Industri gim kembali diguncang oleh rumor mengenai restrukturisasi besar-besaran di tubuh Microsoft Gaming.
Berdasarkan laporan yang beredar di platform profesional anonim, Blind, raksasa teknologi tersebut dikabarkan tengah mempersiapkan pemangkasan tenaga kerja hingga 15 persen dari total staf di divisi gimnya.
Kabar ini muncul hanya beberapa bulan setelah pergantian kepemimpinan ke Asha Sharma, yang mengambil alih peran CEO dari Phil Spencer pada Februari lalu.

Meskipun Microsoft belum memberikan konfirmasi resmi, spekulasi ini diperkuat oleh adanya kebijakan pembekuan perekrutan di beberapa departemen strategis.
Rumor tersebut menyebutkan bahwa pengumuman resmi kemungkinan akan dilakukan pada awal Mei atau Juni mendatang.
Jika informasi ini terbukti benar, dampaknya diprediksi akan menyentuh berbagai entitas di bawah naungan Microsoft Gaming, termasuk tim dari Xbox Game Studios, ZeniMax, hingga Activision Blizzard yang baru saja sepenuhnya terintegrasi.
Para analis melihat potensi langkah ini sebagai upaya efisiensi di tengah target ambisius yang belum sepenuhnya tercapai serta pergeseran fokus perusahaan menuju integrasi kecerdasan buatan (AI) yang lebih agresif.

Situasi ini mencerminkan kondisi industri secara umum di Amerika Utara, di mana banyak perusahaan besar terpaksa melakukan perampingan demi menjaga stabilitas finansial di tengah biaya pengembangan gim yang terus melambung tinggi.
Kabar ini tentu menjadi pil pahit bagi komunitas pengembang, mengingat Microsoft sebelumnya telah melakukan beberapa putaran PHK dalam dua tahun terakhir.
Namun, hingga pernyataan resmi dikeluarkan, komunitas industri tetap berharap bahwa kabar ini hanyalah bagian dari kekhawatiran pasar dan bukan sebuah rencana yang akan dieksekusi secara brutal.
