirnya berperan sebagai “musuh utama”, Gimbot berharap Deus Ex berikutnya menempatkan kita pada konflik dengan Illuminati secara lebih dekat.

Third Person Mode

Deus Ex lazimnya menggunakan sistem tampilan first person, namun dengan sejumlah variasi. Apabila kita sedang mengendap-endap dan menempel di dinding, tampilan akan berubah menjadi sudut pandang third person, mungkin agar kita bisa mengetahui posisi dengan jelas dan tidak ketahuan. Begitu pula ketika sedang ada cutscene, Adam Jensen akan ditampilkan dalam sudut pandang orang ketiga.

Sistem seperti ini sebetulnya menarik dan sudah nyaman untuk dimainkan. Namun Gimbot berharap agar sekuelnya nanti memberikan opsi tampilan third person secara penuh, seperti halnya The Elder Scrolls V: Skyrim. Selain mungkin akan lebih nyaman lagi karena tidak terus-terusan berganti suduh pandang, Gimbot juga ingin bisa memandangi tokoh utama dengan segala kekerenannya.

Perbaikan Tampilan Peta

Salah satu hal yang paling sering Gimbot rasakan ketika memainkan Deus Ex adalah karena peta wilayah sering kali tidak begitu membantu. Berhubung seri ini memberi kita kebebasan tentang cara untuk mengakses suatu tempat atau menyelesaikan misi, eksplorasi jadi hal yang penting untuk dilakukan. Tapi eksplorasi itu terkadang jadi kurang asyik sebab agak sulit mencari jalan yang kita inginkan.

Mungkin peta yang terlalu sederhana itu sengaja dibuat demikian agar pemain yang niat menjelajahi seluruh sudut kota bisa mendapat imbalan ketika mereka menemukan jalan rahasia. Akan tetapi Gimbot merasa lebih baik peta dibuat lebih detail, karena berjalan berputar-putar tanpa tahu arah tujuan itu lebih sering menyebalkan daripada menarik.

Engine yang Lebih Efisien

Eidos Montreal mengembangkan Deus Ex: Mankind Divided menggunakan Dawn Engine, perangkat pengembangan baru hasil modifikasi dari Glacier Engine milik IO Interactive (developer seri Hitman). Engine tersebut berhasil menciptakan game dengan kualitas visual yang sangat scalable, dengan kata lain bisa dimainkan dengan spesifikasi rendah hingga sangat tinggi. Tentunya semakin gahar hardware yang digunakan, kualitas visual hasilnya juga semakin dahsyat.

Sayangnya, pada praktik di lapangan engine ini terkenal berat dan cukup sering menimbulkan masalah. Bahkan dengan rig mahal sekalipun, frame rate di dalamnya kerap tak stabil. Terkadang graphic card sudah cukup mumpuni, tapi ternyata si engine menuntut lebih banyak resource dari CPU maupun kecepatan RAM yang lebih tinggi.

Menurut Gimbot, ada baiknya kalau Eidos Montreal memodifikasi engine ini menjadi lebih efisien. Rise of the Tomb Raider mungkin bisa jadi contoh engine yang ramah resource namun tetap scalable. Apalagi Eidos Montreal jugalah yang mengembangkan sekuel game tersebut, Shadow of the Tomb Raider.

Fokus pada Konten Utama

Satu lagi faktor yang membuat penggemar kecewa pada Deus Ex: Mankind Divided adalah banyaknya konten sampingan, seperti Breach Mode misalnya. Sementara itu sejumlah cerita penting justru tidak diikutsertakan, melainkan dijual secara terpisah sebagai DLC. Ini jelas praktik yang tidak menyenangkan. Seharusnya Breach Mode yang jadi DLC, karena bagian itu belum tentu menarik bagi semua orang. “I didn’t ask for this,” kata Adam Jensen.

Gimbot berharap Eidos Montreal bisa belajar dari kesalahan ini, dan membuat paket yang lebih komplet di sekuel berikutnya. Lagi pula, daya tarik utama seri Deus Ex adalah ceritanya. Sayang sekali bukan, bila kekuatan terbesar itu malah tidak dioptimalkan?


Ayyub Mustofa

Jarang main game sampai tamat kecuali untuk review. Menyukai hampir semua genre, dan hingga kini masih menunggu kemunculan Megaman X9.