Nostalgia Review Tomb Raider 2013 – Berjaya Karena Perubahan Besar

Square Enix dan Eidos membawa perubahan besar pada franchise ini yang membuat namanya kembali terangkat setelah tenggelam karena game-game baru.


Nostalgia Review Tomb Raider 2013

Tomb Raider adalah salah satu franchise terbaik yang sudah bertahan di industri game selama lebih dari dua dekade. Saat masa jayanya, tak ada game aksi platformer yang lebih baik dari game besutan Eidos ini. Lara Croft selalu mampu mengambil hati penggemarnya dengan ciri khasnya sebagai seorang petualang.

Tapi kemudian persaingan yang semakin sengit di industri game membuat franchise ini terlempar dan sempat terlupakan terlebih lagi setelah Naughty Dog merilis Uncharted Series yang mampu menyingkirkannya. Merasa sudah harus berubah, Square Enix dan Eidos mengambil sebuah langkah yang cukup ekstrem pada Tomb Raider.

BACA JUGA: Deretan 5 Game Horor yang Mendapatkan Pencekalan di Mancanegara

Mereka melakukan desain ulang dan mengubahnya menjadi game yang sepenuhnya baru tanpa membawa lagi embel-embel Lara Croft yang mirip Angelina Jolie. Perubahan ini kembali membawa nama Tomb Raider kembali ke permukaan bahkan menjadi salah satu yang terbaik di tahun 2013 dan menjadi salah satu yang terbaik hingga saat ini.

Gimbot memanfaatkan momen work from home ini untuk memainkannya kembali dengan setting maximum di PC. Bagaimana pengalaman kami setelah memainkannya kembali? Berikut ulasannya.

Cerita Awal Mula Seorang Lara Croft

Hingga sekarang kita masih belum tahu bagaimana masa lalu dari Lara Croft di seri Tomb Raider. Kita hanya tahu bahwa ayahnya adalah seorang penjelajah andal yang kemudian jejaknya diikuti oleh sang anak. Square Enix mengambil dasar ketidakjelasan itu untuk menjadi pondasi cerita dari Tomb Raider 2013 yang merupakan seri reboot.

Di sini kita diperkenalkan oleh Lara Croft yang masih menjadi gadis biasa. Dia memang merupakan seorang penjelajah, namun juga masih seorang gadis yang penakut dan manja di satu sisi. Yang kita ketahui adalah Lara suka hiking yang menjadi modalnya untuk membantu teman-temannya. Satu lagi, di sini Lara tidak pernah membunuh orang.

Celah ini dimanfaatkan Square Enix dengan baik di mana perlahan-lahan kita bakal melihat perubahan Lara dari gadis manja dan penakut menjadi seorang survivor sejati. Salah satu perubahannya terlihat jelas pada dialog yang sering dilontarkan Lara di mana di awal-awal dia sering mengatakan hal-hal yang menandakan dirinya sedang takut dan gelisah namun seiring berjalannya waktu dia sering melontarkan dialog yang bikin lawannya gemetar.

Contohnya seperti di sepertiga akhir permainan, dia selalu mengkonfrontir musuhnya dan mengejek musuhnya yang menandakan mentalnya sebagai seorang survivor sudah sangat terasah. Tak hanya soal dialog, Square Enix juga memperkuat perubahan mentalitas seorang Lara dari yang tadinya peragu, pengeluh, dan kurang peka menjadi sosok yang tegar, cermat, dan peka.

Perubahan ini dieksekusi dengan baik melalui pace yang pas. Tidak ada perubahan tiba-tiba dari seorang Lara Croft di sini. Semua prosesnya bisa kita rasakan dan saksikan.

Salah Satu yang Terbaik di Eranya dan Setelahnya

Tomb Raider 2013

Keistimewaan dari game yang satu ini adalah Square Enix benar-benar tak setengah-setengah ketika menggarapnya. Mereka mengubah keseluruhan game Tomb Raider menjadi game yang sepenuhnya baru dan berbeda jauh dari game-game sebelumnya. Lantas apa saja yang dilakukan Square Enix dan Eidos pada Tomb Raider 2013?

Pertama, mereka mengubah desain dari Lara Croft dari yang sangat Angelina Jolie sekali menjadi seorang yang benar-benar beda. Usianya juga jauh lebih muda di mana Lara versi Tomb Raider 2013 adalah seorang remaja. Square Enix juga mengubah ciri khas Lara Croft di versi reboot.

Kedua, mereka mengubah gameplay Tomb Raider dari platformer-action menjadi full action di mana pertarungan menjadi yang lebih ditonjolkan di samping memecah puzzle dan lompat platform sana sini seperti game terdahulu. Memang Square Enix dan Eidos tak menghilangkan unsur puzzle dan platformer-nya melainkan mengubahnya menjadi bentuk baru.

Ketiga, ini ada hubungannya bentuk baru tadi di mana Tomb Raider 2013 lebih eksploratif dengan menyajikan sebuah tempat rahasia bernama The Tomb. The Tomb ini berisikan puzzle dan platformer untuk mendapatkan hadiah, salah satunya adalah skill point.

BACA JUGA: 5 Karakter yang Jago Melakukan Stealth Kill dalam Video Game! Siapa Mereka?

Keempat, Square Enix menyuntikan visual yang futuristik dengan sejumlah fitur menarik di dalamnya salah satunya adalah TressFX yang membuat visual rambut Lara menjadi seperti rambut sungguhan. Uniknya, meski punya visual dahsyat, Tomb Raider 2013 sangat optimal di semua platform. Visual ini didampingi dengan sound design yang juga menarik dalam membungkus petualangan Lara.

Kelima, Square Enix benar-benar memperhatikan jalan cerita dan karakter di mana ini sama sekali tak bisa ditemukan di game Tomb Raider sebelumnya.

Keenam, Tomb Raider 2013 menyajikan sebuah fitur upgrade path yang tak ditemukan di zaman dulu. Fitur ini juga tidak bisa kita temukan di semua game aksi karena lebih lekat kaitannya dengan game RPG. Namun Square Enix memasukan elemen upgrade untuk membuat pertempuran makin fun.

Keenam elemen ini mampu membuat Tomb Raider 2013 menjadi salah satu yang terbaik di eranya ketika rilis dan tetap menjadi salah satu yang terbaik di era setelahnya. Bahkan di forum-forum mengatakan bahwa diantara trilogy Tomb Raider Reboot, yang terbaik adalah yang pertama.

Gimbot setuju dengan anggapan yang satu terutama untuk urusan pace dan aksi, semua porsinya terasa tepat dieksekusinya oleh Square Enix.

Kombinasi Empat Senjata

Jika kalian sadar, Lara Croft versi lama lebih dikenal dengan karakter yang menggunakan senjata dual pistol yang menjadi trademark-nya. Tapi dengan penuh risiko,  Square Enix mengambil langkah untuk menghapus trademark tersebut dengan membuat Lara yang benar-benar layak dianggap sebagai survivor.

Di Tomb Raider 2013 Lara dibekali dengan empat senjata plus satu senjata melee. Yang akan dibahas oleh Gimbot adalah kombinasi empat senjata yaitu pistol biasa, Assault Rifle, Shotgun, dan Panah. Dari awal sampai akhir kita hanya pakai empat senjata ini untuk menundukan musuh. Uniknya, tidak ada yang paling dominan di dari keempat senjata tersebut.

Keempatnya dibuat selalu melengkapi satu sama lain seiring dengan berkembangnya cerita menjadi lebih kompleks. Hal ini didasari pada keputusan Square Enix untuk selalu membawa beberapa varian musuh untuk dihadapi Lara khususnya ketika scene atau momen Lara dikepung di markas musuh.

Variatifnya tipe musuh ini memaksa kita untuk terus berganti senjata dan keempatnya akan terus digunakan sampai para musuh ini tumbang. Jika memaksa menggunakan satu jenis senjata umumnya bisa dilakukan, tapi kalian akan kesulitan. Seperti panah yang akan susah untuk menundukan musuh berbaju besi sementara Shotgun hanya butuh dua tembakan untuk menumbangkan musuh tipe itu.

Pistol pun bisa digunakan di banyak kesempatan namun akan susah ketika Lara dikepung dari berbagai sudut sehingga memaksa kita untuk mengeluarkan senapan laras panjang. Menjaga balancing senjata adalah hal yang patut diapresiasi dari Tomb Raider 2013.

Banyak Momen Menegangkan yang Pas

Tomb Raider 2013

Sebagai sebuah game aksi, Tomb Raider berhasil menyuguhkan banyak sekali momen menegangkan. Kesemua momen menegangkan ini dieksekusi dengan pas dan tak berlebih porsinya. Menurut Gimbot, tak ada satu momen menegangkan di Tomb Raider 2013 yang terasa dipaksakan. Meski Lara dinilai terlalu sial di game ini karena harus berkali-kali jatuh ke dalam kesulitan, namun semuanya terasa dieksekusi natural.

Ada banyak momen seperti terjun payung, jatuh dari jembatan, atau berlari dari gedung yang hancur berantakan. Momen menegangkan pas ini akan terngiang-ngiang di otak kalian dan tidak sabar untuk terus memainkan Tomb Raider 2013 demi melihat momen-momen menegangkan di dalamnya.

Tak Sempurna, Tetap Ada Kekurangan

Meskipun Tomb Raider 2013 terasa luar biasa, namun menurut Gimbot, setidaknya ada satu kekurangan yang bisa kita temukan game ini di luar bug. Kekurangan pertama adalah beberapa skill yang membuat Lara menjadi karakter yang overpower. Seperti skill Arrow Retrieval yang membuat kita bisa mengambil kembali panah yang ditembakan ke target sehingga mustahil membuat kita mengalami nol peluru hingga memaksa menggunakan senjata melee.

Bicara soal overpower, kita juga tak bakal kesulitan mencari peluru karena mayat dari orang yang kita tundukan menyajikan banyak peluru untuk di loot.

Kesimpulan

Kesimpulannya adalah Tomb Raider 2013 sangat menarik untuk dimainkan bahkan meski usianya sudah tujuh dari setelah game dirilis. Di Steam, game ini cukup murah ketika diskon karena hanya dibanderol sebesar Rp20 ribuan saja di mana kualitasnya jauh melebihi harga yang ditawarkan. Bahkan meski sudah banyak game aksi yang jauh lebih modern, game ini masih bisa berbicara banyak untuk dianggap sebagai salah satu yang terbaik. Kalian yang sedang mencari game aksi yang ramah spek di PC, Tomb Raider 2013 layak dimainkan.

Tomb Raider 2013 ini dimainkan di setting ultra dengan spesifikasi PC:

  • Ryzen 5 2600
  • Galax GTX 1660 6GB GDDR5
  • RAM XPG Gammng D30 3000MHZ 16GB (8×2)
  • MSI B450 A-PRO
  • Galax SSD 128GB
  • HDD 2,5TB
  • PSU Super Flower Leadex Gold 550W 80+ Gold

Beli Tomb Raider 2013 di Steam


Azzizil Adam

Main game gak bakal bikin masa depan suram. Yang bikin suram adalah ketika lo malas berbuat sesuatu! Happy gaming.