WWF Smackdown, Game Legendaris yang Bikin Rame Rental PS


Jadi inget video Debra.

Bagi anak-anak yang tumbuh di era 2000-an, tidak ada suara yang lebih memacu adrenalin selain bunyi “pecahan kaca” Stone Cold atau teriakan “If you smell…!” milik The Rock yang muncul dari layar TV tabung. Di masa itu, WWF SmackDown! bukan sekadar video game; game ini adalah sebuah fenomena budaya yang mengubah setiap rental PS menjadi arena gulat penuh teriakan dan tawa. Saat stik mulai dibagikan, saat itulah persahabatan diuji dan takhta “Raja Ring” diperebutkan.

Sebelum era SmackDown!, game gulat biasanya terasa kaku dan lambat. Namun, pengembang Yuke’s mengubah segalanya dengan menghadirkan gameplay bergaya arkade yang sangat cepat. Kita tidak perlu menghafal kombinasi tombol yang rumit layaknya game fighting berat; cukup arahkan analog dan tekan tombol untuk membanting lawan.

Kesederhanaan inilah yang justru membuatnya sangat adiktif. Siapa yang bisa lupa momen panik saat indikator “SmackDown” sudah berkedip merah? Menekan L1 di waktu yang tepat bukan hanya soal memberikan damage, tapi soal memberikan pernyataan bahwa pertandingan ini sudah berakhir.

Salah satu yang membuat kita betah berjam-jam adalah Season Mode-nya. Tidak seperti game gulat sebelumnya yang hanya berupa rangkaian pertandingan linear, di sini kita benar-benar merasakan drama ala WWF. Karakter kita bisa tiba-tiba diserang di lorong oleh musuh bebuyutan, membentuk tim tag-team dadakan, hingga memperebutkan sabuk juara di pay-per-view bergengsi.

Ingat juga betapa serunya fitur Create-A-Wrestler (CAW)? Kita bisa menghabiskan waktu satu jam hanya untuk mendesain pegulat impian dengan kostum aneh, tinggi badan maksimal, dan jurus-jurus campuran yang paling mematikan. Belum lagi fitur pertarungan di belakang layar (Backstage Brawl); mengejar lawan sampai ke area parkir atau ruang ganti pemain dan menghantam mereka dengan tempat sampah adalah kepuasan tersendiri yang tidak ada di dalam ring.

Game ini rilis di puncak Attitude Era, masa di mana karakter gulat punya kepribadian yang luar biasa kuat. Ada The Undertaker dengan aura mistisnya, Triple H yang licik, The Hardy Boyz yang hobi terbang dari atas tangga, hingga Chyna yang membuktikan bahwa gender bukan halangan untuk mendominasi ring. Interaksi antar karakter ini, ditambah dengan lagu entrance yang ikonik, membuat kita merasa benar-benar sedang menonton tayangan TV-nya, meski secara visual mereka hanya kumpulan poligon kotak-kotak.

Mungkin sekarang grafis SmackDown! di PS1 terlihat sangat ketinggalan zaman dibandingkan seri WWE 2K terbaru. Namun, ada satu hal yang tidak bisa digantikan: rasa kebersamaan dan keseruan murni saat kita bermain beramai-ramai di ruang tamu atau rental. SmackDown! mengajarkan kita bahwa hiburan terbaik tidak selalu butuh resolusi 4K atau fitur online. Terkadang, yang kita butuhkan hanyalah sebuah stik yang kabelnya sudah agak melilit, seorang teman yang siap diajak tanding, dan kesempatan untuk memberikan satu Stunner terakhir sebelum waktu rental habis.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Junior

Suka banget main game terutama game kompetitif kayak League of Legends dan Dota.