Dalam sesi ke-6 IGDX Conference hari pertama tanggal 20 November 2021 menghadirkan narasumber David Rabineau, Vice President For International And Europe At SNJV (Syndicat National Du Jeu Video).Â
Dalam diskusi yang dimoderatori Yodi Pramudito (Program Manager AGI) ini membahas tentang industri game di Prancis yang berkembang dari tahun 2000, keunikan dan kesamaan industrinya dengan Indonesia, dan juga bagaimana caranya FTE (Full-Time Equivalent Employment) mempengaruhi industri game di Prancis.
BACA JUGA: IGDX Conference 2021: Akses Pendanaan Game di Indonesia

Berdasarkan data yang disampaikan David, pertumbuhan industri game Prancis sangat baik. Di tahun 2021 sendiri terdapat 1350 game yang diproduksi. Jumlah ini lebih besar 16% dari jumlah di tahun 2020.
Tren game di Prancis juga bervariasi, namun yang paling banyak peminatnya adalah Virtual Reality dan Augmented Reality game. Sedangkan untuk media game, PC game menduduki posisi teratas dalam produksi game di Prancis, sekitar 80%.
Di Prancis sendiri fasilitas produksi game sangat memadai dan juga terdapat sekolah khusus untuk industri game. Pendanaan yang bisa dilakukan untuk mengembangkan produk juga bervariasi, mulai dari self funded, lewat investor, publisher, dan lewat bank. Banyak perusahaan game yang sudah berdiri sejak tahun 2000 dan masih bertahan hingga sekarang.
Pandemi yang melanda dunia juga memiliki pengaruh bagi industri game di Prancis. Ada investor yang menarik dananya karena merasa industri game berisiko mengalami kerugian selama pandemi. Uniknya, keuntungan bisnis game justru meningkat selama pandemi hingga saat ini.
Prancis sangat optimis dengan perkembangan industri game di negaranya, karena sektor ini memiliki potensi pertumbuhan yang besar. Prancis juga masih terus mencari pekerja atau talenta di bidang ini, untuk semakin meningkatkan industri game di negara.
Oleh karena itu tidak menutup kemungkinan developer Indonesia bisa bekerja sama dengan mereka.
 Sharing data ini juga memberi pandangan luas bagaimana perkembangan industri game di Prancis, yang mungkin bisa diadaptasi untuk kemajuan industri game di Indonesia.



