Film Mortal Kombat – Hiburan yang Sedikit Dipaksakan


Film Mortal Kombat menjadi salah satu film yang direkomendasikan untuk ditonton di tahun 2021 ini. Simak reviewnya dari kami.

film mortal kombat

Film Mortal Kombat menjadi salah satu film yang membuat saya penasaran di tahun 2021 ini. Bukan hanya karena film ini adalah adaptasi dari salah satu franchise game terkemuka dan ikonik di dunia, tapi juga karena film ini akan menjadi film Mortal Kombat pertama setelah Mortal Kombat: Annihilation yang dihajar oleh kritik buruk habis-habisan.

Selain itu, di film ini ada salah satu aktor kebanggaan Indonesia yang akan memainkan peran sebagai Sub-Zero yang merupakan karakter ikonik di dalam game Mortal Kombat itu sendiri. Rasa penasaran saya untuk melihat film ini akhirnya terbayarkan.

Sejauh ini film Mortal Kombat 2021 berhasil menjadi pelepas dahaga bagi para fans, tapi di sisi lain, ada sejumlah hal yang bisa dibilang kurang klik, khususnya bagi penonton yang memang ngefans dengan game-nya. Lantas kenapa kami menyebutnya sebagai hiburan yang sedikit dipaksakan? Berikut adalah ulasan lengkapnya.

Protagonis Original Baru dan Kisah Soal Turnamen

film mortal kombat

Bicara soal Mortal Kombat, tentu ceritanya tidak jauh-jauh dari turnamen. Karena pada dasarnya Mortal Kombat adalah nama dari sebuah turnamen yang mempertemukan ahli tarung dari Outworld dan Earthrealm. Tapi tentu saja hal ini tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Mortal Kombat 2021 mengikuti kisah dari para pasukan Outworld yang mencoba untuk menginvasi Earthrealm sebelum turnamen Mortal Kombat digelar. Mereka memilih untuk membunuh jagoan-jagoan dari Earthrealm dengan cara menyergapnya satu per satu.

Kisah ini berfokus pada protagonis baru bernama Cole Young yang merupakan keturunan dari Hanzo Hasashi (Scorpion) yang dibunuh oleh Sub-Zero 4000 tahun yang lalu. Cole sebagai salah satu petarung terpilih dari Earthrealm harus berusaha bertarung untuk menyelamatkan bumi dan klannya.

film mortal kombat

Dari sisi cerita, film ini cukup klise karena hanya mempertemukan si jahat dan si baik yang mempertahankan eksistensi umat manusia. Namun sisi menariknya adalah film ini membawa karakter jagoan original yang hanya ada di film ini bernama Cole Young.

Karakter ini tidak ada di dalam game sehingga film ini membangun lore soal Cole itu sendiri. Selain itu, hal menarik lainnya dari sisi cerita adalah beberapa karakter diperkenalkan dengan baik latar belakangnya. Meskipun secara singkat, namun hal tersebut akan memberikan bayangan dari mana para petarung ini datang.

Meski di sisi lain ada petarung yang tidak dijelaskan asal muasalnya, tapi hal ini tidak terlalu berpengaruh pada asyiknya menonton film tersebut.

Adegan Sadis Khas Mortal Kombat

film mortal kombat

Ketika masih dalam tahap proses perkenalan, sejumlah orang yang terlibat dalam proyek ini mengatakan bakal memberikan adegan-adegan sadis khas Mortal Kombat. Harus diakui memang Mortal Kombat adalah game tarung yang punya ciri khas sadis sehingga membedakannya dengan game-game tarung kebanyakan.

Di dalam film ini kita bisa melihat banyak adegan sadis mulai dari pecah kepala, tangan yang bunting, sampai kepada badan yang terbelah. Semuanya disajikan dengan gaya sinematik khas fatality seperti di dalam game-nya.

Fatality ikonik seperti milik Scorpion, Kung Lao, Liu Kang, dan Sonya Blade disajikan di dalam film ini dengan presentasi yang baik. Buat para penggemar Mortal Kombat, scene-scene sadis ini berhasil membuat mereka terpuaskan.

BACA JUGA: Game yang Memiliki DLC Termahal

Di luar itu pertarungan berhasil diperlihatkan dengan sangat natural dan baik. Tentunya salah satu momen paling ditunggu adalah ketika Sub-Zero yang diperankan Joe Taslim bertarung. Sub-Zero menjadi petarung Outworld terkuat sehingga tiap pertarungan yang dia jalani akan sangat menegangkan.

Joe mampu memerankan karakter ini dengan sangat baik. Bukan sebagai pelengkap, namun menjadi pemberi nafas di film ini agar scene pertarungan terlihat lebih dahsyat serta intense. Tidak banyak yang bisa dikomentari, aksi pukul-pukulan di film ini digarap dengan sangat baik dan natural tanpa meninggalkan ciri khas dari Mortal Kombat itu sendiri.

Sayangnya Terlalu Banyak yang Dipaksakan

Meski bagus dari sisi ide pengembangan karakter utama yang original (tidak dari dalam game) dan adegan pukul-pukulan yang ciamik, ada sejumlah hal yang terasa terlalu dipaksakan. Mulai dari sisi cerita yang terasa melompat-lompat serta terburu-buru sampai pada penggunaan referensi dari dalam game Mortal Kombat yang terlalu dipaksakan.

Bicara soal cerita, film ini awalnya menceritakan konflik antara Scorpion (Hanzo Hasashi) dengan Sub-Zero (Bi-Han). Tapi tiba-tiba film ini melompat 4000 tahun setelahnya tanpa memberikan detail yang cukup soal hal tersebut. Dari konflik ini kemudian kita diperlihatkan dengan perubahan Bi-Han menjadi Sub Zero sampai akhirnya Cole Young yang menjadi salah satu keturunan Hanzo.

Belum lagi karena terlalu terburu-buru, urgensi soal mempertahankan eksistensi umat manusia menjadi kurang ditonjolkan dan lebih terlihat menjadi konflik internal antara tim Raiden dengan tim Shang Tsung saja.

Jujur saja, sebagai fans Mortal Kombat dari era game Mortal Kombat 2, saya menganggap runutan cerita dari scene ke scene terasa kurang greget. Mungkin ada baiknya Ed Boon dan John Tobias mengabaikan latar belakang konflik antara Scorpion dan Sub-Zero.

Alih-alih menceritakannya dalam waktu tujuh menit, hal ini bisa dipersingkat tanpa meninggalkan detailnya, apalagi sudah banyak yang tahu siapa sosok Scorpion dan Sub-Zero serta rivalitas keduanya.

Selain itu, hal yang kurang lainnya menurut saya adalah terlalu banyak istilah dari referensi Mortal Kombat yang dipaksakan untuk masuk serta digunakan di dalam filmnya. Salah satu yang paling mengganggu adalah penggunaan kata flawless victory yang diucapkan oleh Kung Lao ketika membunuh Nitara tanpa terluka.

Tidak ada relevansi yang memaksa Kung Lao mengatakan hal tersebut, apalagi keadaan saat itu sedang genting di mana Kuil Raiden sedang diserang oleh para petarung Shang Tsung. Referensi-referensi seperti ini cukup banyak diaplikasikan namun terkesan memaksa sehingga mengalirnya naskah percakapan menjadi kurang bagus.

Kemudian terakhir adalah sejumlah karakter seperti gagal memenuhi ekspektasi untuk memerankan karakter di film ini. Misalnya Raiden yang perannya masih kurang begitu signifikan, Shang Tsung yang masih kurang sadis, sampai Liu Kang yang masih kurang tengil serta terlalu memiliki tingkah yang terlalu serius.

Soal urusan detail ini mungkin di masa mendatang bisa diperbaiki agar lebih serupa dengan versi game-nya. Sedangkan untuk urusan referensi percakapan atau kalimat khas karakter, mungkin ada baiknya untuk tidak terlalu sering ditonjolkan.

Alangkah lebih baik jika film ini lebih mengedepankan orisinalitas khasnya sendiri dan mengambil referensi dari game­-nya secara bijak. Karena tidak semua hal di dalam game bisa diambil dan akan fit diterapkan di filmnya. Apalagi game Mortal Kombat punya segudang referensi yang banyak serta membingungkan.

Kesimpulan

Film ini berhasil merepresentasikan Mortal Kombat dengan cukup baik. Meski dari jalan cerita ada beberapa hal yang masih kurang greget dan terkesan terburu-buru, namun film ini masih sangat layak untuk ditonton. Apalagi dari sisi visual efek, film ini berhasil merepresentasikan sejumlah hal khas Mortal Kombat dengan baik.

Ketegangan tiap pertarungan berhasil diperlihatkan secara dahsyat di dalam film tersebut. Bagi kalian yang fans Mortal Kombat atau bukan, film ini tetap sangat layak untuk dinikmati khususnya untuk menemani akhir pekan kalian.


Azzizil Adam

Pencinta musik keras yang hobi main game! Orangnya fun, gak neko-neko.