Bagaimana Papers, Please Bisa Membuat Gameplay Monoton Jadi Menarik


Dengan berbagai elemen pendukung yang tepat, bahkan game yang isinya hanya memeriksa dokumen bisa dibuat menarik dan membuat stress.

kenapa-papers-please-menarik-featured

Papers, Please adalah sebuah game buatan developer bernama Lucas Pope yang rilis tahun 2013. Sekilas, game ini terlihat sangat biasa. Presentasinya terlihat sangat sederhana dengan grafis piksel bernuansa gelap dan tanpa musik sama sekali. Sementara gameplay-nya terlihat sangat membosankan dan monoton.

Tapi di balik idenya yang sederhana, Papers, Please dipuja oleh banyak orang. Beberapa reviewer bahkan tidak ragu menempatkan game ini sebagai salah satu game terbaik di tahun 2013.

Dalam artikel ini, kami akan membahas kenapa game ini bisa menuai sukses dengan semua kesederhanaannya.

Welcome To Arstotzka!

kenapa-papers-please-menarik-gameplay

Dalam Papers, Please, kamu akan bermain sebagai seorang petugas imigrasi di gerbang perbatasan. Tugasmu adalah memeriksa dokumen para imigran yang ingin melintas masuk ke negaramu. Jika dokumennya valid, mereka boleh masuk. Jika kamu menemukan informasi yang tidak cocok, dokumen palsu, atau pelanggaran lain, mereka ditolak.

Memang, ada banyak sentuhan kecil yang membuat proses memeriksa dan menolak/menerima dokumen menjadi imersif. Satu yang paling khas adalah suara mesin cetak yang muncul ketika kamu melakukan kesalahan (f**k that noise). Seiring waktu, permainan juga makin sulit karena kamu harus memeriksa lebih banyak dokumen. Tapi terlepas dari itu, tugasmu tetap sama: memeriksa dokumen imigran dari sebuah meja.

kenapa-papers-please-menarik-gameplay-2

Tidak bisa dipungkiri bahwa gameplay utama Papers, Please terdengar monoton dan membosankan. Tapi dengan gameplay tersebut Lucas Pope mampu membuat sebuah pengalaman yang tidak hanya menantang ketelitian, tapi juga moralitasmu sebagai pemain.

Berbuat Baik Tidak Pernah Mudah

kenapa-papers-please-menarik-uang

Meskipun sederhana, bukan berarti kamu boleh melakukan kesalahan ketika bertugas. Kamu akan mendapatkan peringatan ketika melakukan dua kesalahan di satu hari yang sama. Lebih dari itu, kamu akan harus membayar denda untuk tiap kesalahan yang kamu lakukan.

Kamu juga dibayar berdasarkan berapa banyak orang yang bisa kamu tangani dengan benar. Artinya makin cepat dan akurat kerjamu, makin banyak uang yang kamu terima. Dengan begitu kamu bisa menghidupi keluargamu yang hidup miskin. Sebaliknya, jika kamu terlalu lambat dan/atau terlalu sering melakukan kesalahan, kamu bisa membuat keluargamu kelaparan, sakit, kemudian mati.

kenapa-papers-please-menarik-sergui-2

Dengan aturan ini, tugasmu harusnya cukup sederhana. Lakukan tugasmu dengan cepat, teliti, dan tanpa kesalahan. Well, memang benar, tapi jika hari-harimu berjalan biasa saja. Tapi sayang sekali, hari-harimu di balik meja tidak pernah sederhana.

Sepanjang permainan, kamu akan menemukan karakter yang unik. Misalnya, salah satu imigran sudah ditunggu oleh anggota keluarganya di negaramu. Ia tidak punya keluarga lain, tapi di saat yang sama ia juga tidak punya dokumen yang lengkap. Jika kamu ingin berbuat baik, kamu harus rela membiarkannya lewat. Tapi jika ingin tetap dibayar, kamu harus menolaknya.

kenapa-papers-please-menarik-sergui

Papers, Please menantang moralitasmu dengan cara yang tidak biasa. Berusaha menjadi orang baik tidaklah semudah memilih opsi A atau B untuk melihat sebuah dialog yang berbeda. Berbuat baik harus kamu bayar dengan gajimu, yang berarti membuat keluargamu kelaparan. Membantu orang lain, atau jadi egois demi diri sendiri.

Sepanjang permainan, Papers, Please akan menempatkanmu dalam situasi tersebut dengan cara yang berbeda. Ada imigran yang berusaha memberikanmu uang suap yang sebenarnya salah tapi di sisi lain kamu kesulitan mendapatkan uang. Satu hari kamu akan menemui agen revolusi yang meminta bantuanmu untuk menjalankan kudeta demi negara yang ‘lebih baik’.

kenapa-papers-please-menarik-ezic

Tanpa sadar, Papers, Please membuat siapa yang kamu terima masuk punya konsekuensi dalam sebuah cerita. Semuanya tetap dengan fakta bahwa tiap keputusan melibatkan kesejahteraan keluargamu. Semuanya juga terjadi di balik sebuah meja dengan cara memeriksa dokumen dan memberikan stempel ke paspor imigran.


Apakah Papers, Please termasuk game yang menyenangkan? Well, mungkin, tapi tergantung bagaimana kamu mendefinisikan ‘game yang menyenangkan’.

Tapi satu hal yang pasti adalah, game ini mampu menciptakan pengalaman yang jarang kamu temui di video game. Memang, kamu hanya memeriksa dan memberikan stempel ke dokumen imigran. Tapi semua elemen kecil di sekitar proses tersebut membuat gameplay yang monoton ini jadi lebih menegangkan dari semestinya.

kenapa-papers-please-menarik-glory

Jika kamu belum pernah mencoba Papers, Please, saya sangat menyarankan untuk paling tidak mencoba versi demonya. Game ini tersedia di PC dan dengan harga yang cukup murah. Kamu dijamin akan mendapatkan pengalaman tersendiri.

Terakhir, glory to Arstotzka!

Baca juga: 10 Game Steam Murah Dengan Harga Di Bawah Rp100.000,-


Kaoru