Microsoft secara resmi mengumumkan bahwa perusahaan telah menghentikan dukungan Xbox untuk platform Windows Phone. Pengumuman yang pertama kali disampaikan lewat aplikasi Xbox di Android dan iOS ini, menginfokan bahwa keputusan ini dimulai pada tanggal 16 Mei 2022 mendatang.
BACA JUGA: Square Enix Buka Pra-Registrasi Hitman Sniper: The Shadows di Android
Langkah ini diambil Microsoft setelah satu tahun sejak update terakhir di Windows Phone pada bulan Januari 2020. Seperti yang dilaporkan oleh Windows Central, mulai tanggal penghentian dukungan tersebut, para pengguna sudah tidak bisa lagi menyimpan progres game mereka yang sebelumnya tersimpan di cloud. Beberapa game mungkin bisa dapat dimainkan, meskipun fitur online sudah tidak aktif lagi.
“Mulai tanggal 16 Mei 2022, fitur Xbox tidak akan lagi tersedia di perangkat Windows Phone. Sebagai bagian dari perubahan ini, achievement yang diperoleh dari Windows Phone tidak akan tersimpan. Beberapa game mungkin masih bisa dimainkan lewat smartphone Anda, namun progres di game tersebut tidak akan disimpan di profil Xbox Anda.” bunyi pemberitahuan dari Microsoft lewat aplikasi Xbox.
Windows Phone pertama kali dirilis pada tahun 2010, dan perangkat ini ditujukan untuk menjadi berkompetisi di pasar ponsel melawan iOS dan Android. Sebagai informasi, Windows Phone mengambil alih market share Blackberry pada tahun 2013 silam, mengalahkan Blackberry 10 OS yang saat itu baru muncul. Terlebih, sebagai bagian dari strategi, Microsoft juga telah mengakuisisi Nokia dengan nilai sekitar 7 miliar dolar (sekitar 100,5 triliun rupiah). Namun sayang, minat pengguna pada Windows Phone telah menurun pada tahun 2016, karena iOS dan Android lebih digemari. Setahun setelah itu Microsoft memutuskan untuk mengakhiri pengembangan Windows Phone. Saat ini, pengguna bisa memainkan game Xbox lengkap lewat smartphone, via aplikasi Xbox Game Pass, dan ada beberapa game yang dikembangkan untuk iOS dan Android yang telah terintegrasi dengan Xbox.
Bagaimana menurut pendapatmu? Apakah nasib dari Windows Phone akan berakhir sama seperti Nokia atau Blackberry?
