Impresi Forza Street – Balap Autopilot yang Terlalu Kasual


Microsoft menyebut Forza Street sebagai sebuah "cinematic racing". Ternyata isinya kebanyakan cinematic dan nyaris tidak mengandung racing.

Forza adalah seri game balap mobil yang sudah punya sejarah cukup panjang. Pertama kali muncul tahun 2005 untuk console Xbox, seri ini memiliki gameplay yang cenderung realistis dan digadang-gadang sebagai pesaing berat Gran Turismo. Kelebihan Forza terutama ada pada pilihan mobilnya yang sangat banyak, mencapai lebih dari 700 mobil di Forza Motorsport 7.

Belum lama ini Microsoft meluncurkan spin-off baru dari seri Forza untuk perangkat mobile, dengan judul Forza Street. Tadinya game ini sudah tersedia untuk PC via Xbox Live, namun pengguna Android dan iOS sekarang juga bisa menikmatinya. Apakah Forza Street berhasil menyajikan pengalaman balapan yang menarik, dan layak menyandang nama besar Forza? Simak impresi Gimbot di bawah.

Gemerlap Cahaya Neon

Kesan pertama yang muncul ketika saya memainkan Forza Street adalah bahwa game ini benar-benar ingin kamu merasa sedang ada di dunia malam yang gemerlap. Dibandingkan dengan balap lain yang terang, serius, dan sportif, Forza Street punya kesan lebih liar. Ini adalah kehidupan para pembalap jalanan yang tak terkekang aturan.

BACA JUGA: Sonic Runners AdventureGame Sonic Terbaik yang Jarang Dikenal Orang

Lingkungan yang nyaris selalu malam, ditambah sorotan sinar-sinar lampu berwarna neon, membuatmu merasa jadi bagian dari sebuah gaya hidup yang keren walau ilegal. Suasananya mirip seperti menonton film The Fast and the Furious: Tokyo Drift. Tokoh-tokoh penting di Forza Street juga digambarkan cool, punya rasa percaya diri tinggi, populer, bahkan sering disorot oleh media.

Gabungan desain visual serta penceritaan di atas berhasil membuat Forza Street punya nuansa yang cukup menarik dilihat, meskipun banyak aspek cuma ditampilkan dengan ilustrasi 2D biasa. Sayangnya unsur “bling-bling” ini agak berlebihan ketika kita sedang balapan. Tampilan mobil terlihat terlalu berkilau, bukannya keren malah kadang jadi terlihat seperti mainan.

Dari segi cerita sih tidak ada yang spesial. Kamu adalah seorang pembalap rookie yang menarik perhatian banyak orang karena punya talenta menyetir di atas rata-rata. Lalu kamu harus mengikuti berbagai balapan dan mengalahkan para penguasa jalanan. Bagi saya bukan masalah, karena saya main game balap memang bukan untuk mencari cerita.

Nyaris Bukan Game Balap

Inti dari game balap bukan cerita, melainkan serunya kebut-kebutan di jalanan atau sirkuit yang disediakan. Di sini saya kecewa berat pada Forza Street, sebab ternyata game ini punya mekanisme permainan yang terlalu simpel, bahkan hampir tidak layak disebut game balap.

Pada dasarnya yang kamu lakukan hanya menahan tombol gas, lalu melepasnya ketika mobil sedang memasuki tikungan. Selebihnya, semua akan berjalan otomatis. Kamu tidak bisa mengatur arah belokan, mengatur rem, apalagi mengganti perseneling. Ada tombol Boost yang bisa kamu tekan untuk menambah kecepatan sesekali, tapi itu pun hanya terasa seperti hiasan.

Selagi balapan, mobilmu dan mobil lawanmu akan terlihat saling beradu dengan sudut pandang kamera yang berubah-ubah, seperti menonton adegan replay di game balap lainnya. Pantas saja Microsoft menyebut Forza Street sebagai sebuah “cinematic racing”. Isinya memang sangat sinematik, malah nyaris tidak mengandung unsur racing.

Mobil-mobil yang melaju kencang dan saling beradu memang seru untuk ditonton. Namun ketika kita tahu bahwa semua itu palsu dan sebenarnya cuma autopilot, keseruannya jadi menghilang. Mungkin Microsoft menciptakan Forza Street dengan konsep hyper-casual, dan kalau kamu memang sedang ingin game super santai semacam itu, bisa saja game ini cocok untukmu.

Kesenangan yang Sederhana

Karena mekanisme inti gameplay dalam Forza Street sangat sederhana, pada akhirnya penentu kemenangan di game ini bukanlah skill, melainkan stat. Mirip pakem RPG mobile, kamu bisa mengumpulkan berbagai jenis mobil dengan tingkat kelangkaan berbeda. Kemudian tiap mobil ini bisa ditingkatkan levelnya supaya memiliki stat Performance Index yang lebih baik.

Angka Performance Index atau PI inilah yang akan kamu kejar agar mencapai setinggi-tingginya. Caranya tentu dengan grinding, mengumpulkan material dan uang, kemudian melakukan upgrade. Kalau saya boleh melabeli Forza Street dengan nama genre sendiri, saya akan menyebutnya bukan sebuah game balap melainkan sebuah CCG. Collectible Car Game.

Meskipun dari segi gameplay tidak memuaskan, tetap ada kesenangan yang hadir dari mengumpulkan mobil-mobil keren di Forza Street. Sejauh yang saya lihat hanya ada 67 mobil yang tersedia, namun mengingat ini game bertipe live service, jumlah itu pasti akan meningkat. Sejumlah merek ternama hadir di sini, seperti BMW, Chevrolet, Ford, Nissan, dan banyak lagi.

Bila tujuanmu hanya ingin menyenangkan hati dengan mengoleksi mobil-mobil legendaris secara virtual, Forza Street cukup memfasilitasinya. Mungkin akan lebih asyik bila koleksi itu kita raih lewat usaha yang sedikit lebih bermakna. Tapi kadang-kadang kita juga perlu main game untuk hiburan ringan, mencari imbalan instan, dan itu tidak ada salahnya.

Kesimpulan

Saya rasa hal paling penting untuk diperhatikan sebelum mencoba main Forza Street adalah ekspektasi. Kalau kamu berharap aksi balap yang realistis dan menuntut skill, kamu tak akan mendapatkannya di sini. Lebih baik kamu main Asphalt 9 atau Mario Kart Tour saja. Forza Street memang punya wajah menyerupai game balap, tapi sebenarnya ini adalah game hyper-casual yang bahkan lebih simpel dari endless runner.

Di sisi lain, kalau kamu memang ingin hiburan ringan dengan nuansa gemerlap penuh cahaya neon, Forza Street cukup layak dicoba. Lagi pula mengoleksi mobil-mobil legendaris rasanya selalu menyenangkan, apalagi bila kamu memang mencintai dunia otomotif. Forza Street bisa kamu mainkan sambil santai tidur-tiduran, atau ketika kamu sedang terlalu lelah untuk menjalankan tantangan di Forza sungguhan.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Ayyub Mustofa

Jarang main game sampai tamat kecuali untuk review. Menyukai hampir semua genre, dan hingga kini masih menunggu kemunculan Megaman X9.