[Review] Late Shift : Menikmati Gim dari Sebuah Narasi Film


Apa yang menarik dari sebuah gim? Kenapa ada banyak sekali orang yang selalu memainkan gim? Jawabannya bisa beragam mulai dari storyline, gameplay, atau graphic. Tetapi jawaban yang pasti adalah interaksi antara gim tersebut dengan pemainnya.

Saat bermain gim, kamu dapat menentukan sendiri aksi dari alur cerita yang sudah ditentukan. Intinya, kamu terlibat langsung dalam semua pengambilan keputusan dari gim tersebut.

Lho, sama dong dengan buku atau film? Tidak sepenuhnya, walaupun gim termasuk dalam media hiburan yang sama seperti buku dan film, tetapi ada perbedaan yang mendasar pada ketiganya.

Terence Lee, seorang developer dari Hitbox Team pernah menuliskan dalam blognya bahwa yang terpenting dari sebuah narasi di dalam gim tidak terletak pada alur ceritanya tetapi pada bagaimana cara penyampaiannya (storytelling). Ia menjelaskan bagaimana sebuah story dalam sebuah buku, film, dan game mempengaruhi penggunanya.

Buku membangun satu dimensi terhadap pengguna di mana penulis akan selalu menggunakan kata-kata dalam menyampaikan idenya seperti penggunaan bahasa deskriptif untuk menggambarkan indra, penggunaan dialog untuk merepresentasikan tokoh, dan penggunaan struktur kata pada kalimat, paragraf, dan chapter untuk menyusun alur cerita (ideas over time).

Film membangun dua dimensi terhadap pengguna sama seperti buku dengan tambahan dimensi baru, yaitu penggunaan indra seperti pengalaman audio visual untuk mengungkapkan ekspresi, percakapan antar karakter yang ditunjukkan dengan bahasa tubuh, suara, dan sinematografi (sensory experience).

Sedangkan, gim membangun tiga dimensi terhadap pengguna sama seperti film dengan tambahan dimensi baru, yaitu interaktif di mana pengguna dapat melakukan sesuatu di dalamnya untuk merasakan pengalaman berdasarkan motivasi dan emosinya sendiri berbeda (interactivity).

Storytelling adalah kunci utama dalam merancang sebuah story di dalam gim. Lihat saja bagaimana gim besutan Dontnod Entertainment seperti Life is Strange dan Telltale Games seperti The Walking Dead sukses memberikan keterikatan emosional terhadap pemainnya.

Lalu, bagaimana jika unsur storytelling ini didapatkan secara langsung dari film dan gim? Apakah pengalaman bermain dalam menikmati storytelling tadi akan menjadi berlipat ganda? Kamu bisa menemukan jawabannya dalam sebuah gim berjudul Late Shift.

Late Shift memberikan angin segar bagi gim yang dikembangkan dengan menekankan unsur game narrative. Terlihat sedikit mirip dengan gim ala Telltale seperti Minecraft Story Mode yang menekankan unsur decision dan player choice-driven.

Namun, Late Shift yang disutradarai oleh Tobias Weber dan dirilis oleh CtrlMovie ini sedikit berbeda dan berkebalikan karena storytelling-nya disajikan sebagai film dengan live-action cutscene. Sederhananya, ini adalah film dengan elemen gim di mana pemain dapat membuat pilihan.

Menariknya, film tidak akan berhenti ketika pilihan ditampilkan sehingga kamu harus memilihnya secara cepat. Semua interaksi pengguna bergantung pada pilihan yang akan mempengaruhi alur cerita dan ending yang berbeda-beda.

Kamu adalah aktor sekaligus sutradara di Late Shift ini.

Plotnya sendiri bercerita mengenai tokoh protagonis bernama Matt, seorang mahasiswa yang bekerja sebagai petugas parkir. Suatu malam, Matt terlibat dalam dunia kriminal di London ketika ia dipaksa bekerja dengan sekelompok perampok bersenjata untuk melakukan pencurian sebuah artefak bersejarah dari daratan Cina.

Perampokan berjalan dengan mulus. Sayangnya, mobil yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan sehingga menewaskan seluruh orang kecuali Matt dan wanita bernama May-Ling. Sialnya lagi, artefak yang mereka curi adalah palsu dan kini nyawa mereka dikejar oleh sindikat mafia Cina pemilik resmi dari artefak tersebut.

Tugasmu menemukan kembali artefak tersebut di mana setiap aksi dan keputusan yang kamu ambil mempengaruhi jalan cerita dan ending dari kehidupan Matt dan May-Ling itu sendiri. Kamu bisa menyelamatkan keduanya atau bahkan membunuhnya.

Late Shift ini adalah full motion video dengan genre crime thriller yang memiliki 180 pilihan dengan tujuh ending yang berbeda-beda. Pilihan akan muncul di kondisi tertentu dan kamu harus menjawabnya tanpa ada pengulangan. Apakah kamu cukup berani untuk kabur dari perampok tersebut? Atau apakah kamu berani berbohong demi mengorbankan nyawamu agar terhindar dari kejahatan berikutnya?

Satu-satunya kekurangan dari gim ini adalah durasinya yang terlalu singkat. Untuk mendapatkan ending pertama, hanya dibutuhkan waktu sekitar 1 jam. Total waktu dengan tujuh ending yang ada sebanyak 4 jam dikarenakan ada beberapa ending yang bisa didapatkan dari satu alur cerita.

Sayang sekali, alur cerita yang menarik dan cara penyampaian storytelling dengan elemen gim seperti Late Shift ini tidak dapat dimainkan dalam waktu yang lama.

Menikmati bermain Late Shift layaknya menonton sebuah film crime thriller di mana pemain diberikan kebebasan dalam menentukan sendiri alur ceritanya. Artinya, semakin lama bermain dan berinteraksi di dalamnya akan semakin membuat betah karena plot yang diberikan juga sangat menarik untuk terus diikuti.


Like it? Share with your friends!

ChipsMan

Never ever gimme shooter game when I eat chips cause my aim will be potato