5 Kelebihan Marvel Super War yang Membuatnya Unggul dari Game MOBA Lainnya

Secara gameplay, Marvel Super War tidak berbeda jauh dari game MOBA lainnya. Tapi ia punya aspek-aspek unik yang jadi nilai plus tersendiri.


Menilai sebuah karya seni seperti video game adalah hal yang gampang-gampang susah, karena banyak hal bersifat subjektif di dalamnya. Banyak orang berkata bahwa Arena of Valor lebih baik dari Mobile Legends, misalnya, tapi pada akhirnya tetap lebih banyak yang memilih Mobile Legends, setidaknya di Indonesia. Alasan di balik pilihan setiap orang bisa saja berbeda, tergantung dari apa yang mereka cari dari sebuah game MOBA.

Marvel Super War sebagai pendatang baru di genre game MOBA juga sedang berada dalam dilema serupa. Dalam berbagai aspek, game ini sudah jelas sangat bagus. Tapi bagus saja tidak cukup. Harus ada faktor pembeda yang membuatnya unik dibandingkan MOBA lainnya, sehingga gamer tertarik untuk berpaling.

Pembeda yang utama tentunya adalah setting dan karakter yang berasal dari dunia Marvel. Tapi selain itu ada juga aspek unik lain, yang menurut Gimbot cukup menarik dan membuat Marvel Super War punya keunggulan dari pesaing-pesaingnya. Apa saja keunggulan itu?

Tidak Menggunakan Kata “Bunuh”

Entah kamu sadar atau tidak, Marvel Super War tidak menggunakan istilah “bunuh”, “kill”, atau “death” ketika kamu mengalahkan musuh. Istilah yang digunakan adalah “K.O.” (knockout) dan “defeat”. Begitu pula bila berhasil mengalahkan musuh berturut-turut, istilahnya bukan “Killing Spree”, melainkan “Victory Streak”, “Penta K.O.”, dan seterusnya.

Mengapa demikian? Gimbot rasa penyebabnya adalah karena Marvel merupakan perusahaan yang berada di bawah Disney, dan mereka cenderung ingin menciptakan hiburan yang ramah bagi semua kalangan umur. Ini juga menjadi pengingat bagi kita bahwa Marvel Super War hanyalah sebuah game, bukan pertarungan sungguhan yang harus selalu ditanggapi serius apalagi emosional.

Bukan berarti tidak ada kata-kata “bunuh” sama sekali. Beberapa deskripsi item Jungle masih menggunakan istilah “kill”, juga ada item bernama Deathly Phantom (Hantu Maut di versi Indonesia). Tapi jumlahnya sangat sedikit, dan Gimbot tidak akan kaget kalau deskripsi ini mendapat perubahan di masa depan.

Jungler Tidak Perlu Egois

Salah satu “penyakit” yang sempat menggerogoti Mobile Legends dan Arena of Valor adalah peran jungler yang terkadang menyebalkan. Adanya item yang bertambah kuat seiring semakin banyak jungle monster yang kita bunuh (stack), serta keberadaan efek buff, membuat sebagian pemain terlalu asyik di hutan hingga lupa membantu teman. Seiring perubahan balance masalah ini semakin berkurang, tapi tetap kadang terjadi.

Efek buff dalam Marvel Super War tetap ada sehingga pemain dengan peran jungler bisa mendapat keuntungan. Tetapi uniknya, tidak semua buff itu sifatnya individual. Monster-monster hutan juga bisa memberikan efek yang menguntungkan bagi seluruh tim, misalnya memberikan shield atau memberikan minion tambahan.

Meski tidak berada di lane, jungler tetap bisa membantu tim dengan cara ini. Item untuk jungler juga tidak memiliki sistem stack, sehingga jungler bisa berhenti jungling kapan saja tanpa takut item mereka tidak optimal.

Sistem “Talent” Lebih Fleksibel

Sama seperti Mobile Legends, Marvel Super War memiliki beragam kemampuan pasif yang bisa dipasangkan pada hero sebelum pertarungan. Di Mobile Legends kemampuan ini disebut Talent, sementara di Marvel Super War disebut Power Core.

Perbedaannya, Marvel Super War tidak membatasi kamu untuk menggunakan Power Core di peran tertentu. Di Mobile Legends, memasangkan Talent dari peran Tank di hero Marksman akan membuatmu dihujat massa. Tapi di sini kamu bebas merancang atribut-atribut Power Core sendiri, sesuai selera atau apa yang menurutmu efektif.

Power Core yang berjumlah enam jenis ini mirip dengan enam Infinity Stone yang ada dalam dunia Marvel. Jadi pembagiannya bukan berdasarkan role, tapi berdasarkan karakteristik Infinity Stone yang terdiri dari Mind Stone, Power Stone, Reality Stone, Soul Stone, Space Stone, dan Time Stone. Selain lebih kreatif, ada elemen cerita juga yang membuat gameplay jadi menarik.

Lebih Sedikit Kesempatan Toxic

Salah satu masalah dari permainan game MOBA adalah komunitas pemainnya yang sering kali toxic, mudah emosi, atau tidak bisa bekerja sama. Dan kita tidak bisa menghindari sikap toxic itu 100%. Selama ada cara berkomunikasi, selalu ada peluang untuk toxic, namun Marvel melakukan beberapa upaya untuk menguranginya.

Contohnya, ketika permainan berakhir, kita tidak bisa melakukan chat. Fitur chat setelah permainan ini memang paling sering digunakan untuk menyalahkan teammate, atau untuk mencibir lawan. Dengan hilangnya fitur chat, kita bisa lebih fokus lanjut ke game berikutnya atau langsung berhenti main saja. Tapi tetap ada fitur Report untuk menindak pemain yang kita rasa mengganggu.

Marvel Super War juga tidak menyediakan fitur emote yang sering digunakan untuk taunting di tengah permainan. Pilihan-pilihan Quickchat pun sepenuhnya berisi tentang gameplay, bukan kata-kata pujian yang dapat digunakan secara sarkastis. Sebagai gantinya, Marvel menyediakan opsi Quickchat yang jauh lebih banyak supaya kita bisa mengkomunikasikan strategi dengan efektif.

Apresiasi dalam Kekalahan

Kesal sekali bukan, ketika kita sudah berusaha keras dalam permainan tapi anggota-anggota tim payah sehingga berujung kalah? Marvel dan NetEase tampaknya memahami hal itu, jadi mereka memberikan apresiasi sebagai pelipur lara. Bentuknya berupa Achievement.

Sebagian Achievement dalam Marvel Super War memang mengharuskan kita untuk menang, tapi ada sebagian Achievement yang justru akan kita dapat ketika kalah. Misalnya Achievement bernama Uncrowned King, yang muncul bila kita berhasil menjadi MVP di tim yang kalah.

Tersedia juga Achievement khusus untuk setiap hero, sehingga kita punya motivasi lebih untuk mencoba hero-hero berbeda. Siapa tahu, hero yang biasanya tak pernah kita gunakan ternyata diam-diam adalah hero yang cocok dengan gaya bermain kita dalam game MOBA.


Ayyub Mustofa

Jarang main game sampai tamat kecuali untuk review. Menyukai hampir semua genre, dan hingga kini masih menunggu kemunculan Megaman X9.