Steam Bongkar Data Mengejutkan, Daya Beli Gamer Indonesia Hanya 1/3 Harga Global


Apa ya?

Kabar menarik datang dari fitur penetapan harga terbaru milik Steam yang kini memberikan transparansi lebih bagi para pengembang game.

Melalui pricing tool terbarunya, Steam membagi metode penetapan harga menjadi tiga kategori utama: berdasarkan kurs mata uang, daya beli masyarakat, dan metode multivariabel yang lebih kompleks.

Dari data yang tersaji, muncul sebuah fakta yang cukup mencolok mengenai kondisi ekonomi pasar gaming di tanah air.

Ternyata, menurut perhitungan Steam, daya beli rata-rata orang Indonesia hanya sekitar sepertiga dari harga asli game di pasar global.

Sebagai gambaran nyata, sebuah game yang di Amerika Serikat dibanderol seharga $60 (atau setara Rp999.999 jika mengikuti kurs murni), idealnya hanya dijual seharga Rp289.999 agar sesuai dengan kemampuan kantong gamer di Indonesia.

Angka ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan daya beli terendah dalam daftar referensi Steam tersebut.

Meskipun keputusan akhir tetap berada di tangan masing-masing developer, keberadaan alat ini menjadi sangat krusial.

Setidaknya, para pengembang kini memiliki kompas yang lebih akurat untuk melihat realita ekonomi di tiap negara, sehingga mereka bisa menyesuaikan harga yang lebih “masuk akal” bagi pasar lokal tanpa harus menebak-nebak lagi.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Junior

Suka banget main game terutama game kompetitif kayak League of Legends dan Dota.