Mengapa Gim Adaptasi Film atau Sebaliknya Jarang Ada yang Bagus?


Mungkin kamu pernah merasakan hal ini, di mana ada banyak sekali gim adaptasi film tapi ternyata gim tersebut tidak sebagus yang kita harapkan. Bahkan cenderung melenceng dari film yang ada.

Ada banyak faktor yang menyebabkan mengapa gim yang berasal dari adaptasi film cenderung jarang bagus.

Hal ini menjadi polemik ketika ada pengembang gim atau para pembuat film ingin mencoba mengadaptasi gim dan film sebagai karya mereka.

Sayangnya faktor-faktor yang menyebabkan gim atau film jadi tidak bagus itu yang akhirnya menjadi gap untuk membuat gim adaptasi film atau sebaliknya memiliki nilai yang bagus.

Ya sudah kita langsung bahas saja ya faktor-faktor yang menyebabkan gim adaptasi film cenderung jarang bagus. Cekidot!

BACA JUGA: [Review] Late Shift : Menikmati Gim dari Sebuah Narasi Film

1. Sudut Pandang yang Berbeda

adaptasi film

Hal yang paling membedakan antara gim dan film adalah sudut pandang yang berbeda.

Jika kamu menonton film maka kamu akan mengetahui siapa yang menjadi pemeran utamanya sedangkan untuk gim, seakan-akan kitalah yang menjadi pemeran utamanya.

Di film kita hanya bisa sebatas berempati dan merasakan sebagai orang lain, sedangkan untuk gim kita merasakan langsung bagaimana jadi sang tokoh utama.

2. Idealisme Juga Berbeda

adaptasi film

Dalam film otomatis para audiens dipaksakan untuk mengikuti cerita yang ada.

Berbeda dengan gim yang memiliki kebebasan para pemain untuk bisa memilih jalan ceritanya, walaupun memang tergantung gim tersebut apakah para pemain bisa memilih jalan cerita yang ada.

Hal ini akan menjadikan ekspektasi para audiens berbeda. Contoh untuk gim yang diadaptasi dari film, mungkin kamu mengharapkan adanya adegan yang epik, tapi bisa saja kamu tidak menemukan hal itu atau bahkan tidak sesuai harapan kamu begitupun sebaliknya.

3. Keterbatasan Resource

adaptasi film
Sumber: Fanpop

Hampir sama dengan poin no 2, keterbatasan resource ini berhubung dengan ekspektasi para penonton ataupun pemain.

Ketika gim adaptasi film dibuat, ekspektasi seseorang akan meningkat setidaknya berharap bahwa gimnya akan sebagus filmnya, begitupun sebaliknya.

Salah satu contoh resource di mana aktor atau aktris yang tidak sesuai dengan karakter di gim, karena memang pada dasarnya karakter yang ada di gim itu sendiri adalah fiktif atau tidak ada di dunia nyata.

Untungnya untuk gim yang diadaptasi dari film cenderung lebih mudah untuk mengambil wajah aktor ataupun aktris sebagai pemeran dalam gim.

Hanya saja terkadang ada masalah dalam perubahan alur cerita karena gim cenderung lebih bebas dibanding film yang memiliki jalan cerita linear.

4. Hanya Menjual IP (Intellectual Property)

adaptasi film
Sumber: iMore

Ini juga menjadi masalah di mana yang dijual adalah IP saja. Penilaian bagus atau tidak memang cenderung ekspektasi para audiens.

Contoh seperti sebuah film yang memiliki jalan cerita yang jauh berbeda dengan cerita asli di dalam gim, meskipun karakter-karakter di dalam gim tersebut muncul di film.

Sayangnya alur cerita bahkan penokohan sama sekali tidak menunjukkan karakter tersebut.

Begitupun di dalam gim, ketika ada sebuah karakter yang terlampau kuat di film, tapi ternyata sangat mudah dikalahkan di dalam gim atau setidaknya setara dengan karakter lainnya.

Salah satu gap yang membuat gim adaptasi film menjadi sulit memiliki nilai yang bagus.


Nah itu dia berbagai faktor yang membuat gim maupun film yang diadaptasi menjadi sulit untuk menjadi bagus. Menurut kamu sendiri apa saja faktor yang membuatnya tidak bagus?

Sumber: Forbes, Wired, Cracked.


Like it? Share with your friends!

Rizal Ziz

Seorang penulis yang senang mencari experience.. hobi membaca agar mendapatkan skill, senang berlatih agar bisa naik level.. dan senang hunting agar bisa mendapatkan item-item langka yang jika dijual dapat harga mahal..