Termasuk Project Leonardo, 3 Kontroler Ini Ramah Bagi Penyandang Disabilitas


Sebelum Project Leonardo, Xbox dan Switch punya kontroler yang juga menawarkan aksesibilitas lebih kepada para penyandang disabilitas

Semua orang berhak untuk menikmati hiburan dengan layak, tanpa memandang perbedaan apapun. Hal inilah yang mendasari beberapa perusahaan untuk merilis kontroler khusus bagi para penyandang disabilitas, salah satunya Sony yang merilis konsep Project Leonardo selama Consumer Electronic Show (CES) 2023 awal tahun ini.

Sekilas, mungkin kamu akan berpendapat bahwa kontroler tersebut bentuknya cukup unik dan sepertinya susah untuk dikendalikan.

Namun kontroler ini bisa dikustomisasi sedemikian rupa, sehingga memudahkan para penyandang disabilitas untuk memainkan game-game di PS5.

project leonardo

Namun apakah hanya Sony yang memiliki rancangan untuk menyediakan kontroler yang ramah untuk penyandang disabilitas?

Ternyata tidak! Baik Microsoft dan Nintendo pun sebelumnya juga sudah pernah memiliki kontroler serupa. Berikut adalah 3 proyek kontroler dari ketiga platform tersebut yang ramah bagi para penyandang disabilitas.

1. Project Leonardo (PlayStation 5)

Seperti yang sudah saya sampaikan di awal, Project Leonardo diperkenalkan Sony saat CES 2023 awal tahun 2023 ini. Kontroler ini didesain dengan mempertimbangkan kebutuhan para penyandang disabilitas agar bisa memainkan game dengan nyaman dalam jangka waktu yang lama.

Bentuknya yang modular dan bisa dikustomisasi penuh memungkinkan hal tersebut. Pengguna bisa mengganti-ganti lokasi setiap tombol, bahkan Sony juga menyediakan tombol analog dalam berbagai ukuran yang bisa dipilih sesuai dengan kenyamanan penggunanya.

Project Leonardo

Bukan cuma dari sisi hardware saja. Sony juga menyediakan software yang bisa melakukan mapping tombol-tombol tersebut agar lebih mudah digunakan. Sebagai contoh, pengguna bisa menggabungkan fungsi dari dua tombol ke dalam 1 tombol tertentu. Selain itu, pengguna juga bisa menyimpan beberapa profile untuk menyesuaikan game yang mereka mainkan dan mudah untuk berganti-ganti dari satu profile ke profile yang lain.

Yang menarik, Project Leonardo juga bisa “bekerja sama” dengan peripheral PS5 lainnya seperti DualSense ataupun dengan Project Leonardo yang lain. Pengguna juga bisa menggabungkan Project Leonardo dengan Dual Sense dan menggunakannya secara bersamaan dalam permainan.

Saat ini Project Leonardo masih dalam pengembangan, dan Sony masih terbuka untuk menerima masukan guna membuat kontroler ini lebih baik lagi sebelum dilempar ke pasaran.

2. Adaptive Controller (Xbox)

adaptive controller

Jika Project Leonardo masih dalam pengembangan, Adaptive Controller untuk Xbox ini sudah mulai dipasarkan sejak tahun 2018 lalu. Sekilas melihat bentuk kontroler ini, mungkin kamu akan teringat dengan turntables yang biasa digunakan oleh para DJ.

Bedanya dengan Project Leonardo adalah, bagian-bagian dari kontroler ini tidak bisa dibongkar pasang. Akan tetapi, Microsoft melabeli kontroler ini sebagai hub alias pengguna bisa menghubungkan tombol, joystick ataupun peripheral lain ke Adaptive Controller ini untuk semakin memudahkan dalam bermain game.

Adaptive controller

Persamaan dengan Project Leonardo adalah, kontroler ini juga menyediakan software untuk mengkustomisasi tombol-tombol yang ada. Apakah pengguna ingin menjadikan dua lingkaran besar sebagai tombol A dan B? Atau dua lingkaran tersebut digunakan untuk analog?

Semua bisa dikustomiasi menyesuaikan kenyamanan bermain masing-masing individu.

Selain itu, Adaptive Controller juga bisa digunakan bersamaan dengan kontroler Xbox biasa.

Adaptive Controller sudah dijual di pasaran dengan label harga US$99.9 atau sekitar Rp1,5 juta.

3. 8BitDo Lite SE (Nintendo Switch)

Lite SE

Dibandingkan dengan Project Leonardo atau Adaptive Controller, kontroler third party untuk Switch ini tidak bisa banyak dikustomisasi. Kontroler ini tidak bisa dibongkar pasang bagian-bagiannya, dan juga tidak banyak konektivitas yang ditawarkan. Namun, kontroler ini menyediakan banyak hal yang bisa memudahkan para penyandang disabilitas untuk bermain game-game di Switch.

Salah satunya adalah semua tombol (termasuk tombol R dan L) tersedia di bagian depan kontroler, sehingga memudahkan pengguna yang ingin bermain game dengan meletakkan kontroler ini di meja. Kontroler ini dilengkapi dengan alas anti slip yang membuatnya bisa dimainkan dengan nyaman di segala permukaan meja tanpa takut bergeser.

Bagi pengguna yang memiliki kekuatan otot terbatas, tombol-tombol di Lite SE dibuat lebih empuk dan tidak membutuhkan banyak tenaga saat menekannya. Lalu terdapat juga fungsi turbo yang bisa dikustomisasi sesuai dengan keinginan.

Karena fiturnya yang jauh lebih simpel, Lite SE pun dibanderol dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan Adaptive Controller (dan juga mungkin Project Leonardo), yaitu seharga US$34.99 atau sekitar Rp525 ribu.


Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
wanwan
wanwan
January 20, 2023 8:24 am
Febrianto Nur Anwari
Part-time gamer, part-time adventurer