Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) Business & Conference 2026 resmi digelar 21 sampai 23 Oktober 2026 di Bali Beach Convention, Sanur. Ajang tahunan yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama Asosiasi Game Indonesia (AGI) ini mempertemukan ratusan studio game, 66 publisher, dan investor dari 31 negara.
Tahun ini IGDX jadi bagian dari rangkaian Bali Tech Week 2026 dan mengusung tema “Building a Thriving Ecosystem with Creative Resilience”. Intinya, gimana caranya developer lokal bisa tetap tumbuh di tengah industri yang lagi banyak berubah.
Ribuan peserta, fokus ke bisnis
Menurut data panitia yang dikutip IDN Times dan IT Brief Asia, ada 543 pemegang Business Pass yang ikut sesi business matching dan 1.037 pemegang Public Pass. Acara ini juga didukung sembilan mitra.
Jumlah studio yang hadir sendiri dilaporkan berbeda oleh beberapa media, yaitu 244 dan 339 studio. Yang jelas, skalanya ratusan studio, dari tim indie kecil sampai perusahaan yang sudah merilis game di pasar global.
Format IGDX memang bukan pameran game biasa. Sejak pertama digelar pada 2019, IGDX berkembang jadi beberapa program: Bootcamp, Accelerator, Career, Business, dan Conference. Bagian Business inilah yang paling ditunggu developer, karena di sana mereka bisa bertemu langsung dengan publisher dan investor untuk membicarakan pendanaan atau kerja sama penerbitan.

Pemerintah ingin developer lokal jadi pemain, bukan penonton
Dalam pembukaan, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi Edwin Hidayat Abdullah menekankan bahwa resiliensi bukan sekadar soal bertahan, tapi juga terus berinovasi sampai karya Indonesia diakui di luar negeri.
Kita ingin pelaku industri gim Indonesia tidak hanya menjadi penonton dalam perubahan global.
Edwin Hidayat Abdullah, Dirjen Ekosistem Digital Kemkomdigi
Kemkomdigi juga membuka akses program Garuda Spark untuk perusahaan game yang hadir di IGDX. Sejauh ini Garuda Spark sudah berjalan lewat 178 program, menjangkau lebih dari 15.700 talenta digital, mendampingi 80 startup, dan mencatat investasi langsung lebih dari Rp429,5 miliar.
Dari sisi asosiasi, Ketua AGI Shafiq Husein mengingatkan bahwa membangun industri game butuh napas panjang.
Dibutuhkan kreativitas, keberanian, kesabaran, dan resiliensi untuk terus membangun industri ini.
Shafiq Husein, Ketua Asosiasi Game Indonesia
Yang belum terungkap
Sampai artikel ini ditulis, panitia belum mengumumkan nilai investasi atau jumlah kontrak penerbitan yang lahir dari IGDX 2026. Padahal angka ini yang paling menarik buat diikuti, karena menunjukkan berapa banyak game lokal yang benar-benar dapat jalan untuk rilis.
Enam finalis GameSeed 2026 dari Kementerian Ekraf juga membawa demo mereka ke IGDX untuk dipresentasikan ke investor dan publisher. Siapa saja mereka, bisa kamu cek di artikel finalis GameSeed 2026. Kalau penasaran dengan game-game lokal yang muncul di edisi sebelumnya, ada juga rangkuman game Indonesia dari IGDX 2024.
Info resmi soal program IGDX bisa kamu pantau di situs IGDX. Gimbot akan update kalau hasil business matching atau kesepakatan publishing dari ajang ini diumumkan.

