Tokyo Game Show adalah salah satu ajang pameran game yang paling banyak ditunggu setiap tahunnya. Kalau di Amerika Serikat ada Electronic Entertainment Expo alias E3, Tokyo Game Show (TGS) bisa dipandang sebagai acara sejenis namun versi “timur”-nya. E3 umumnya diisi oleh pengumuman dan pameran game yang menargetkan pasar global, sementara TGS lebih fokus pada game dan developer dari Jepang.
Sayangnya tahun ini Tokyo Game Show terpaksa harus ditiadakan akibat pandemi COVID-19 yang masih berjalan. Awalnya TGS 2020 dijadwalkan berlangsung pada tanggal 24-27 September di Makuhari Messe, kota Chiba. Tapi panitia TGS yaitu Computer Entertainment Supplier’s Association (CESA) baru saja mengumumkan pembatalan event tersebut.

Alasan pembatalan TGS tentu saja demi menjaga kesehatan dan keselamatan para pengunjung, peserta pameran, serta para stakeholder lainnya. Sebagai gantinya, CESA akan mengadakan sebuah pameran secara online, namun belum ada info detail tentang format ataupun jadwal untuk acara pengganti tersebut. Menurut keterangan CESA yang diterbitkan oleh Nikkei, info berikutnya akan diumumkan melalui siaran pers di akhir bulan Mei 2020.
BACA JUGA: 10 Game Viking untuk Kamu Mainkan Sambil Menunggu Assassin’s Creed: Valhalla
Bagi para penggemar game Jepang, apalagi JRPG, batalnya TGS tentu adalah sesuatu yang cukup mengecewakan. Acara ini selalu jadi sumber berbagai berita menarik, juga momen untuk para developer untuk menerbitkan trailer baru dalam rangka promosi game mereka. Di TGS 2019 kemarin misalnya, kita disuguhkan berbagai judul keren seperti Final Fantasy VII Remake, Death Stranding, dan Nioh 2, di samping rentetan game lainnya.

Di sisi lain, muncul pertanyaan tentang apakah acara pameran megah seperti TGS dan E3 ini masih dibutuhkan oleh industri game. Dulu ketika internet belum seumum sekarang, pameran bisa jadi tempat informasi terpusat yang sangat menarik untuk didatangi para reporter media. Namun kini informasi bisa disebarkan dengan jauh lebih mudah karena internet, dan tiap perusahaan pun memiliki kanal-kanal media sosial sendiri-sendiri.
Sebelum adanya pembatalan akibat COVID-19 pun sudah ada beberapa perusahaan game besar yang memilih untuk tidak hadir di acara pameran. Contoh yang terkenal misalnya Sony dan Nintendo, yang kemudian justru menciptakan acara sendiri. Apakah memang acara semacam TGS dan E3 sudah berkurang nilainya di industri, sehingga meski dihilangkan pun tak apa-apa?
