Beberapa waktu lalu, jagad X (Twitter) sempat dibuat ribut karena sebuah pernyataan kontroversial dari seorang developer. Pernyataan tersebut mempertanyakan dedikasi developer Starfield hanya karena title screen game tersebut dianggap sangat sederhana. Tentu saja, banyak yang tidak setuju dan memperlihatkan banyak game lain sukses dan legendaris yang juga punya title screen yang sangat sederhana.
Melihat keributan tersebut, saya sempat penasaran: memangnya seberapa bagus semestinya sebuah title screen di game?
Kenapa Ribet Kalau Pemain Tidak Akan Melihat?

Title screen game yang sederhana adalah hal yang sangat biasa dijumpai. Mau itu game gagal atau legendaris, mayoritas di antaranya menggunakan title screen yang sangat sederhana yaitu sebuah gambar statis atau dengan gerakan minimal serta pilihan menu yang juga tidak banyak. Kalaupun ada, kamu mungkin akan mendapatkan informasi seperti patch atau konten baru di pojok, tapi posisi dan ukuranna tidak akan mengganggu kesederhanaan title screen utamanya.
Alasan mengapa title screen ini dibuat sederhana karena layar ini hanyalah pintu masuk sebelum kamu sebagai pemain mulai beraksi. Artinya kecuali kamu sedang sibuk chatting atau melakukan aktivitas lain, kamu harusnya tidak akan membuang waktu lebih dari lima detik di layar ini. Karena itulah, saya rasa tidak ada alasan untuk membuat title screen ribet kalau pemainnya hanya akan melihatnya sekilas.

Tentu saja, karena pemainnya tidak akan berlama-lama, bukan berarti title screen bisa dibuat seenaknya. Sebaliknya, banyak title screen yang meskipun sederhana punya daya tarik tersendiri. Contoh paling umum adalah membuat title screen ini terlihat indah, misalnya di The Last of Us atau trilogi Xenoblade Chronicles. Bloodborne atau Skyrim punya pendekatan yang sama tapi lebih mengarah ke keren ketimbang indah. Lalu ada juga yang memperlihatkan cuplikan ingame seperti Octopath Traveler atau game lawas The Legend of Zelda.
Beberapa game bahkan lebih mengandalkan musik untuk membuat title screen-nya lebih ‘nendang.’ Dragon Quest XI dan bahkan banyak game JRPG lawas lainnya punya title screen yang statis, tapi kamu diiringi oleh national anthem yang sangat apik.
Variasi Unik

Apakah itu berarti title screen tidak pernah dibuat unik sama sekali? Tidak juga, karena ada juga beberapa game yang memberikan sentuhan baru ke title screen mereka.
Banyak game yang justru hampir tidak punya title screen. Maksudnya adalah setelah memencet Start, kamu mungkin langsung dibawa ke dalam game tanpa memilih menu sama sekali. Inside dan Braid misalnya hanya memperlihatkan judul saja lalu membawamu langsung ke dalam game. Setelah login, Genshin Impact juga membawamu langsung ke permainan lengkap dengan animasi pembukaan gerbang. Serial Grand Theft Auto bahkan tidak punya title screen dan langsung melemparmu ke loading screen.
Ada juga game yang title screen-nya berubah entah atas kendalimu sebagai pemain atau menanggapi progres permainanmu. Hollow Knight punya banyak pilihan tampilan title screen yang bertambah seiring update yang dihadirkan oleh Team Cherry. Beberapa di antaranya langsung bisa diakses, tapi ada juga yang punya syarat.
Kamu bisa memilih tampilan title screen sesuai selera. Sementara itu game seperti Spec Ops: The Line memperlihatkan title screen yang berbeda seiring progresmu dalam permainan. Semakin jauh progresmu, semakin rusak dan kacau juga kondisi latar di title screen serta bendera Amerika Serikat yang menyertainya.
Bahkan game live service yang ingin diperlakukan sebagai platform dengan segudang fitur pun punya title screen. Kami sudah menyebutkan Genshin Impact yang punya title screen unik meskipun di dalamnya kamu bisa menemukan segudang menu untuk mengakses berbagai fitur mulai dari ensiklopedia, gacha, sampai tempat menghamburkan uang alias melakukan in-game purchase.
Jadi kalau kamu bertanya apakah title screen sebuah game bisa dibuat keren, jawabannya tentu saja bisa. Namun perlu juga diingat bahwa sederhana dan praktis tetap bisa terlihat keren jika dieksekusi dengan baik.
Bagaimana denganmu? Title screen game mana yang jadi favoritmu hingga saat ini?
