Review Apex Legends: Spinoff Titanfall yang akan Mengalahkan Fortnite


Respawn Entertainment merilis game spin-off Titanfall berjudul Apex Legends, game FPS battle royale. Berikut review apex legends Indonesia

Alih-alih mengembangkan dan merilis Titanfall 3, Respawn Entertainment selaku developer mengejutkan semua orang dengan merilis game spin-off Titanfall berjudul Apex Legends, sebuah game FPS battle royale.

BACA JUGA: Apex Legends: 1 Juta Pemain dalam Waktu 8 Jam!

Tampaknya genre battle royale yang memadukan elemen survival dan shooter dengan menantang pemain dalam mengeksplorasi area map untuk melakukan scavenging seperti senjata dan armor serta menjadi last man standing masih menjadi primadona.

Bagi kamu yang belum tahu, sebenarnya Respawn sendiri sedang dalam proyek mengerjakan Titanfall 3. Tetapi melihat kesuksesan PUBG dan perusahaan diakuisisi oleh EA membuat mereka berpikir ulang. Mereka memilih melakukan pivot dengan mengembangkan seri Titanfall dalam mode battle royale.

Apex Legends ini dirilis sejak 4 Februari lalu dan dapat dimainkan secara gratis di PC, PS4, dan Xbox One. Lalu, seperti apa gameplay Apex Legends ini?

COD + Overwatch dengan cita rasa Titanfall

Sesuai taglinenya, Apex Legends adalah the next evolution of battle royale yang memadukan banyak gameplay dari game populer seperti COD dari sisi battle royale plus fast pace dan Overwatch dari sisi ability character. Tentunya ditambah dengan elemen Titanfall itu sendiri.

Kamu yang pernah memainkan Titanfall pasti akan langsung merasa familiar dengan tampilan HUD, gameplay, dan world design yang ditampilan. Hanya saja minus robot Titan dan wall running. Sebelum kamu memainkan battle royale, kamu harus memainkan mode training terlebih dahulu.

Game ini dimainkan dalam mode FPS dan menampilkan banyak percikan cahaya sebagai sparks particle dalam setiap pertarungan. Jadi, kalau kamu memiliki photosensitive seizure, harap berhati-hati.

Gameplay battle royale yang berbeda

Apex Legends sendiri masih berada di dalam semestanya Titanfall, hanya saja Respawn ingin menggali potensi lain dibanding memperkenalkan robot Titan seperti di seri sebelumnya, yaitu para karakter atau yang biasa disebut dengan Legends.

Terdapat delapan Legends yang memiliki kemampuan unik mulai dari personality, strengths, dan abilities. Misal, Lifeline berperan sebagai healer yang dapat menghidupkan kembali rekan satu tim dan melindungi mereka dari damage.

Beberapa fitur di Apex Legends adalah Respawn Beacon untuk membangkitkan kembali rekan satu tim, Smart Comms untuk membantu berkomunikasi, Intelligent Inventory untuk mengambil item apa saja yang dibutuhkan, dan Jumpmaster untuk untuk terjun ke lokasi titik jatuh.

Kamu dapat memainkan game ini dalam bentuk squad dengan tambahan dua orang teman. Total satu squad berisi tiga orang. Menariknya, jika salah satu timmu mati, masih dapat dihidupkan kembali selama rekannya belum mati dan menggunakan tipe Legends sebagai healer.

Saat ini, satu map dimainkan oleh 60 pemain yang berarti terdapat 20 tim yang akan saling berebut status sebagai last man standing.

Robot Titannya mana?

Mackey McCandlish selaku game designer Respawn sendiri menjelaskan kenapa tidak ada robot Titan di dalam game Titanfall ini. Alasannya karena Titan adalah robot raksasa yang dapat menghancurkan pemain lain dengan mudah.

“The Titan, as a mechanic tends to fulfill the fantasy of a giant robot. It has to be able to almost trivially destroy other players. It’s like playing poker and holding four aces.” -Mackey McCandlish

Bisa saja mereka membuat Titan sebagai limited time mode yang memungkinkan pemain menggunakan robot Titan tetapi bukan seperti itu rumus bermain di battle royale. Jika berperang hanya dengan Titan, pemai akan balik bertanya lagi mengapa tidak ada pilotnya.

Artinya, penggunaan para Legends di sini sudah sangat tepat untuk pengenalan Apex Legends. Nantinya jug dapat dikembangkan ceritanya sesuai dengan season yang sedang bergulir.

Apakah ada battle pass?

Ya, sudah dikonfirmasi bahwa Apex Legends akan memiliki opsi Battle Pass dengan musim pertama yang dijadwalkan dimulai bulan depan pada awal Maret.

Mirip seperti Fortnite dan Project Darwin, Apex Legends akan memberikan Battle Pass yang di dalamnya terdapat karakter Legends, senjata, kosmetik, dan lainnya.

Bakal ada microtransaction dong karena ada EA? Belajar dari kesalahan, Apex Legends tidak akan menjual barang apa pun yang menawarkan keuntungan gameplay.

Fitur cosmetic hanya berlaku untuk kustomisasi karakter. Terdapat coin sebagai mata uang dalam game yang dapat digunakan untuk membeli Apex Packs, barang di Rotating Shop, dan Legends baru.

Spesifikasi untuk PC

Ukuran file yang harus diunduh cukup besar jika dibandingkan dengan console yang hanya 20GB saja. Bisa dibilang, spesifikasi Apex Legends cukup bersahabat karena kamu dapat memainkannya di CPU Intel Core i3 tetapi dengan minimal RAM 6GB. Berikut spesifikasi lengkapnya:

MINIMUM SYSTEM REQUIREMENTS

  • OS: 64-bit Windows 7
  • CPU: Intel Core i3-6300 3.8GHz / AMD FX-4350 4.2 GHz Quad-Core Processor
  • RAM: 6GB
  • GPU: NVIDIA GeForce GT 640 / Radeon HD 7700
  • GPU RAM: 1 GB
  • HARD DRIVE: Minimum 30 GB of free space

RECOMMENDED SYSTEM REQUIREMENTS

  • OS: 64-bit Windows 7
  • CPU: Intel i5 3570K or equivalent
  • RAM: 8GB
  • GPU: Nvidia GeForce GTX 970 / AMD Radeon R9 290
  • GPU RAM: 8GB
  • HARD DRIVE: Minimum 30 GB of free space

Mengalahkan dominasi Fortnite?

Fortnite memang masih menjadi jawara di genre battle royale selain PUBG karena dunia dan karakternya yang didesain ala kartun, cosmetic untuk melakukan kustomisasi karakter, hingga live event di tiap season.

Namun, bukan tidak mungkin jika Apex Legends nantinya akan mengalahkan Fortnite. Faktanya, game ini dimainkan lebih dari 1 juta pemain hanya dalam waktu 8 jam sejak perilisannya.

Terlebih, game ini dirilis secara free-to-play, matchmaking yang cepat, kemampuan karakter yang beragam, dan cosmetic adalah alasannya.

Hanya saja kekurangannya game ini belum mendukung fitur cross-platform dan live event seperti penggunaan robot Titan secara limited time. Tetapi Gimbot yakin bahwa cross-platform adalah pilihan wajib yang harus diambil jika Apex Legends ingin memiliki jumlah pemain yang lebih banyak.

Itu dia ulasan dari tim Gimbot setelah memainkan Apex Legends. Sudah coba Bot?


Arya Adhitya

Game Enthusiast yang jatuh cinta dengan dunia industri gim dan game development. Gim favorit yang dimainkan adalah Gears of Wars, State of Decay, Warframe, The Uncharted.