Belum usai kritik pedas mengenai integrasi sistem klasifikasi gim nasional ke platform Steam, Indonesia Game Rating System (IGRS) kini dihantam isu yang jauh lebih serius. Sebuah dugaan kebocoran data (data leak) mencuat ke publik, mengancam privasi ribuan pengembang gim serta kerahasiaan proyek-proyek yang belum dirilis.
Isu ini pertama kali mencuat setelah seorang pengguna di forum Reddit, yang sedang mencoba membuat frontend alternatif untuk sistem IGRS, menemukan celah keamanan yang fatal. Berdasarkan temuan tersebut, sistem IGRS diduga secara tidak sengaja memaparkan data sensitif ke publik. Tidak tanggung-tanggung, sekitar 1.000 alamat email pengembang dilaporkan bocor, mencakup pengembang indie lokal hingga raksasa global seperti HoYoverse.

Yang lebih mengejutkan, kebocoran ini juga menyeret judul-judul gim yang bahkan belum diumumkan secara resmi atau masih dalam tahap pengembangan rahasia. Dua judul yang santer disebut adalah 007 First Light dan Echoes of Aincrad. Tersebarnya informasi ini ke ruang publik berisiko merusak rencana pemasaran pengembang dan berpotensi melanggar kesepakatan kerahasiaan (Non-Disclosure Agreement/NDA) yang sangat ketat di industri gim.
Lemahnya sistem keamanan ini memicu reaksi keras dari para tokoh industri gim nasional. Kris Antoni, pendiri Toge Productions, turut menyuarakan keprihatinannya. Menurutnya, masalah keamanan data ini adalah isu fundamental yang seharusnya sudah tuntas sebelum sistem diintegrasikan ke platform sebesar Steam. Jika data dasar seperti email pengembang saja bisa terekspos, kekhawatiran mengenai integritas data lainnya menjadi sangat beralasan.
Ternyata tidak hanya sistem klasifikasinya yg berantakan, proteksi keamanan datanya juga ternyata tidak ada.
— Kris Antoni – Toge Productions (@kerissakti) April 12, 2026
Klo kyk gini, gameplay dan konten bakal bocor semua bahkan sebelum reveal announcement gamenya.
Negara open source memang mantab! https://t.co/JiUqFaWzqW pic.twitter.com/nBijyE6ecE
Hingga saat ini, komunitas pengembang masih menunggu pernyataan resmi dan langkah mitigasi dari pihak otoritas terkait untuk menutup celah keamanan tersebut dan memastikan perlindungan data bagi seluruh pengembang yang terdaftar di sistem IGRS.
