Isu keselamatan anak-anak di platform gim daring kembali menjadi sorotan tajam. Buntut dari maraknya kasus ancaman predator anak—sebagaimana sempat dibahas oleh YouTuber Schlep dan pembawa acara To Catch a Predator, Chris Hansen, di ajang CrimeCon—kini mendorong jajaran Senat Amerika Serikat untuk mengambil tindakan tegas terhadap Roblox.
Dua Senator AS, Josh Hawley dan Dick Durbin, secara resmi meluncurkan penyelidikan mendalam terkait mekanisme perlindungan pengembang platform terhadap pengguna di bawah umur.
Hawley dan Durbin, yang masing-masing menjabat sebagai Ketua dan Anggota Senior Subkomite Kejahatan dan Kontraterorisme di Komite Kehakiman Senat, melayangkan surat terbuka yang ditujukan langsung kepada Pendiri sekaligus CEO Roblox, David Baszucki.

Dalam surat tersebut, pihak parlemen mempertanyakan komitmen perusahaan dan menduga bahwa Roblox lebih memprioritaskan pertumbuhan pendapatan ketimbang keselamatan serta kesejahteraan anak-anak. Adanya dugaan aktivitas kriminal yang berulang di dalam platform gim ini dinilai memerlukan pengawasan ketat dari tingkat Kongres.
Melalui penyelidikan ini, dua anggota parlemen tersebut menuntut Baszucki untuk menyerahkan dokumen komprehensif yang menjelaskan langkah-langkah konkret perusahaan dalam menangani kasus pelecehan, perundungan, hingga eksploitasi finansial terhadap pengguna anak.
Roblox diberikan tenggat waktu hingga 31 Agustus 2026 untuk memberikan klarifikasi serta penyerahan dokumen resmi. Langkah ini diharapkan dapat mendorong standar keamanan yang lebih ketat bagi platform-platform gim besar yang menyasar pasar anak-anak di seluruh dunia.
