Bingung Membedakan Genre Game? Berikut Kamus Genre Sebagai Panduanmu


Tiap genre punya ciri khas sendiri. Karena itu pastikan kamu mengenal genre tersebut agar tidak salah membeli game

kamus-genre-featured

Semua game selalu memiliki genre tertentu untuk mendefinisikan dirinya. Itu berarti semua game dengan genre yang sama akan memiliki beberapa mekanisme dan fokus gameplay yang sama tapi mungkin dengan kemasan yang berbeda.

Dalam artikel ini, kami akan menjabarkan perbedaan dari masing-masing genre. Jadi ketika kamu membaca pengumuman game baru atau tertarik membeli sebuah game, kamu bisa mengira-ngira akan mendapatkan pengalaman bermain seperti apa yang akan kamu dapatkan. Dengan begitu kamu tidak akan salah membeli hanya karena kamu tidak tahu bahwa kamu membeli game dengan genre yang tidak kamu sukai.

Satu lagi, satu game bisa saja memiliki lebih dari satu label atau genre. Misalnya, Warframe adalah game dengan genre looter, tapi juga memiliki elemen RPG dan juga action.

Klik huruf di bawah untuk melompat ke genre dengan huruf yang kamu pilih (jika ada). Untuk kembali ke atas, klik tombol panah atas di pojok kanan bawah layar.

ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ

Auto Battler

Auto Battler adalah genre yang terbilang paling baru di dalam daftar ini. Sejatinya, auto-battler adalah sebuah variasi dari game kartu dengan beberapa elemen yang berbeda. Tugasmu adalah membentuk sebuah lineup yang terdiri dari unit yang kamu dapatkan. Unit-unit ini punya atribut unit yang bisa membentuk sinergi satu sama lain. Tugasmu adalah membentuk lineup yang cukup kuat untuk menghadapi lineup pemain lain.

Secara konsep, game ini cukup sederhana dan cukup accessible karena dalam satu sesi tiap pemain selalu dimulai dengan “deck” yang kosong. Tapi sejatinya game ini perlu kemampuan strategi, awareness, adaptasi, dan pengambilan keputusan yang tinggi.

Genre ini pertama kali populer dari sebuah mod di Dota 2 bernama Auto Chess. Sekarang, Auto Chess sudah berdiri sebagai game sendiri yang bisa kamu mainkan di mobile. Tapi mengikuti itu developer lain juga membuat game dengan genre yang sama mulai dari Chess Rush (Tencent), Dota Underlords (Valve), hingga Teamfight Tactics (Riot Games).

Battle Royale

Battle Royale adalah turunan dari genre shooter atau kadang game action. Dalam game ini, kamu dan puluhan pemain lain akan ditempatkan dalam sebuah map yang cukup luas tapi seiring waktu akan mengecil. Tujuanmu sederhana, yaitu jadi orang/kelompok terakhir yang bertahan hidup dengan dengan membunuh lawan yang kamu temui menggunakan senjata yang kamu dapatkan.

Saat daftar ini dibuat, battle royale adalah salah satu genre paling populer khususnya di game Fortnite dan PlayerUnknown’s Battleground.

Beat ‘em Up

Sesuai namanya, tugasmu dalam game beat ‘em up adalah menghajar musuh dengan karakter yang kamu pilih. Musuh ini jumlahnya sangat banyak dan sepertinya tidak ada habisnya. Tapi jangan khawatir karena semua karakter yang kamu gunakan akan terasa sangat kuat karena punya serangan yang beragam dan sangat cepat. Karena pada dasarnya game ini mencoba ingin membuatmu merasa sangat kuat dan mampu melibas ratusan musuh.

Genre ini sudah sangat tua dan sempat menghilang dalam waktu lama. Tapi beberapa developer mulai mengunjungi kembali genre ini dengan sentuhan modern. Salah satu yang paling kami rekomendasikan adalah River City Girls dari WayForward yang rilis bulan September 2019.

Card Game

Kamu harusnya bisa menebak objek utama yang dimainkan dalam genre ini: kartu. Game dengan genre ini akan menyediakan kartu yang berinteraksi satu sama lain di atas papan permainan. Tugasmu adalah membuat deck dengan kartu yang kamu miliki atau diberikan lalu menggunakan deck tersebut untuk mengalahkan deck lawan.

Daya tarik game kartu tentu saja terletak pada tantangan untuk meramu strategi yang efektif dengan kartu-kartu yang ada dan interaksinya. Tidak cuma itu, kemampuanmu dalam mengambil keputusan yang tepat juga sangat diuji. Karena satu keputusan dalam satu giliran bisa menentukan menang atau kalah. Lalu jika kamu ternyata kamu ternyata mengambil keputusan yang tepat dan menang berkat keputusan tersebut, kamu akan mendapatkan kepuasan tersendiri.

Dalam medium digital, Hearthstone adalah game yang paling populer di genre ini. Kesuksesan game tersebut kemudian menjadi pemicu munculnya banyak game seperti Shadowverse dan Magic: The Gathering Arena.

Horror

Horor dalam video game biasanya lebih merujuk ke tema atau atmosfer. Game dengan label horor biasanya memiliki tema dan nuansa yang membuatmu takut atau tidak nyaman. Ini membuat feeling yang sedikit berbeda dari horor di medium lain seperti film. Kamu tidak lagi melihat para korban di dunia yang menyeramkan. Dalam game horor, kamu adalah korbannya.

Game horor yang benar-benar seram mampu membuatmu takut dan ragu mengambil tindakan apapun. Saking takutnya, kamu berpikir dua kali dan berjalan sangat hati-hati hanya untuk membuka sebuah pintu.

Memang, game seperti Resident Evil 2 dan Dreadout seram berka grafis 3D-nya. Tapi game indie dengan grafis sederhana seperti The Witch’s House juga bisa membuatmu takut ketika bermain.

Idle (Clicker)

Dari semua genre, saya rasa idle game adalah yang paling sederhana dan tidak menuntut banyak dari para pemainnya. Kamu hanya perlu melakukan beberapa tindakan sederhana, umumnya berinteraksi dengan beberapa objek atau tombol di layar. Ini biasanya bisa dilakukan dengan klik atau tap sederhana. Lakukan ini beberapa kali dan resource atau reward yang kamu peroleh akan bertambah.

Beberapa game dalam genre ini bahkan tidak mengharuskanmu berinteraksi terus menerus. Cukup lakukan beberapa klik atau tap, biarkan game tersebut “bermain” sendiri, lalu ambil rewardmu beberapa jam kemudian.

Game seperti ini banyak kamu temukan di smartphone. Tapi beberapa game seperti Clicker Heroes juga bisa kamu temukan di PC.

Kart Racing

Sama seperti game racing pada umumnya, tujuan utama game kart racing adalah adu cepat dengan pembalap lain di lintasan. Tapi ada dua hal yang membuat genre ini sedikit berbeda.

Pertama, lintasan dalam genre ini biasanya berada di dunia fantasi dan punya bentuk yang unik. Tiap lintasan tidak hanya punya belokan, turunan, dan tanjakan, tapi juga hazard yang unik serta sangat banyak jalan pintas. Kedua, ketika balapan kamu juga akan mendapatkan berbagai item yang bisa kamu gunakan untuk menghalau gerakan lawan. Dengan begitu kamu bisa melewati lawan dan unggul dalam balapan.

Pertama kali dipopulerkan oleh seri Mario Kart, genre ini kemudian terbentuk berkat hadirnya game seperti Crash Team Racing dan Team Sonic Racing.

Looter

Game dengan genre looter selalu punya satu siklus utama yaitu misi-reward. Setelah tutorial atau story mode (jika ada), tugasmu dalam game ini adalah menjalankan misi dan mendapatkan imbalan dari misi tersebut. Imbalan ini biasanya berupa item yang bisa kamu gunakan untuk membentuk equipment baru. Karena jadi lebih kuat berkat equipment baru, kamu bisa mengambil misi yang lebih sulit, lalu mendapatkan imbalan yang lebih langka untuk membuat equipment yang lebih kuat. Begitu seterusnya.

Sekilas, looter mirip dengan MMORPG dalam hal mengumpulkan item. Tapi pada umumnya looter tidak punya dunia yang terbuka selain area misi yang kamu jalankan. Karena itu bagus tidaknya game dengan genre ini bergantung pada seberapa berharga imbalan tiap misi. Dengan begitu kamu merasa tiap misi terasa rewarding dan kamu bersedia untuk menjalankan lebih banyak misi.

Beberapa contoh terbaik di genre ini adalah Warframe dan Monster Hunter World. Hampir tiap imbalan dari misi di game ini membawamu selangkah lebih dekat ke equipment baru.

Metroidvania

Metroidvania adalah sub-genre dari game action yang namanya diambil dari gabungan Metroid dan Castlevania. Game dengan genre ini biasanya punya dunia dengan area yang saling terhubung satu sama lain alias tidak linier. Kamu selalu diminta untuk menjelajahi berbagai area dalam dunia tersebut. Tapi di tengah jalan kamu mungkin tidak bisa mengakses jalur tertentu sampai kamu menemukan upgrade tertentu yang tersedia di lokasi lain.

Eksplorasi adalah daya tarik utama dari game ini, tapi juga jad faktor yang membuat orang lain tidak tertarik. By design, metroidvania memang mengajakmu untuk menjelajahi semua sudut area. Kamu mungkin merasa tersesat, tapi dalam game metroidvania yang baik, tiap eksplorasi yang kamu lakukan akan memberikanmu reward yang setimpal. Bentuk reward ini beragam, mulai dari upgrade yang kamu butuhkan untuk mengakses area tertentu, senjata baru, dan sebagainya.

Saya rasa tidak ada contoh game metroidvania keren yang layak kamu coba selain Hollow Knight. Tapi selain itu kamu juga bisa mencoba Bloodstained, Ori And The Blind Forest, atau Axiom Verge.

MMORPG

MMORPG menempatkanmu di dunia yang luas bersama ratusan, ribuan, hingga jutaan pemain lain dari berbagai tempat. Kamu akan beraktivitas layaknya karakter yang kamu gunakan dalam game tersebut dan berinteraksi dengan pemain lain dalam ekosistem yang berada di game tersebut. Ini bukan hanya sekadar menjalankan misi bersama, tapi juga aktivitas ekonomi seperti jual beli hingga lelang yang kadang melibatkan uang sungguhan.

Mayoritas game MMORPG punya tema fantasi atau fiktif. Tapi satu hal yang jelas adalah genre ini selalu mengajakmu masuk ke dunianya dan menjadi bagian dari dunia tersebut. Bahkan bagi beberapa orang MMORPG sudah menjadi lifestyle dan pusat hidup mereka.

Sejak kesuksesan World of Warcraft, banyak perusahaan yang berusaha mencoba membuat MMORPG. Meskipun ada ratusan yang gagal, tapi ada juga yang cukup sukses seperti Final Fantasy XIV, Black Desert Online, dan yang populer di Indonesia yaitu Ragnarok Online.

MOBA

Sejatinya, MOBA adalah modifikasi dari game real-time strategy. Tapi karena sangat populer dan unik, MOBA mengambil genre-nya sendiri. Karena jika real-time strategy menuntutmu mengendalikan dan mengelola banyak unit, MOBA memintamu mengendalikan satu unit dan bekerja sama dengan umumnya empat pemain lain untuk menghancurkan markas lawan. Tapi di sisi lain lawan juga punya lima pemain yang ingin melakukan hal yang sama ke markasmu.

Daya tarik MOBA selalu terletak pada kompleksitasnya dalam mengelola sumber daya untuk membuat unitmu lebih kuat. Tapi karena sumber daya dalam permainan jumlahnya terbatas, kamu harus bekerja sama dan berkoordinasi dengan rekan setim dalam mengelola sumber daya tersebut. Ini belum membahas porsi action-nya yang menuntut timing, akurasi, dan sekali lagi kerja sama yang baik.

Meskipun tidak banyak game MOBA yang ada di luar sana adalah game yang cukup populer di dunia. Dua yang paling populer tentu saja Dota 2 dan League of Legends.

Mon/Collectible Monster

Collectible monster adalah sebuah sub-genre yang umumnya disematkan di game RPG. Jika dalam game kamu biasanya bertarung dengan kekuatan sendiri, dalam genre ini yang bertarung untukmu adalah para monster yang sebelumnya kamu tangkap dan pelihara.

Umumnya, monster dalam game dengan genre ini bisa kamu jadikan lebih kuat entah dengan latihan dan/atau mendapatkan pengalaman dari pertarungan. Dalam beberapa game kamu juga bisa berinteraksi dengan monster yang kamu besarkan.

Meskipun sudah ada sejak lama, game collectible monster pertama kali dipopulerkan oleh Pokemon. Dalam periode yang sama beberapa game juga muncul, misalnya Monster Rancher dan Digimon. Memasuki era modern ada Yo-Kai Watch dan Ni No Kuni.

Platformer

Game platformer punya konsep yang sederhana: lewati rintangan dengan gerakan dasar seperti melompat, memanjat, atau lari. Daya tarik game ini cukup sederhana, yaitu menantang akurasimu dalam mengendalikan sang karakter untuk melewati rintangan yang ada dalam permainan. Makin menantang (tapi fair) rintangan tersebut, makin seru pula game platformer tersebut.

Di luar sana ada sangat banyak game platformer yang keren dan juga menantang. Tapi untuk contoh yang lebih modern, kamu bisa mencoba Celeste atau Super Meat Boy untuk platformer dua dimensi, lalu ada A Hat In Time untuk platformer tiga dimensi.

Point And Click

Game point and click umumnya menempatkanmu di sebuah dalam sebuah layar yang penuh dengan objek. Tugasmu sederhana, yaitu memeriksa tiap barang sampai menemukan barang yang dicari untuk menyelesaikan misimu. Tergantung game yang dimainkan, misi ini bisa jadi sekadar membantu menemukan barang hilang atau mencari petunjuk untuk memecahkan sebuah misteri.

Ada beberapa contoh yang oke untuk game yang murni mengambil genre ini, misalnya Grim Fandango, Day of The Tentacle, hingga Samorost 3.

Puzzle

Hampir semua game punya elemen puzzle di mana kamu harus memecahkan teka-teki di tengah misi atau gameplay utama. Tapi tidak sedikit juga game yang memang hanya berisi puluhan teka-teki dan memintamu untuk memecahkan semuanya.

Game puzzle biasanya punya satu aturan aturan dan mekanisme yang konsisten. Menggunakan mekanisme dan aturan tersebut, kamu harus berpikir tidak hanya logis tapi juga kreatif untuk memecahkan puzzle yang kamu temui. Karena umumnya dalam game puzzle yang baik, solusi untuk sebuah masalah kadang baru bisa diperoleh jika kamu berpikir out of the box.

Hingga hari ini, ada banyak game puzzle yang keren dengan aturan dan mekanisme utama yang berbeda. Seri Portal mengajakmu memecahkan puzzle dengan menggunakan portal dan hukum gravitasi. Baba Is You mengajakmu memecahkan masalah dengan mengubah aturan yang terbentuk dari kata-kata. Selain dua itu, masih banyak lagi game puzzle yang unik dan menantang.

Racing

Sesuai namanya, game racing mengajakmu mengendalikan mobil, umumnya untuk balapan dengan kecepatan tinggi. Tapi ada juga beberapa game yang mengajakmu menyetir mobil yang punya daya tempur untuk menghancurkan mobil lain.

Semua game di genre ini ingin mengajakmu merasakan jadi pembalap yang menyetir mobil dalam kecepatan tinggi di lintasan. Kamu tetap dituntut punya kemampuan mengenai lintasan serta mengendalikan mobilmu dengan sempurna. Bedanya kendali mobilmu sedikit lebih sederhana dan mobil ataupun kamu sebagai pengemudi tidak akan celaka jika menabrak mobil lain atau bahu jalan.

Dari banyak game balap, salah satu yang paling populer dulu adalah seri Need for Speed. Tapi ada banyak juga judul lain yang keren seperti Gran Turismo dan Grid Autosport.

Real-Time Strategy

Dalam game RTS, kamu diminta untuk mengendalikan dan mengelola berbagai unit dan bangunan untuk mencapai objektif permainan. Kamu bisa mengumpulkan sumber daya, membangun markas, dan meningkatkan kekuatan/jumlah tentara. Tapi seberapa cepat kamu bisa melakukan semua itu tergantung pada kemampuanmu mengelola semua elemen permainan. Ini tidak selamanya mudah karena lawanmu mungkin bergerak lebih cepat.

Semua game RTS selalu menuntut strategi dan eksekusi yang cepat dan efektif. Kamu harus menentukan strategi apa yang ingin kamu gunakan, dan menyesuaikan strategi tersebut dengan kondisi permainan yang mungkin berubah. Tapi yang paling sulit dari genre ini adalah menjalankan strategi itu dengan cepat. Kamu harus mengendalikan sangat banyak unit dalam waktu hampir bersamaan. Artinya kemampuan micromanagement kamu akan sangat diuji dalam game ini.

RTS adalah salah satu game yang sulit karena menuntut kecepatan dalam berpikir dan mengambil tindakan. Tapi harus diakui bisa menyaksikan pemain top Starcraft, Warcraft, atau Age of Empires II beraksi adalah sebuah tontonan yang sangat seru.

Roguelike/Rogue-lite

Hingga hari ini, definisi game rogue-like yang sebenarnya masih diperdebatkan. Tapi satu hal yang pasti, game dengan elemen rogue selalu punya dua ciri khas. Pertama, tiap kali kamu bermain, level dalam permainan akan dibentuk secara acak mengikuti pola tertentu. Kedua, begitu mati, that’s it. Kamu harus kembali dari awal, tanpa membawa apapun yang kamu peroleh di sesi sebelumnya.

Karena dua ciri khas tersebut, game rogue dijamin akan menantangmu untuk mengenali dan menguasai sistem dalam permainan.

Role-Playing Game (RPG)

Sesuai namanya, game RPG mengajakmu untuk menjadi karakter tertentu. Dari situ kamu diminta untuk melakukan tindakan sesuai dengan kemampuan karakter yang kamu mainkan. Misal kamu bermain sebagai karakter yang bisa mengeluarkan sihir, ahli berpedang, dan sebagainya.

Tidak cuma itu banyak game RPG juga disertakan dengan development untuk karakter tersebut, entah itu dari segi kemampuan (melalui level-up dan stats) hingga kepribadian (melalui cerita). Semuanya juga biasanya terjadi melalui petualangan, berbagai pertarungan, atau interaksi dengan dunia fiksi yang ada.

RPG punya sub-genre yang sangat luas, mulai dari MMORPG, Tabletop RPG, hingga Text-based RPG. Bahkan jujur saja banyak game di luar sana yang juga punya elemen RPG. Karena pada dasarnya game RPG ingin mengajakmu masuk ke sebuah fantasi atau fiksi sebagai seseorang yang lain. Kapan lagi kamu bisa jadi seorang penyihir api yang bisa mengeluarkan meteor raksasa berkat pengalaman dari ratusan pertarungan.

Kamu bisa menemukan banyak sekali game dengan genre ini, mulai dari seri Final Fantasy, Ragnarok, hingga seri Grand Theft Auto.

Shooter

Sesuai namanya, shooter adalah game di mana fokus permainannya adalah menembak. Umumnya, kamu diminta untuk menembak musuh dengan senjata api untuk mencapai tujuan tertentu, entah itu menghabisi musuh sekadar selamat dari serbuan monster.

Ada banyak game shooter yang saat ini cukup dikenal. Pemain PC pasti familier dengan game seperti Counter-Strike dan Rainbow Six Siege. Sementara pemain console pasti pernah mendengar Call of Duty. Hampir semua game shooter identik dengan senjata api dan kekerasan. Satu-satunya pengecualian adalah seri Splatoon dari Nintendo.

Shooter umumnya punya dua sub-genre berdasarkan perspektif pemain, yaitu first-person shooter dan third-person shooter. Dalam first person, kamera memperlihatkan seolah kamu adalah sang karakter yang memegang senjata. Sedangkan dalam third person kamu bisa melihat model karaktermu, entah sepenuhnya atau sebagian.

Sim/Simulation

Semua game simulasi ingin mencapai satu hal, memberikan pengalaman aktivitas kehidupan nyata sedekat mungkin dengan yang sebenarnya. Dalam game ini kamu bisa bermain sebagai presiden negara (Sim City dan Cities Skyline), petani (Farming Simulator), atau berperan sebagai tuhan (The Sims).

Tergantung game-nya, genre ini bisa jadi sangat rumit atau sederhana. Dalam simulasi membangun kota seperti Cities Skyline, kamu harus memikirkan berbagai hal mulai dari ekonomi, tata ruang kota, hingga yang sederhana seperti lalu lintas.

Sports

Saya rasa genre ini tidak perlu dijelaskan terlalu panjang. Semua game olahraga berusaha mereplikasi apa yang terjadi di dunia nyata. Game sepak bola mengajakmu mengendalikan tim atau pemain, membentuk strategi, dan mencetak gol demi kemenangan. Game basket mengajakmu mengendalikan tim basket, dan tenis mengajakmu mengendalikan satu pemain di lapangan tenis.

Genre ini biasanya menuntut kamu untuk mengenal cara game yang kamu mainkan bekerja. Kamu tetap berusaha mengendalikan pemain layaknya atlet untuk cabang olahraga tersebut. Tapi elemen strategi dan eksekusi di genre ini biasanya lebih menitikberatkan pemahaman kamu terhadap mekanisme gerakan game tersebut. Karena pada akhirnya di dalam game ada beberapa hal yang tidak mungkin kamu temukan di olahraga dunia nyata.

Hampir semua olahraga punya versi game-nya. Sepak bola punya seri Pro Evolution Soccer dan FIFA, basket punya NBA 2k, Baseball punya seri MLB, dan seterusnya.

Survival

Survival punya approach yang sedikit berbeda dengan mayoritas game. Jika game di genre lain ingin memberikanmu kekuatan dan kendali, game survival justru membatasi kekuatan, kendali, hingga opsi yang kamu miliki.

Game survival umumnya memintamu untuk menghadapi situasi yang sulit menggunakan sumber daya yang terbatas. Situasi sulit ini beragam, mulai dari lepas dari serbuan zombi hingga bertahan hidup selama mungkin di wilayah antah berantah. Artinya kemampuanmu bertahan hidup sangat diuji melalui manajemen sumber daya yang memang sangat terbatas.

Kamu bisa mencoba game survival dengan tema yang beragam. Jika kamu ingin survival bertema horor, Resident Evil 2 adalah salah satu yang terbaik. Tapi jika kamu ingin bertahan hidup sendirian di alam yang kejam, coba The Long Dark. Lalu jika kamu ingin bertahan hidup bersama atau menghadapi pemain lain yang ingin melakukan hal yang sama, coba Rust.

Tactics/Tactical Strategy

Tactics atau tactical strategy adalah sistem combat yang digunakan oleh sebuah game. Dalam game tactics, semua karakter akan diletakkan di sebuah arena yang diberikan grid alias petak. Tiap karakter bisa mengambil tindakan ketika diberikan giliran. Umumnya, dalam satu giliran karakter bisa berpindah dari satu petak ke petak lain tergantung mobilitas. Jika berada dalam jarak yang diperlukan, karakter tersebut bisa menyerang, menggunakan item, atau menggunakan ability.

Meskipun tidak banyak, beberapa game dengan genre atau sistem combat ini cukup terkenal di platform masing-masing. Seri XCOM, seri Fire Emblem, dan Final Fantasy Tactics adalah tiga contoh terbaik di genre ini.

Visual Novel

Semua game pasti punya percakapan antar karakter yang ada di dalamnya. Tapi di game visual novel, percakapan ini adalah fokus dan mayoritas isi dari game tersebut. Beberapa game visual novel akan disertakan dengan beberapa elemen gameplay sederhana. Tapi pada akhirnya mayoritas dari elemen gameplay itu ada untuk mempengaruhi percakapan yang akan terjadi setelahnya.

Sesuai nama genre-nya, tujuan utama game visual novel adalah menceritakan sebuah kisah dan menarik sambil memberikanmu gameplay untuk memberikanmu kendali terhadap cerita tersebut. Karena itu kualitas game di genre ini sangatlah bergantung pada kualitas para karakter dan dinamika mereka satu sama lain serta tentunya cerita utama yang dibawakan.

Ada banyak game visual novel yang bisa kamu pilih sesuai dengan temanya. Jika kamu suka visual novel dengan tema detektif, seri Danganronpa, Zero Escape, atau Phoenix Wright adalah pilihan terbaik. Jika kamu ingin cerita yang lebih menyentuh, coba Clannad. Jika kamu mencari yang super unik, coba VA-11 HALL-A.


Dari daftar di atas, apakah ada genre yang kami lewatkan? Apakah ada game yang kamu ragu masuk ke dalam genre apa? Berikan masukan, pertanyaan, dan komentarmu di bawah.


Kaoru