Konami Buktikan Mereka Bisa Terus Membuat Castlevania Walau Tanpa Koji Igarashi

Konami pernah berkata ingin membangkitkan sejumlah IP lama menjadi game baru. Mereka sudah membuktikan janji itu untuk seri Castlevania.


Sudah bukan rahasia lagi kalau reputasi Konami dalam beberapa tahun ke belakang sedang tidak baik. Mulai dari perpisahan mereka dengan Hideo Kojima, munculnya Metal Gear Survive yang dibenci banyak gamer, pembatalan Silent Hills, hingga perpisahan dengan Koji Igarashi, begitu banyak alasan untuk membuat kita antipati terhadap Konami.

Para developer veteran mantan Konami kemudian menciptakan game sendiri, dan mereka berhasil membuktikan keandalan di bidangnya masing-masing. Kojima sukses besar dengan Death Stranding, Igarashi pun merilis Bloodstained: Ritual of the Night yang sangat keren. Di tempat lain, Yoshitaka Murayama (kreator Suikoden) juga telah berkarya dalam JRPG baru yaitu The Alliance Alive.

Kalau kamu rindu karya Yoshitaka Murayama, cobalah The Alliance Alive | Sumber: Moby Games

Untuk waktu yang cukup lama, Konami seperti menjauhi para penggemar setia mereka. Fokus bisnis mereka pun sempat bergeser, dari menciptakan game berkualitas di console menjadi bisnis judi pachinko. Namun tampaknya mereka berada dalam masa transisi lagi. Sadar atau tidak, kita sedang memasuki sebuah “era pertaubatan Konami”, dan saya merasa era ini akan jadi sangat seru untuk diikuti.

Situasi Terkini dari Konami

Awal perubahan terjadi di tahun 2018, ketika Konami mengadakan perubahan di posisi manajemen serta pembentukan divisi baru yang khusus menangani produksi game. Kemudian di tahun 2019 lalu, Konami mengeluarkan pernyataan bahwa mereka ingin memanfaatkan properti intelektual yang dimiliki untuk menciptakan sejumlah game berkualitas, baik itu di console, arcade, maupun mobile.

Perkembangan terbaru belakangan ini, rumor beredar bahwa Konami sedang bekerja sama dengan Hideo Kojima untuk membangkitkan kembali Silent Hills! Tidak hanya itu, mereka juga dikabarkan ingin membuat game lain yang merupakan reboot dari seri Silent Hill, dan akan melibatkan kreator asli seri tersebut. Memang masih belum ada pengumuman resmi, tapi sejumlah pihak sudah memberi teaser yang menunjukkan bahwa sepertinya kabar itu memang benar.

Semua perubahan ini membuat saya optimis Konami bisa bangkit kembali ke era keemasannya dan memuaskan para penggemar. Sama seperti Capcom yang memutar balikkan situasi dan kini jadi salah satu studio game terbaik dunia, saya merasa bahwa Konami akan tampil dengan sejumlah produk yang menggemparkan dunia game dalam waktu dekat.

Semoga saja rumor kebangkitan Silent Hills itu benar | Sumber: VG247

Kita kemungkinan masih harus menunggu lama sampai Silent Hill reboot dan Silent Hills dirilis. Tapi kalau kamu ingin melihat sekilas seperti apa potensi kualitas game yang bisa ditelurkan oleh Konami setelah “bertaubat”, saya sangat merekomendasikan kamu untuk memainkan sebuah game mobile yang dirilis Konami di akhir tahun 2019 kemarin. Game itu adalah Castlevania: Grimoire of Souls.

Membuktikan Diri Melalui Castlevania: Grimoire of Souls

Apa spesialnya game ini dibandingkan game mobile lainnya di pasaran? Sederhana saja. Meskipun memang game mobile dan menggunakan sistem free-to-play, game ini berhasil mempertahankan banyak sekali aspek penting yang membuatnya terasa seperti sebuah game Castlevania sejati. Bahkan kalau kita kesampingkan fakta bahwa dia game mobile, saya berani berkata bahwa Castlevania: Grimoire of Souls tidak kalah bagus dari Bloodstained: Ritual of the Night. Setidaknya, dalam hal gameplay intinya.

Sama seperti Bloodstained, game ini juga menggunakan tampilan visual 3D sambil mempertahankan gaya permainan side-scrolling. Menariknya, walau menggunakan sistem level yang pendek-pendek dan bukan kastil besar seperti seri orisinalnya, Konami merancang setiap level dalam Castlevania: Grimoire of Souls dengan begitu baik. Penempatan musuh yang menantang, eksplorasi berliku khas genre metroidvania, jebakan-jebakan yang membuatmu memutar otak, hingga dinding rahasia berisi ayam goreng untuk menyembuhkan nyawa, semua ada di sini.

Secara artistik, Castlevania: Grimoire of Souls juga terasa “Castlevania banget”, berkat artwork yang dibuat langsung oleh Ayami Kojima serta soundtrack berisi aransemen dari lagu-lagu latar seri Castlevania klasik gubahan Michiru Yamane. Ini didukung pula dengan gameplay yang sangat seru, yang menurut saya merupakan sebuah evolusi yang pas bagi seri Castlevania.

Walau “hanya” game mobile, Castlevania: Grimoire of Souls terasa seperti Castlevania sungguhan | Sumber: Google Play

Kamu bisa memainkan berbagai karakter ikonik seperti Alucard, Maria Renard, atau Shanoa, masing-masing dengan jenis senjata, gaya bertarung, serta kemampuan berbeda-beda. Perubahan besar dari Castlevania klasik yang membuat game ini terasa modern dan begitu fun adalah adanya sistem combo. Kamu bisa menyerang dengan pukulan serta tebasan bertubi-tubi baik di darat maupun udara, beda dari Bloodstained yang masih menggunakan sistem serangan tunggal seperti Castlevania zaman baheula.

Setiap karakter juga dilengkapi berbagai macam skill unik yang sesuai dengan lore masing-masing. Alucard misalnya, bisa berubah menjadi serigala, kelelawar, atau kabut. Maria Renard mampu mengendalikan hewan-hewan seperti kucing dan burung untuk menyerang lawan. Sementara Simon Belmont bertarung dengan bekal alat-alat pemburu vampir, termasuk kapak, cambuk, serta salib suci. Lebih asyik lagi, game ini juga mendukung penggunaan kontrol gamepad untuk aksi yang lebih responsif!

Ayami Kojima dan Michiru Yamane turun tangan langsung di sini | Sumber: Google Play

Castlevania: Grimoire of Souls sangat berhasil menyajikan pengalaman metroidvania yang menyenangkan, dan patut disayangkan gameplay sebagus ini hadir sebagai game mobile free-to-play. Konami juga mengambil keputusan aneh dengan hanya merilisnya di wilayah Kanada. Jadi kalau kamu ingin main, untuk saat ini kamu masih harus mengunduh installer di luar Google Play Store, misalnya melalui QooApp atau situs APKPure.

Terlepas dari keputusan aneh tersebut, saya rasa game ini menunjukkan bahwa Konami masih belum kehilangan taji. Mereka masih mampu menciptakan game berkualitas, bahkan mampu meneruskan seri Castlevania walau tanpa kontribusi dari Koji Igarashi.

Bila Konami mau, mereka pasti bisa memaksimalkan potensi dan menciptakan game yang lebih bagus lagi di masa depan. Saya tak sabar untuk melihatnya, kembali merasa gembira, dan berkata, “Konami is back!” Semoga saja cepat terwujud.


Ayyub Mustofa

Jarang main game sampai tamat kecuali untuk review. Menyukai hampir semua genre, dan hingga kini masih menunggu kemunculan Megaman X9.