Review Octopath Traveler: Penerus Baru untuk JRPG Klasik


Jika kamu memiliki Nintend Switch dan suka game JRPG klasik, tidak ada alasan untuk tidak memiliki Octopath Traveler.

review-octopath-traveler-indonesia-featured

Octopath Traveler adalah game yang menggunakan formula di berbagai permainan JRPG klasik. Sprite karakter yang menarik, dunia 2,5 dimensi, dan turn-based combat membuatnya seolah membawa nostalgia ke game seperti Final Fantasy klasik.

Namun Octopath Traveler bukan sekadar mencoba meniru game lain dan hanya mengubah penampilan saja. Ada banyak elemen dalam Octopath Traveler yang membuatnya layak dimiliki para pecinta JRPG klasik.

Cerita

Delapan Protagonis, Delapan Plot Cerita

review-octopath-traveler-indonesia-memilih-karakter

Octopath Traveler menceritakan kisah delapan orang yaitu Olberic, Cyrus, Therion, Ophilia, Primrose, Alfyn, Tressa, H’aanit. Masing-masing punya latar belakang dan cerita yang jadi alasan mereka untuk mengembara. Tugasmu sebagai pemain tentunya mengendalikan mereka sepanjang perjalanan hingga sampai di tujuan akhir.

Setiap karakter di Octopath Traveler juga bisa melakukan sebuah patch action ketika berada di kota atau dunia terbuka. Therion sang pencuri misalnya, bisa mencuri barang milik NPC, Olberic sang ksatria bisa menantang siapapun untuk berduel satu lawan satu, dan seterusnya. Semua path action ini bisa kamu lakukan di semua area sepanjang permainan.

Ketika mulai bermain, kamu diminta memilih salah satu dari delapan karakter tersebut sebagai protagonis utamamu. Begitu memilih, kamu akan mengikuti prolog cerita mereka, mendapatkan sedikit tutorial tentang karakter tersebut, memasuki satu dungeon, mengalahkan bos, lalu memulai perjalanan.

review-octopath-traveler-indonesia-prolog-tressa

Setelah selesai dengan prolog protagonis pilihan, kamu bisa mengambil tujuh karakter lain untuk bergabung dalam party. Jika ingin, kamu bisa mengambil hanya beberapa orang saja, atau bahkan tidak sama sekali alias bermain hanya dengan satu karakter. Hal ini tidak akan mempengaruhi akhir permainan karena progres Octopath Traveler dinyatakan tamat jika kamu menyelesaikan cerita untuk karakter utamamu.

Jadi semisalnya kamu memilih Tressa sebagai karakter utama, permainan akan dianggap tamat jika kamu sudah menyelesaikan semua chapter cerita dari Tressa. Tenang saja karena setelah itu kamu bisa tetap bermain dan menyelesaikan cerita karakter lain yang mungkin belum kamu sentuh.

Kisah yang Terisolasi

review-octopath-traveler-indonesia-cerita-tressa

Keunikan ini bisa terjadi karena cerita tiap karakter di Octopath Traveler bersifat independen satu sama lain. Sayangnya meskipun unik, struktur cerita ini mungkin jadi satu-satunya kekurangan Octopath Traveler di mata beberapa orang.

Tiap karakter punya motivasi dan tujuannya sendiri untuk memulai perjalanan. Tidak ada satu musuh utama yang mengancam perdamaian dunia atau tempat yang jadi tujuan bersama.

Delapan karakter yang ada juga bukanlah jagoan terpilih dengan kekuatan khusus. Mereka hanyalah karakter yang kebetulan punya alasan untuk keluar dari rumah mereka. Ini artinya party delapan orang yang kamu bentuk seolah terjadi begitu saja. Kecuali delapan orang ini memang tidak keberatan membantu satu sama lain, saya tidak menemukan motivasi yang membuat mereka mau memulai perjalanan bersama.

review-octopath-traveler-indonesia-cerita-cyrus

Karena bersifat independen, tiap chapter dalam cerita satu karakter tidak pernah melibatkan karakter lain. Artinya selama menjalankan chapter satu karakter, semua cut scene di chapter tersebut hanya memperlihatkan karakter itu saja, plus beberapa karakter sampingan dan mungkin penjahat yang terlibat di chapter tersebut.

Tujuh karakter lain sama sekali tidak terlibat kecuali dalam pertarungan atau berkelana. Bahkan sepanjang permainan delapan karakter ini hampir tidak pernah berinteraksi satu sama lain kecuali dalam Travel Banter yang berisi sebuah percakapan singkat. Travel Banter ini memberikanmu sedikit perspektif dan hubungan antar masing-masing karakter, tapi sama sekali tidak berdampak pada cerita yang terjadi saat itu.

review-octopath-traveler-indonesia-travel-banter

Tidak cuma itu, semua chapter punya struktur yang kurang lebih sama. Setelah sedikit perkenalan masalah, kamu akan diminta melakukan tugas sederhana dengan patch action karakter tersebut. Setelah itu kamu akan masuk dungeon untuk kemudian menghadapi bos di chapter tersebut.

Hampir semua chapter untuk semua karakter memiliki struktur yang sama. Bahkan yang berbeda sekalipun hanya mengubah urutan strukturnya saja. Struktur cerita semacam ini membuat saya merasa sedikit disconnect antara tiap karakter di game ini.

Seiring perjalanan, kamu mungkin akan menemukan sedikit korelasi di balik motivasi masing-masing karakter. Hanya saja semuanya baru bisa diungkap setelah kamu cukup jauh dalam permainan, itupun jika kamu mengamati dengan baik.

Their Stories Are Good, Tho…

review-octopath-traveler-indonesia-cerita-haanit

Meskipun begitu, bukan berarti cerita dan karakter di Octopath Traveler juga buruk. Justru sebaliknya, saya suka dengan cerita yang disajikan di game ini.

Masing-masing karakter di Octopath Traveler punya keunikan sendiri, mulai dari kepribadian sampai gaya bicara. Semuanya masuk akal dan bisa dipercaya. Misalnya, Tressa yang merupakan anak pedagang yang masih muda selalu optimis dan penuh rasa penasaran. Sebaliknya, Therion sang pencuri sangat pendiam dan hati-hati dalam mempercayai orang lain.

review-octopath-traveler-indonesia-cerita-alfyn

Dari segi cerita, hampir semua prolog karakter punya premis yang mungkin sudah sering kamu lihat. Namun seiring perjalanan, kamu akan mendapatkan sentuhan dan plot twist yang membuat ceritanya semakin menarik.

Jika kamu menjalankan cerita semua karakter, saya jamin kamu akan menyukai paling tidak salah satu dari delapan karakter di Octopath Traveler. Ini akan menutupi kekurangan yang diakibatkan oleh struktur ceritanya.

Side Quest yang Unik

review-octopath-traveler-indonesia-side-quest-1

Selain cerita utama masing-masing karakter, saya juga ingin menyorot side quest di Octopath Traveler yang menurut saya unik dan cukup berkesan.

Side quest dalam RPG berperan sebagai selingan ketika kamu sebagai pemain ingin keluar dari jalur cerita utama game tersebut. Namun beberapa game memiliki side quest yang buruk atau tidak berkesan.

Akibatnya pemain jadi enggan menyentuh side quest atau melihatnya sebagai rintangan yang merepotkan jika side quest tersebut memberikan imbalan yang besar. Ini akan diperburuk jika tugas dalam side quest selalu sama dan repetitif.

review-octopath-traveler-indonesia-npc

Octopath Traveler punya berbagai jenis side quest yang unik. Tiap side quest dari masing-masing NPC punya solusi yang beragam. Misal ada NPC yang membutuhkan sebuah barang, dan tugasmu adalah mencari barang tersebut dari NPC lain, entah dengan mencuri atau membelinya.

Ada side quest yang mengharuskanmu menantang sebuah NPC berduel, dan bahkan ada yang mengharuskanmu sengaja kalah dalam duel tersebut.

Cerita di balik masing-masing side quest juga menarik. Beberapa di antaranya bahkan terdiri dari beberapa bagian. Artinya ketika kamu membantunya di satu kota atau desa, kamu mungkin akan bertemu dengannya di kota lain, mungkin dengan masalah baru. Terakhir, jika kamu menelusuri semua NPC, mereka juga punya cerita dan latar belakang yang unik.

Visual dan Musik

review-octopath-traveler-indonesia-riverland

Di luar aspek ceritanya, hampir semua elemen lain Octopath Traveler punya kualitas yang sangat tinggi, mulai dari aspek presentasi, terutama dari segi visual dan musik.

Seperti yang saya sebutkan di awal artikel, tiap karakter dalam Octopath Traveler diperlihatkan dalam bentuk sprite dua dimensi yang keren. Namun yang jadi sorotan utama untuk visual game ini adalah dunianya.

review-octopath-traveler-indonesia-prolog-haanit

Semua area di Octopath Traveler disajikan dengan bentuk 2,5D HD dipadukan dengan air yang realistis plus efek cahaya di beberapa area.

Perpaduan ini membuat semua area terlihat sangat indah, terutama di area bersalju, hutan, dan pantai. Berkat keindahan ini, perjalananmu sepanjang permainan tidak akan terasa karena tiap area yang kamu lewati benar-benar memanjakan mata.

Musik dalam Octopath Traveler juga membuat tiap momen dalam permainan makin terasa. Ketika dalam area terbuka, kamu akan mendengarkan musik yang menenangkan. Dalam pertarungan terutama menghadapi bos, kamu akan mendapatkan musik yang sangat memacu adrenalin, dan seterusnya.

Gameplay dan Combat

review-octopath-traveler-indonesia-karakter

Tiap karakter di Octopath Traveler punya job yang berbeda. Tiap job bisa menggunakan jenis senjata yang berbeda dan punya spell unik. Masing-masing job juga punya kelemahan dan kekurangannya sendiri.

Kelas Knight atau Hunter misalnya, punya kekuatan serangan fisik yang sangat tinggi, tapi minim potensi magic. Sebaliknya Scholar dan Cleric memiliki kekuatan magic yang tinggi, namun sangat rapuh.

Semua karakter akan memulai dengan dua spell. Untuk mendapatkan spell baru, kamu harus membayarnya dengan Job Points yang bisa kamu dapatkan setelah mengalahkan musuh. Ketika membuka sejumlah spell, kamu juga akan mendapatkan efek pasif untuk membantu karaktermu di dalam atau luar pertarungan.

review-octopath-traveler-indonesia-grafis

Octopath Traveler menggunakan sistem turn-based combat dalam pertarungannya. Satu pertarungan bisa diikuti maksimal empat karakter. Dalam pertarungan, masing-masing karakter mendapatkan urutan giliran untuk melakukan satu tindakan.

Urutan tindakan ini selalu bisa kamu lihat di bagian atas layar ketika bertarung. Dalam satu giliran, semua karakter hanya bisa melakukan satu tindakan, entah itu menyerang, menggunakan spell, menggunakan item, atau bertahan.

Break dan Boost Point

review-octopath-traveler-indonesia-combat-1

Ada dua elemen unik yang membuat sistem combat Octopath Traveler berbeda dengan sistem turn-based pada umumnya, yaitu Break dan Boost Point. Dua elemen inilah yang menjadi fokus dalam semua pertarungan game ini.

Tiap musuh dalam Octopath Traveler memiliki icon perisai yang disertai dengan angka plus kotak berisi tanda tanya. Kotak tersebut merupakan kelemahan musuh berupa senjata atau elemen.

Saat musuh menerima damage dari senjata atau elemen yang jadi kelemahannya, angka di perisai tersebut akan berkurang. Jika angka di perisai tersebut mencapai nol, lawan akan mengalami Break dan tidak bisa mengambil tindakan di giliran itu (jika belum) dan giliran berikutnya.

Tidak cuma itu, musuh juga akan menerima damage yang lebih besar selama berada dalam kondisi Break. Setelah dua giliran, lawan akan lepas dari Break, dan perisai yang ia miliki akan kembali.

review-octopath-traveler-indonesia-mekanik-break

Tiap musuh punya jumlah kelemahan dan perisai yang berbeda. Dalam pertarungan, tugas pertamamu adalah menemukan apa saja kelemahan lawan. Begitu menemukannya, kamu harus memikirkan strategi untuk membuat lawan Break sambil meminimalisir damage yang kamu terima.

Konsep ini mungkin sederhana dan mudah dipahami terutama di awal permainan. Namun seiring waktu lawan yang kamu hadapi akan semakin sulit, terutama bos di tiap chapter.

Beberapa bos misalnya, bisa mengeluarkan anak buah yang harus kamu bunuh sebelum bisa menyerang kelemahan bosnya. Sejumlah bos juga bisa mengubah kombinasi kelemahan yang ia miliki atau menambah jumlah perisai yang harus kamu tembus. Ini otomatis membuatmu harus bisa beradaptasi dan meramu strategi baru menghadapi tiap perubahan yang terjadi.

review-octopath-traveler-indonesia-pertarungan-bos

Boost Point, sesuai namanya, adalah poin yang kamu gunakan untuk meningkatkan serangan karaktermu. Tiap karakter akan mendapatkan satu Boost Point tiap giliran, dan bisa menyimpan maksimal lima.

Dalam satu giliran, satu karakter bisa menggunakan maksimal tiga Boost Point sekaligus. Jika menggunakan Boost Point lalu melakukan serangan biasa, karaktermu akan mengeluarkan serangan tambahan sesuai jumlah Boost Point yang digunakan.

Jika menggunakan Boost Point lalu mengeluarkan spell, efek yang dihasilkan akan berlipat ganda. Spell yang menghasilkan damage akan menghasilkan damage maksimal empat kali lipat, sementara spell yang memberikan buff/debuff akan menambah durasi buff/debuff jadi lebih lama.

Tiap Pertarungan adalah Tantangan dalam Memanfaatkan Timing dan Sumber Daya

review-octopath-traveler-indonesia-tressa-bos

Dua elemen inilah yang jadi pusat dari strategi pertarungan Octopath Traveler. Dalam tiap giliran kamu harus membuat keputusan kapan harus menggunakan Boost Point untuk tiap karakter.

Apakah kamu ingin menggunakan Boost Point untuk memecah perisai lawan dengan serangan biasa, atau tunggu sampai perisai lawan pecah lalu gunakan Boost Point untuk menghasilkan damage yang besar?

Ingat, ini belum mempertimbangkan bahwa tiap karakter hanya bisa menggunakan senjata dan spell tertentu. Artinya kamu juga harus punya komposisi tim yang bisa mengincar semua jenis kelemahan.

Untungnya, memasuki fase pertengahan kamu akan bisa mengakses job kedua untuk masing-masing karakter. Artinya tiap karakter punya lebih banyak opsi dalam pertarungan, menutupi kelemahan yang ada dengan pasif job lain, atau justru meningkatkan kelebihan yang ia miliki.

review-octopath-traveler-indonesia-job-kedua

Selain delapan job dasar yang ada, kamu juga bisa mengakses empat job rahasia sebagai job kedua. Hanya saja untuk mendapatkan job tersebut kamu harus mengalahkan bos yang menjaganya terlebih dahulu. Hati-hati karena mereka sangatlah kuat.

Lantas, dengan job kedua ini apakah combat Octopath Traveler jadi makin mudah? Tidak juga. Karena pertama tiap job kedua hanya bisa dipegang oleh satu orang. Artinya jika satu karakter sudah menggunakan Hunter sebagai slot job kedua, karakter lain tidak bisa ikut menjadi Hunter sebagai job kedua.

Kedua, seperti yang sudah saya jelaskan di atas, semakin jauh kamu bermain, musuh yang kamu hadapi akan makin rumit. Artinya adanya job kedua hanya akan membantumu menghadapi musuh yang sulit, tapi sama sekali tidak membuatnya terlalu mudah.

review-octopath-traveler-indonesia-combat-2

Saya sangat suka dengan sistem combat di game ini. Tiap giliran mengharuskanmu menimbang semua opsi yang ada, mulai dari serangan apa yang harus digunakan, kapan, dan ke siapa.

Tidak cuma itu, adanya sistem Break dan Boost Point juga membuatmu bisa memenangkan pertarungan meskipun kamu punya level yang relatif kecil. Artinya kamu tidak melulu harus melakukan grinding agar siap menghadapi bos di area berikutnya.

Lagipula jujur saja lokasi chapter yang terpisah akan membuatmu memang harus melewati banyak area dan bertemu musuh. Secara tidak langsung kamu akan mendapatkan level yang cukup sebelum menginjak kota berikutnya.

Kesimpulan

review-octopath-traveler-indonesia-etc

Octopath Traveler bukanlah game yang sempurna. Ada beberapa kelemahan terutama dari struktur cerita dan pacing di awal permainan yang mungkin tidak disukai beberapa pemain. Namun di luar itu, game ini punya banyak aspek yang membuat semua kelemahannya tertutupi.

Baca Juga: Review Sekiro: Shadow Die Twice – Seni Sebuah Pertarungan

Jika kamu adalah penggemar JRPG klasik dan menu-based atau turn-based combat, Octopath Traveler adalah game yang wajib kamu miliki. Ceritanya yang menarik serta gameplay-nya yang lain dari biasa akan membuatmu bisa menghabiskan waktu bermain hingga 100 jam.

Octopath Traveler bisa kamu dapatkan di Nintendo eShop dengan harga US$59,99


Kaoru