Sebagai seorang gamer yang mulai mengenal game di era 90an, PSOne menjadi salah satu gadget “impian” penulis (dan mayoritas anak-anak yang lain) karena harganya yang masih cukup mahal di masa itu. Main di rental PS menjadi salah satu rutinitas di akhir pekan, atau sepulang sekolah jika tidak ada PR. Dan, salah satu game yang rutin dimainkan adalah Winning Eleven, alias PES untuk versi baratnya.
Tidak bisa dipungkiri, perseteruan Winning Eleven dan FIFA pada saat itu tidak seketat sekarang. Persaingannya dimenangkan oleh Winning Eleven dengan cukup telak -setidaknya jika kita melakukan survei di rental-rental PS di jaman itu. Tidak mengherankan sih, karena gameplay dari Winning Eleven yang bernuansa arcade lebih mengasyikkan dibandingkan FIFA yang lebih ke simulasi. Apalagi jika dimainkan di rental PS bersama dengan teman.
Nah, bagi kamu yang seumuran dengan penulis, pasti masih ingat deh dengan lima hal yang paling dikenang saat main Winning Eleven di PSOne berikut ini.
Kenal Pemain dari Save Data di Memory Card

Pasti masih ingat bukan dengan masa-masa di mana kapasitas memory card dilambangkan dengan blok-blok? Nah, bagi para gamer Winning Eleven, memiliki save data Winning Eleven yang mengisi salah satu atau beberapa blok di memory card adalah hal yang wajib. Apa sih isinya?
Yap, karena Winning Eleven adalah versi Jepang dari PES, maka tentu saja nama-nama pemain yang ditampilkan pun masih dalam bahasa Jepang. Di sinilah save data tersebut berguna, untuk mengubah nama-nama pemain tersebut dengan abjad yang kita semua kenal. Selain dengan save data lain seperti tim Master League.
Bahkan, penulis masih ingat ada sebuah majalah game di Indonesia yang memuat daftar hampir semua nama-nama pemain yang ada di Winning Eleven, sehingga bagi gamer yang “rajin”, mereka mengganti nama pemain di game satu per satu dengan acuan daftar tersebut. Atau kalau malas, ya tinggal copy saja save data yang ada di memory card milik pemain lain atau abang pemilik rental…
Trik “Haram” Wancu
Membaca kata-kata trik haram, pasti pikiran kamu langsung tertuju kepada satu trik. Yap, kombinasi tombol L1+X alias wancu (umpan one-two maksudnya hehe). Dengan menekan kombinasi tombol ini, dua pemain bisa sangat berbahaya di dekat kotak penalti lawan, dan bisa membuatmu mudah melewati musuh. Dan dulu, tidak ada trik yang benar-benar bisa menghentikannya!
Jika dilakukan dengan timing yang tepat menggunakan dua pemain dengan statistik akurasi umpan dan speed yang tinggi, trik one-two ini memperbesar peluangmu melewati lawan dan mencetak gol berkali-kali lipat. Tidak mengherankan jika trik ini diharamkan, dan bisa membuat jengkel lawan mainmu. Yang awalnya datang berdua ke rental PS, bisa-bisa pulang sendiri-sendiri jika pakai trik ini…
Roberto Carlos Jadi Striker Cuma di Winning Eleven
Semua mengenal Roberto Carlos sebagai salah satu bek sayap terbaik sepanjang masa. Begitu pula di Winning Eleven. Roberto Carlos memiliki statistik yang cukup lengkap. Akselerasi bagus, larinya cepat, dan tendangannya sangat kencang dan mematikan.
Kenapa tidak mengganti perannya menjadi striker? Dan itulah yang ada di benak para gamer Winning Eleven dulu, dan akhirnya benar-benar diimplementasikan. Cuma satu kekurangan Roberto Carlos jika ditempatkan sebagai striker. Jangan sekali-sekali memberikan umpan lambung..
Suara Jon Kabira yang Membangkitkan Semangat
Siapa sih Jon Kabira? Dialah komentator yang setia menemanimu dalam setiap pertandingan di Winning Eleven klasik. Nama Kabira mulai dikenal di dunia barat ya lewat suara-suara khasnya kala mengomentari aksi dalam game ini. Shuutooo! Wancu! adalah dua kata-kata yang mungkin kamu ingat. Semuanya diteriakkan untuk membangkitkan semangat kita-kita yang di depan layar kaca.
Namun tahukah kamu apa pekerjaan Kabira sebenarnya? Dia adalah seorang presenter dan penyiar radio yang cukup tenar di Jepang. Dia juga beberapa kali mengisi dubbing film-film di Jepang seperti Shrek.
Game dengan Kearifan Lokal
Pada zaman PSOne dulu, menduplikasi CD game bajakan cukup mudah. Hasilnya, banyak judul-judul Winning Eleven yang “nyeleneh” dan tidak resmi hasil duplikasi dan modding yang dilakukan oleh para modder. Ada Winning Eleven yang hanya berisi tim-tim Liga Indonesia. Ada juga Winning Eleven yang menggunakan musik khas Indonesia seperti gambar di bawah ini.

Cuma di Winning Eleven klasik, kamu bisa main bola sambil goyang dangdut bersama Inul Daratista!
Bagaimana para gamer Winning Eleven? Memori apa sih yang paling kamu kenal saat main game ini di PSOne atau di PS2 dulu?
