Sejarah Xbox 360: Generasi Penerus Xbox yang Berjaya


Bagaimana sejarah pengembangan Xbox 360 selaku generasi penerus Xbox?

Xbox 360 dirilis sebagai console penerus original Xbox pada November 2005 dan merupakan console generasi ketujuh yang bersaing langsung dengan Sony PlayStation 3 dan Nintendo Wii. Microsoft memulai sejarah Xbox 360 dengan tekad untuk mengalahkan keduanya dengan memasarkan console tersebut di Amerika Utara, Jepang, dan Eropa.

Hadirnya Xbox 360 adalah tonggak penting bagi Microsoft untuk memantapkan dirinya sebagai salah satu pemeran penting dalam dunia industri game. Perjalanannya sendiri ibarat roller-coaster, kadang naik dengan hadirnya fitur yang memanjakan pemain seperti inovasi dan game eksklusif. Tetapi di saat lain, kadang turun dengan beberapa masalah teknis yang menghantuinya.

Simak ulasannya lengkapnya di bawah ini!

Project Xenon: Generasi Penerus X

Melihat kesuksesan original Xbox, Microsoft segera menyusun rencana untuk merilis console generasi penerusnya. Seperti biasa, Microsoft memberikan tease nama kode proyek bernama Project Xenon yang dispekulasikan oleh banyak pihak dengan nama mulai dari Xbox 2, XboxNext, atau NeXtBox.

Pada bulan Februari 2003, Project Xenon dimulai dengan terlaksananya pertemuan dengan 400 developer di Bellevue, Washington untuk merekrut support system. Event ini dipimpin oleh Vice President Microsoft, J Allard. Peter Moore, mantan presiden Sega of America juga ikut bergabung dengan Microsoft. Selanjutnya, pada 12 Agustus 2003, ATI menandatangani kesepakatan dengan Microsoft untuk memproduksi chip grafis.

Sayangnya, saat pengembangan Alpha, Xenon terlihat menggunakan hardware Power Mac G5 milik Apple. Hal ini dikarenakan prosesor PowerPC 970 yang menjalankan arsitektur PowerPC yang sama dengan Xenon, sebelumnya juga berjalan di bawah prosesor IBM Xenon. Inti prosesor Xenon akhirnya dikembangkan menggunakan versi modifikasi dari arsitektur PPE Prosesor Sel PlayStation 3.

Secara resmi, console penerus original Xbox ini diberitakan melalui MTV pada 12 Mei 2005 dengan informasi yang lebih rinci diumumkan pada akhir bulan di Electronic Entertainment Expo. Project Xenon berganti nama menjadi Xbox 360 dan diluncurkan pada 22 November 2005 di Amerika dan Kanada; untuk Eropa dan Jepang diluncurkan beberapa minggu kemudian.

Sempat terlambat memulai produksi, console terbaru dari Xbox ini terjual habis di Amerika Serikat dan Eropa dalam waktu singkat. Tercatat lebih dari 1,5 juta unit terjual pada akhir tahun. Puncaknya, pada tahun 2006, Microsoft merilis Xbox 360 secara global dengan meluncurkan di 36 negara, termasuk Afrika Selatan, India, dan Rusia.

Xbox 360 Memiliki Banyak Varian

Rancangan arsitektur Xbox 360 menjauh dari orginal Xbox karena tidak lagi menggunakan tipe x86. Microsoft menggunakan triple-core dengan six-thread CPU yang menghasilkan clock 3.2GHz. Lalu, karena permasalahan sengketa hukum dengan GPU Nvidia pada orginal Xbox, Microsoft memutuskan untuk menggunakan ATI untuk grafiknya.

Awalnya, untuk memori, sistem menggunakan 256MB tetapi diganti menjadi 512MB RAM GDDR3 yang memiliki clock 700MHz. Investasi yang sangat mahal ini dilakukan oleh Microsoft setelah mereka mendapatkan saran dari studio Epic Games untuk melihat game seperti apa yang dibutuhkan Gears of War agar dapat dijalankan dengan baik.

Xbox 360 mendukung DirectX 9 dan para developer melihat adanya kemudahan pengembangan game di Xbox 360 daripada PS3 yang memiliki arsitektur prosesor Cell yang rumit. Hasilnya, game multiplatform cenderung terlihat lebih baik di Xbox 360.

Xbox 360 sendiri hadir dalam dua jenis saat diluncurkan. Pertama, Pro atau Premium yang dikatakan sebagai model paling canggih dengan menawarkan hard drive 20GB dan dijual seharga $399. Kedua, Core yang lebih murah dengan harga $299. Saat itu, Xbox 360 didesain berwarna putih.

Pada 29 April 2007, Microsoft merilis model Xbox 360 Elite seharga $479 dengan warna hitam yang dilengkapi dengan hard drive 120GB yang lebih besar, built-in Wi-Fi, dan output HDMI. Selanjutnya, Microsoft merilis Xbox 360 Arcade pada 23 Oktober 2007 dengan harga $280 untuk menggantikan model Core. Seperti unit Core sebelumnya, model Arcade tidak memiliki hard drive meskipun memiliki kartu memori 256MB. Perbedaan terbesarnya adalah menambahkan port HDMI.

Pada 14 Juni 2010, Microsoft merilis Xbox 360 S yang didesain ulang secara signifikan dengan harga $300 dan dilengkapi dengan hard drive 250GB. Ukurannya juga lebih ramping dengan desain yang lebih kecil, lebih ringan dan lebih kecil serta berwarna hitam mengkilap.

Model S menggunakan prosesor dan motherboard yang lebih hemat daya yang mengurangi masalah thermal seperti Red Ring of Death. Model ini juga menghadirkan tombol sensor sentuhan dan dukungan 802.11n Wi-Fi bersama dengan dua port USB tambahan.

Terakhir, Microsoft merilis desain ulang pada April 2013. Xbox 360 E diluncurkan dengan harga $250 dan termasuk hard drive 250GB. Konsol ini sebenarnya sedikit lebih kecil dan lebih ringan daripada model S sebelumnya dan ditujukan bagi pemain yang tidak mau menghabiskan banyak uang untuk generasi Xbox mendatang. Model E menawarkan empat port USB.

Perkembangan Fitur Xbox Live

Ketika Xbox 360 dirilis, layanan game online Microsoft, Xbox Live maintenance selama 24 jam dan mendapatkan upgrade besar-besaran serta menambahkan layanan non-subscription service yang disebut Xbox Live Silver (berganti nama menjadi Xbox Live Free) ke langganan premium subscription service (berganti nama menjadi Gold).

Perkembangan fitur Xbox Live ini memungkinkan pemain untuk membuat profil pengguna, bergabung di message board, dan mengakses Microsoft Xbox Live Arcade dan Marketplace dan mengobrol dengan pemain lain. Namun, layanan Xbox Live Free umumnya tidak mendukung game multiplayer.

Sedangkan, dengan Gold, pemain dapat bermain multiplayer dan streaming video melalui aplikasi seperti Netflix. Pemain juga memungkinkan mengakses Xbox Live Marketplace untuk mengunduh konten, Live Arcade untuk mengunduh game, dan aplikasi Xbox Smartglass untuk mengendalikan Xbox melalui tablet atau smartphone.

Masalah Bernama Red Ring of Death

Terlihat mengesankan dan nyaris sempurna, Xbox 360 dihadapi sejumlah masalah teknis. Yang paling terkenal adalah Red Ring of Death, sebuah kondisi pada console Xbox 360 yang ditandakan adanya tiga lingkaran merah di sekitar tombol power. Keadaan ini disebabkan ketika mesin sangat panas dan menyebabkan mesin rusak sehingga tidak dapat digunakan lagi.

Untuk menangani console yang rusak, Microsoft memperpanjang garansi pabrik console hingga tiga tahun dan menetapkan status masalah ini sebagai General Hardware Failure. Model Xbox 360 S dan E yang baru didesain lebih baik dengan memberikan peringatan kepada pemain untuk mematikan mesin sementara waktu ketika muncul tanda berkedip merah di tombol power sebelum mencapai tiga lingkaran merah.

Inovasi Kinect

Tidak ada inovasi yang sangat mengejutkan di Xbox 360 selain Kinect. Kinect (nama sandi Project Natal) adalah perangkat input pengindera gerak webcam yang dikembangkan sebagai aksesori game untuk Xbox 360. Perangkat ini memungkinkan pemain untuk mengontrol dan berinteraksi dengan console tanpa perlu menggunakan controller, melainkan melalui antarmuka pengguna dengan gerakan dan perintah yang diucapkan.

Kinect sendiri terdiri teknologi gesture recognition, facial recognition dan voice recognition. Kinect mampu secara bersamaan mendeteksi gerakan hingga enam orang, termasuk dua pemain aktif untuk analisis gerak dengan tambahan hingga 20 pemain. Perangkat ini dirilis pada November 2010.

Bertaburnya Game Eksklusif di Xbox 360

Xbox 360 meluncur di pasaran dengan menyertakan 14 game yang dapat dimainkan di Amerika Utara dan 13 di Eropa. Game terlaris console pada tahun 2005, Call of Duty 2 terjual lebih dari satu juta kopi. Lima game lainnya terjual lebih dari satu juta kopi di tahun pertamanya: Ghost Recon Advanced Warfighter, The Elder Scrolls IV: Oblivion, Dead or Alive 4, Saints Row, dan Gears of War.

Gears of War menjadi game terlaris di konsol dengan 3 juta kopi pada 2006, sebelum dikalahkan pada 2007 oleh Halo 3 dengan lebih dari 8 juta kopi. Kinect Adventures juga menjadi salah satu game terlaris yang disertakan bersama perangkat Kinect.

Xbox 360 secara tidak langsung menegaskan diri bahwa console ini memiliki sederetan game eksklusif ternama khususnya di genre shooter dan racing seperti Gears of War, Halo, dan Forza yang sukses mendulang banyak penghargaan pada Game Critics Awards 2007 dengan 38 nominasi dan 11 di antaranya menang.

Berjaya dengan Xbox 360

Xbox 360 memiliki Dashboard UI yang menawarkan antarmuka “Blade” berbasis tab, sistem ini pada akhirnya mendapatkan beberapa perbaikan pada 2008 yang disebut New Xbox Experience (NXE). Konsep ini terinspirasi dari Microsoft Windows Media Center dan skema desain Zune.

Walaupun dihantui banyak permasalahan teknis tetapi pembaruan yang ada di Xbox Live, varian console yang memiliki harga yang terjangkau, hingga sederetan game eksklusif menarik membuat penjualan console ini cukup memuaskan. Pada 30 Juni 2013, tercatat 78,2 juta konsol telah terjual di seluruh dunia. Momen ini juga menandakan kejayaan Microsoft di industri game, setidaknya memantapkan diri kepada para pesaingnya bahwa Microsoft benar-benar serius berkompetisi di ranah gaming.

BACA JUGA: Sejarah Xbox: Asal-usul Console yang Lahir dari Tangan Microsoft!

Penasaran dengan kelanjutan cerita mengenai Xbox di dunia industri game? Simak di artikel sepak terjang Xbox berikutnya!


Aria

Game Enthusiast yang jatuh cinta dengan dunia industri gim dan game development. Gim favorit yang dimainkan adalah Gears of Wars, State of Decay, Warframe, The Uncharted.