Review One Leaves: Game Horror yang Mustahil Ditamatkan!


Selain mustahil ditamatkan, game ini juga menyiratkan pesan sangat penting di dalamnya!

Apakah kamu suka memainkan game horror semacam Outlast, Amnesia, atau Slenderman? Gimbot merekomendasikan kamu untuk memainkan One Leaves, sebuah game horror yang tidak akan mungkin kamu tamatkan.

BACA JUGA: 6 Tokoh Penjahat Terbaik di Video Game Versi Gimbot 

Di awal permainan kamu terperangkap di balik sangkar baja bersama tiga orang lainnya. Tiba-tiba, sebuah suara yang dikenal sebagai Narrator akan menjelaskan bahwa hanya ada satu orang yang dapat keluar dari labirin neraka ini.

Tujuan dari game ini hanya satu, lari secepat mungkin dan temukan jalan keluar. Setiap tempat yang terdiri dari tiga lokasi utama mulai dari School, Hospital, dan Sewer akan memiliki puzzle.

Kamu dapat memilih berjalan atau berlari secepat mungkin yang dibatasi oleh bar limit. Semakin sedikit bar limit yang kamu miliki, kamu akan berjalan sambil terengah-engah.

Ingat, dari empat orang yang bermain, hanya satu yang akan selamat.

Ambiance dan jumpscare yang membuat merinding

Lalu, pertanyaannya, apa yang membuat sebuah game horror begitu seru dimainkan? Tidak lain adalah kejutan misteri yang ada di dalamnya mulai dari jumpscare berupa cutscene atau suara musik yang begitu menakutkan yang merupakan ambiance yang memengaruhi alam bawah sadar.

Jika kamu memainkan One Leaves saat malam hari menggunakan headset dengan suara yang cukup tinggi, tentu akan membuatmu berkeringat dan bulu kudukmu berdiri.

Suara ambiance yang ditawarkan cukup lumayan. Kamu akan mendengar suara pintu kelas di sekolah yang terbuka dan tertutup sendiri di tengah latar belakang musik horror saat kebakaran gedung.

Atau, ketika kamu berjalan di rumah sakit, kamu akan melihat dan mendengar suara kursi roda kosong yang bergerak mendekatimu.

Yang paling parah adalah ketika kamu masuk ke dalam kamar mayat, kamu akan melihat kantong plastik mayat tersebut bergerak sendiri dan mengeluarkan suara yang menyeramkan.

Seiring berjalannya waktu, kamu akan melihat beberapa orang yang terperangkap lari melewatimu dari depan sehingga kamu memiliki pilihan, apakah mengikuti mereka atau kabur ke arah lain.

One Leaves bisa dibilang memiliki semuanya, mulai dari unsur ambiance dan jumpscare. Hanya saja jumpscare dan puzzle yang diberikan terlalu sedikit. Sehingga ketakutan yang melanda perasaan emosi dan mental saat bermain, tidak terlalu intens.

Desain labirin yang menyeramkan

Beberapa desain lingkungan permainan cukup creepy dan menjijikkan. Kamu akan melihat bagaimana bentuk bangunan sekolah yang sudah ditinggalkan dan terkesan benar-benar angker.

Atau suasana rumah sakit yang menyeramkan dengan banyaknya darah dan mayat yang ada. Kamu juga akan menemukan organ dalam seperti paru-paru dan gigi yang sudah rusak. Bahkan mereka dapat bergerak dan mengeluarkan bunyi yang kadang membuatmu penasaran, ada apa dengan tempat ini.

Beberapa tempat akan sangat gelap sekali seperti di lorong ventilasi atau kamar mandi. Tidak masalah karena kamu juga dapat menyalakan senter yang dapat diambil setelah menyelesaikan puzzle.

Sayangnya, game ini memiliki durasi yang sangat singkat. Kamu dapat menyelesaikannya dalam waktu kurang dari 30 menit. Bahkan setiap level mulai dari School, Hospital, dan Sewer rata-rata dapat diselesaikan paling cepat 5 menit.

Game ini akan memberikan pengalaman horror yang jauh lebih baik lagi jika memiliki waktu permainan yang lebih lama. Tentunya dengan tambahan puzzle yang lebih beragam dan memutar otak.

Pesan rahasia di akhir permainan

One Leaves adalah game yang menguji pemain melalui tes, apakah mereka menjadi orang yang cukup beruntung untuk berhasil melarikan diri dari labirin neraka atau tidak.

Game ini sendiri disponsori oleh “The Real Cost” yang ingin memberitahukan fakta bahwa tiga dari empat remaja meninggal jika mereka memiliki kebiasaan merokok.

Bahkan gumpalan hitam yang sering ditemukan di sepanjang permainan adalah gambaran dari bercak yang akan ditimbulkan di paru-paru seiring dengan parahnya tingkat merokok yang dilakukan.

Ini adalah salah satu misi dari The Real Cost untuk membantu melindungi kesehatan para remaja. Jika kamu tertarik untuk melihat beberapa informasi mengenai bahaya dari merokok, kamu dapat mengunjunginya di sini.

Kesimpulan

One Leaves menawarkan pengalaman game horror yang berbeda di mana kamu tidak akan mungkin menamatkannya. Jika di awal permainan terdapat pesan bahwa “dari empat orang, hanya satu yang selamat”, kamu tidak akan mungkin mencapai titik teraman atau pintu keluar yang sebenarnya karena bukan itu pesan yang ingin disampaikan.

Secara pesan moral, One Leaves berhasil menyampaikan ide mereka untuk membalut sebuah game dengan edukasi, yaitu bahaya merokok. Tetapi secara eksekusi, masih banyak hal yang perlu diperhatikan mulai dari gameplay hingga detail lingkungan permainan.

Misalnya, game ini sedikit sekali memiliki jumpscare dan puzzle yang merupakan ciri khas dari sebuah game horror. Padahal dengan tipe permainan first-person, game ini akan sempurna jika memiliki beragam teka-teki dan kejutan misteri.

Grafik yang disuguhkan bisa dibilang lumayan merepresentasikan bagaimana bahaya dari merokok mulai dari gigi yang rusak dan paru-paru hitam.

Hanya saja jika ada penambahan seperti adanya hantu yang merupakan korban akibat merokok yang berkeliaran di sepanjang lorong permainan dan mengejar pemain, tentu akan lebih menjanjikan.

One Leaves memberikan pesan moral mengenai bahaya dari merokok bahwa faktanya dari empat orang yang memiliki kebiasaan rokok, mereka semua akan mati dan hanya satu orang yang selamat.

Pesannya jelas “merokok itu sangat berbahaya”. Entah berapa kali kamu ingin mencoba, permainan akan selalu berakhir di ruangan rumah sakit yang dipenuhi dengan rokok.

One Leaves dapat dimainkan secara gratis di Windows dan Xbox One.


Arya Adhitya

Game Enthusiast yang jatuh cinta dengan dunia industri gim dan game development. Gim favorit yang dimainkan adalah Gears of Wars, State of Decay, Warframe, The Uncharted.