Capcom akhirnya resmi menjawab salah satu teka-teki terbesar yang paling membuat komunitas pencinta horor penasaran belakangan ini.
Developer raksasa asal Jepang tersebut mengonfirmasi bahwa proyek Resident Evil Veronica akan sepenuhnya mengadopsi perspektif kamera orang ketiga (third-person over-the-shoulder).
Keputusan strategis ini diambil guna melanjutkan formula estetika mekanik yang sebelumnya terbukti mendulang sukses luar biasa pada proyek remake Resident Evil 2, Resident Evil 3, dan Resident Evil 4.

Sejak pertama kali menampakkan batang hidungnya di panggung Summer Game Fest 2026 pekan lalu, arah sudut pandang kamera memang menjadi perdebatan yang sangat sengit di berbagai forum diskusi.
Sebagian fans veteran sempat menaruh kekhawatiran jika Capcom bakal bereksperimen menggunakan sudut pandang orang pertama (first-person) yang klaustrofobik layaknya Resident Evil 7 atau Resident Evil Village.
Namun, lewat kepastian terbaru ini, kekhawatiran tersebut sirna dan digantikan oleh antusiasme tinggi karena arah gameplay dipastikan tetap berjalan di koridor action survival horror yang akrab bagi para penggemar.

Sebagai versi remake dari entri kultus Resident Evil: Code Veronica yang dirilis perdana pada tahun 2000 silam, game ini memegang peranan krusial dalam lini masa kanon Resident Evil karena mengawal kelanjutan takdir emosional Claire dan Chris Redfield pasca-tragedi kehancuran Raccoon City.
Melalui proyek anyar ini, Capcom siap menyulap atmosfer mencekam Pulau Rockfort hingga pangkalan Antartika menjadi jauh lebih realistis berkat sokongan RE Engine, penyempurnaan naskah cerita, serta pembaruan mekanik pertempuran modern.
Dijadwalkan meluncur pada tahun 2027 untuk platform generasi terbaru, konfirmasi perspektif kamera orang ketiga ini dinilai sebagai langkah paling tepat untuk menghidupkan kembali esensi teror klasik yang membuat Code Veronica begitu melegenda.
