Pandemi Meningkatkan Perilaku Konsumtif di Kalangan Gamer Mobile

Laporan keuangan Tencent menunjukkan peningkatan yang pesat di sisi revenue game mobile, sementara revenue game PC justru menurun.


Pandemi COVID-19 telah berdampak buruk pada berbagai sektor industri, khususnya industri yang bertipe hospitality seperti restoran, transportasi, atau event. Namun bagi industri game, wabah ini tidak sepenuhnya jadi bencana. Ternyata ada juga yang mengalami peningkatan, seperti telah dibuktikan oleh Tencent dalam laporan keuangannya baru-baru ini.

BACA JUGA: Tokyo Game Show 2020 Batal Karena COVID-19, Akan Diganti dengan Acara Online

Laporan keuangan Tencent untuk kuartal pertama tahun 2020 menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan, bahkan melampaui ekspektasi awalnya. Pemasukan kencang Tencent datang dari tiga bidang, yaitu gaming, fintech, dan advertising. Total revenue mereka mencapai 108 miliar Yuan (sekitar Rp226,1 triliun). Dari seluruh revenue tersebut, game mobile menyumbang porsi sebesar 34,7 miliar Yuan (sekitar Rp72,6 triliun).

Call of Duty: Mobile cukup gencar mendapat update | Sumber: Call of Duty: Mobile

Game menjalankan peran penting dalam menjaga para pemain tetap terhibur dan terhubung, khususnya selama periode stay-at-home. Untuk game mobile, studio-studio kami telah merilis konten yang apik dan tim penerbit kami menjalankan beragam event serta aktivitas in-game menarik, menghasilkan DAU (daily active users) yang lebih tinggi,” ujar Tencent, dilansir dari CNBC.

Nilai revenue game mobile ini melampaui prediksi analis bank investasi Jefferies yang memperkirakan angka sebesar 31,6 miliar Yuan. Ada dua game mobile milik Tencent yang menunjukkan performa tinggi di Cina, yaitu Honor of Kings (Arena of Valor versi Cina) dan Peacekeeper Elite. Sementara di pasar global, PUBG Mobile, Brawl Stars, dan Call of Duty: Mobile jadi andalan.

PUBG Mobile, selalu jadi andalan | Sumber: PUBG Mobile

Sebaliknya, revenue untuk game PC ternyata mengalami penurunan sebesar 17%. Menurut Tencent, penyebabnya adalah penutupan sementara kafe-kafe internet, serta revenue dari game berjudul Dungeon & Fighter (DnF) yang kurang memuaskan. Total pemasukan Tencent dari game PC di kuartal ini sebesar 11,8 miliar Yuan (sekitar Rp24,7 triliun).

Bila kita melihat industri game global secara keseluruhan, sebetulnya tidak hanya Tencent yang mengalami peningkatan pemasukan. Perusahaan-perusahaan raksasa lain seperti Microsoft, Nintendo, Epic Games, hingga Twitch, juga mengalami peningkatan dalam interaksi dengan konsumen. Secara umum, pandemi telah terbukti mendorong kenaikan revenue maupun engagement untuk produk-produk digital.

Dungeon & Fighter, performanya kurang memuaskan | Sumber: Daniel Ahmad

Di sisi lain, produksi produk fisik seperti hardware atau cartridge game dan Blu-ray Disc cukup terhambat. Ada beberapa produk yang terlihat tidak begitu terdampak, contohnya PS5 yang, menurut Sony, masih tetap akan meluncur pada musim liburan 2020. Tapi banyak juga penerbit game yang terpaksa mengundur perilisan game sebab proses pembuatannya terhambat pandemi.

Peningkatan pemasukan ini bukan sekadar sebuah “kesempatan dalam kesempitan”, bisa juga menjadi referensi strategi bisnis bagi perusahaan-perusahaan game untuk mengadapi situasi krisis seperti pandemi saat ini. Namun tentu saja akan lebih baik bila krisis segera berakhir supaya perputaran roda ekonomi bisa berjalan normal kembali.

Sumber Gambar: Reuters via Business Insider


Ayyub Mustofa

Jarang main game sampai tamat kecuali untuk review. Menyukai hampir semua genre, dan hingga kini masih menunggu kemunculan Megaman X9.