Nama Itiak Games perlahan namun pasti mulai mengukir reputasi yang kuat di kancah pengembangan game independen Indonesia.
Bagi mereka yang telah mengikuti perkembangan industri lokal sejak beberapa tahun terakhir, Itiak Games bukanlah pemain baru.
Sebelum si bebek pemberani dalam Ducklezzz mulai melompat dan membalikkan gravitasi di Google Play Store, studio ini telah lebih dulu membuktikan taringnya lewat proyek ambisius berjudul Voltshadow.
Kehadiran Ducklezzz di tahun 2026 ini menunjukkan evolusi yang menarik dari sisi kreatif. Alih-alih terpaku pada formula aksi cepat seperti pendahulunya, Itiak Games memilih untuk bereksperimen dengan genre puzzle-platformer. Jika di Voltshadow kita dituntut untuk tangkas secara motorik, di Ducklezzz kita diajak untuk beradu logika.
Kemampuan si bebek untuk menembakkan telur, melakukan teleportasi, hingga memanipulasi gravitasi adalah bukti bahwa tim pengembang ini sangat lihai dalam merancang teka-teki lingkungan yang berlapis. Hebatnya, identitas visual mereka tetap konsisten.
Penggunaan warna dan pencahayaan yang atmosferik—yang dulu membuat Voltshadow terasa hidup—kini diterapkan untuk membangun dunia misterius di mana si bebek terjebak.
Kualitas karya Itiak Games bukanlah sebuah kebetulan. Rekam jejak mereka sebagai Top 5 di ajang Gameseed 2024 dan kemenangan di Rookie Gamedev Competition menjadi bukti autentik atas dedikasi mereka.

Studio ini merupakan contoh nyata bagaimana semangat kompetisi bisa berubah menjadi konsistensi karya. Dari setiap proyek yang mereka rilis, terlihat ada proses belajar dan pematangan konsep yang terus berjalan.
Perilisan demo Ducklezzz di Google Play Store pada 8 Maret 2026 lalu bukan sekadar peluncuran game kecil, melainkan perayaan atas perjalanan panjang sebuah studio independen yang tetap setia pada visinya.
Bagi kamu yang merindukan kualitas pixel-art ala Voltshadow namun ingin tantangan yang lebih menguras otak, Ducklezzz adalah jawaban yang sempurna untuk mendukung terus pertumbuhan talenta lokal.
