Sebuah game yang terkenal pasti akan diasosiasikan dengan satu-dua hal atau bahkan lebih. Maksudnya adalah ketika kamu mendegar efek suara atau musik, atau sekedar melihat icon tertentu, kamu mungkin akan langsung ingat dengan satu game. Toh tidak ada game yang menggunakan PokeBall selain Pokemon.
Tidak hanya musik atau gambar saja, hampir semua game punya karakter yang mendapatkan predikat maskot. Menariknya, bagaimana maskot di sebuah game lahir dan bagaimana developer memperlakukan maskot mereka juga sangat beragam.
Dari Jagoan Utama Hingga Sekadar Penghuni Poster Depan

Sama seperti dunia nyata, maskot di dalam game adalah karakter yang menjadi wajah untuk game tersebut. Artinya ketika kamu misalnya melihat Chocobo, kamu harusnya akan langsung ingat dengan Final Fantasy.
Karakter maskot ini juga biasanya bertahan di tengah harus waktu.
Artinya meskipun serial yang ia huni terus berubah, karakter maskot ini akan tetap ada. Meskipun setiap iterasi Final Fantasy punya karakter utama yang berbeda, Chocobo akan selalu ada di dalam game.
Umumnya, maskot ini merupakan karakter utama yang ada di dalam game. Alasannya tentu saja, karakter utama inilah yang nantinya akan kamu mainkan, dan developer tentu ingin kamu punya keterikatan dengan karakter tersebut. Jadi tidak hanya jadi jagoan, sang karakter utama juga dibuat diposisikan sebagai maskot dan wajah game tersebut. Karakter seperti Mario, Sonic, hingga game indie seperti Shantae menggunakan karakter utama sebagai maskot. Toh ketika ada sekuel, karakter utama di game-nya tidak akan berubah.

Lain cerita jika sebuah serial game punya karakter atau bahkan dunia yang berbeda di setiap iterasinya. Untuk game seperti ini, karakter yang jadi maskot biasanya adalah NPC atau bahkan entitas yang tidak bisa kamu aja berinteraksi. Biasanya, NPC inilah yang justru jadi langganan di serial game-nya.
Salah satu contoh yang saya sebutkan di atas adalah Chocobo di Final Fantasy. Burung besar ini selalu ada di universe Final Fantasy sebagai tunggangan. Kadang kamu sebagai pemain bisa menunggangi Chocobo, kadang kamu hanya bisa memandangi NPC lain menungganginya sementara kamu hanya jalan kaki dari awal sampai tamat.
Hal yang sama juga berlaku untuk serial Animal Crossing. Meskipun kamu sebagai Villager adalah karakter utamanya, predikat maskot ini jatuh ke Tom Nook atau mungkin Isabelle yang muncul di setiap iterasi Animal Crossing dan punya peran penting dalam permainan.

Kadang karakter maskot juga justru diplot sebagai musuh. Slime yang merupakan musuh paling biasa di Dragon Quest merupakan maskot untuk serial JRPG tersebut. Sementara itu meskipun sudah memakan korban puluhan karakter, satu karakter yang selalu jadi biang kerok di serial Danganronpa tidak lain adalah sang boneka beruang Monokuma. Lalu yang tidak kalah unik, serial Harvest Moon dan Story of Seasons justru menunjuk sapi sebagai maskot.
Ada juga maskot yang merupakan playable character tapi biasanya hanya jadi karakter sampingan. Ketika pertama kali muncul, Pikachu awalnya bukanlah satu dari tiga starter yang bisa kamu pilih di Pokemon. Namun popularitas yang ia peroleh membuat Pokemon tikus listrik tersebut naik pangkat jadi maskot.
Hingga hari ini, Pikachu selalu ada di semua game Pokemon dan bahkan melahirkan tradisi unik yaitu Pika-Clone.
Penggemar Pun Bisa Menentukan

Beberapa game juga punya lebih dari satu karakter maskot dan mungkin hari ini masih jadi perdebatan. Ini biasanya terjadi karena developernya tidak menentukan siapa yang akan menjadi wajah untuk game yang mereka buat. Akhirnya siapa yang menjadi maskot ditentukan oleh publik, dan beberapa di antaranya punya perbedaan pendapat.
Serial Portal misalnya, punya dua karakter yang cukup iconic yaitu Companion Cube dan sang antagonis Glados. Masing-masing punya peran yang berbeda, tapi tetap menimbulkan kesan ke banyak pemainnya dalam bentuk yang berbeda.
Fire Emblem juga punya posisi yang tidak kalah unik. Sejatinya, karena setiap iterasi punya karakter utama yang berbeda, Fire Emblem tidak punya karakter yang benar-benar layak dijadikan maskot. Jika memang harus ditunjuk, gelar tersebut mungkin jatuh ke Marth yang merupakan karakter utama di Fire Emblem pertama dan sering muncul di franchise Nintendo lain seperti Super Smash Bros.
Hanya saja di sisi lain ada satu karakter NPC yang muncul di hampir semua karakter Fire Emblem yaitu Anna. Gadis rambut merah ini biasanya hadir di game sebagai merchant yang menjual item sebelum akhirnya jadi playable character di dua-tiga game Fire Emblem terakhir. Jadi meksipun di mata publik awam Marth mungkin adalah wajah Fire Emblem, veteran atau penggemar mungkin akan mendebatkan bahwa Anna layak disebut sebagai maskot.
Apapun perannya dalam permainan dan siapapun yang menunjuknya, karakter yang jadi maskot akan selalu jaduh wajah di game yang ia huni. Orang-orang yang melihat karakter-karakter ini harusnya langsung ingat akan game yang mereka wakili.
Bagaimana denganmu? Siapa karakter maskot favoritmu?

Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you.