5 Genre Game Yang Berasal Dari Mod Atau Custom Map

Terkadang, mod atau custom map buatan pemain atau penggemar bisa melahirkan game yang populer dan menjelma jadi genre baru.


genre-game-dari-mod-featured

Kadang, pemain dan orang biasa punya ide game keren yang tidak terpikirkan oleh developer yang sudah berpengalaman. Bagi developer yang tahu akan potensi tersebut, mereka biasanya membuka pintu ke orang-orang kreatif dengan menyediakan fitur custom map. Melalui fitur tersebut, pemain bisa mencurahkan ide kreatif mereka menjadi kenyataan. Tidak cuma itu, ide mereka juga bisa langsung dicoba oleh pemain-pemain lain.

Sejatinya, custom map dari pemain ini biasanya berperan sebagai konten tambahan jika kamu bosan bermain mode utama di game tersebut. Tapi kadang custom map tersebut justru sangat populer. Saking populernya, mod atau custom map tersebut menjelma menjadi game yang berdiri sendiri. Developer lain juga kemudian mencoba meniru ide tersebut sehingga melahirkan sebuah genre yang benar-benar baru.

Berikut adalah lima genre yang awalya lahir dari mod atau custom map di sebuah game yang berbeda.

1. MOBA

genre-game-dari-mod-moba

Tidak seperti real-time strategy di mana kamu harus mengelola berbagai unit di saat yang sama, dalam game MOBA kamu hanya perlu mengendalikan satu unit yang punya kekuatan unik. Bersama empat pemain lain, kamu harus bekerja sama menghancurkan base lawan yang terletak di seberang map pertandingan sebelum tim lawan melakukan hal yang sama ke base kamu. Map dalam MOBA juga cukup khas yaitu memiliki tiga lane dan sebuah hutan dan sungai untuk memisahkan lane tersebut.

BACA JUGA: Sudah Direboot! 5 Game ini Tetap Dianggap Gagal Memukau

MOBA awalnya lahir sebagai custom map untuk Starcraft bernama Aeon of Strife. Tapi popularitasnya baru melejit ketika hadir sebagai custom map di Warcraft III dengan nama Defense of The Ancient atau DoTA.

Tidak hanya populer sebagai game saja, berbagai turnamen DoTA kemudian lahir dengan sendirinya, membuktikan bahwa genre ini punya banyak pemain yang serius dan kompetitif. Dari popularitas DoTA, banyak yang kemudian mencoba membuat game yang serupa. Dari situlah MOBA lahir sebagai genre.

Hari ini, ada dua game MOBA yang sangat populer dan sepertinya tidak akan bisa digeser. Keduanya adalah League of Legends dari Riot Games dan Dota 2 dari Valve. Setelah populer di PC, genre ini kemudian masuk ke platform mobile dengan Arena of Valor, Mobile Legends, Vainglory, dan masih banyak lagi.

2. Battle Royale

genre-game-dari-mod-battle-royale

Terinspirasi dari film Jepang dengan judul yang sama, genre battle royale menempatkan puluhan orang di sebuah area yang luas. Tugas pemainnya sama dan hanya satu, yaitu jadi orang atau tim terakhir yang bertahan hidup. Tapi untuk mencapai itu, kamu mungkin harus membunuh tim atau pemain lain dengan senjata yang kamu temukan di area tersebut.

Battle royale lahir sebagai mod untuk game DayZ. Karena populer, PlayerUnknown sebagai kreator mod tersebut kemudian membawa idenya menjadi game sendiri, PlayerUnknown’s Battleground atau PUBG. Dalam waktu singkat, popularitas PUBG langsung melejit dan menjadi the next big thing dalam dunia game dan juga esports.

Sadar akan popularitas tersebut, banyak developer yang kemudian membuat battle royale mereka sendiri, entah sebagai game baru atau mode tambahan dari game yang sudah ada. Saat ini, Fortnite, Apex Legends, dan PUBG adalah tiga game yang paling populer di genre ini. Tapi saat genre ini sangat populer, ada sangat banyak game battle royale yang muncul dan mati atau dilupakan.

3. Hero/Class-Based Shooter

genre-game-dari-mod-class-based-shooter

Game shooter biasanya punya senjata api yang sering kita lihat di dunia nyata. Tidak hanya itu dalam game ini semua pemain akan mengendalikan karakter yang sama. Satu-satunya yang membedakan adalah senjata yang kamu beli atau gunakan. Class-based shooter mengubah kesamaan tersebut dengan membuat tiap karakter punya senjata yang berbeda. Tidak cuma itu, karakter-karakter tersebut juga punya kemampuan uniknya sendiri.

Genre ini pertama kali lahir dari mod Half-Life yang kemudian berubah menjadi game yang berdiri sendiri bernama Team Fortress. Karena populer, game tersebut kemudian mendapatkan sekuel bernama Team Fortress 2 yang jauh lebih dipoles.

Setelah Team Fortress 2, tidak banyak developer yang berusaha meniru game tersebut sampai akhirnya Blizzard menciptakan Overwatch. Bersamaan dengan itu, beberapa developer lain juga mencoba membuat game serupa seperti Paladins. Game lain seperti Rainbow 6 Siege dan Apex Legends juga mengambil formula class-based yang serupa ke gameplay yang berbeda.

4. Hardcore Survival

genre-game-dari-mod-survival

Sebelumnya kami menyebutkan bahwa battle royale berasal dari sebuah mod dari game DayZ. Tapi DayZ sendiri sebenarnya juga berasal dari sebuah mod dan melahirkan sebuah genre sendiri, yaitu hardcore survival.

DayZ berasal dari mod Arma 3 yang populer karena konsepnya yang cukup baru. Dalam mod ini, kamu dan sejumlah pemain lain ditempatkan dalam sebuah area open world yang penuh dengan zombi. Kamu harus bertahan hidup dengan menemukan makanan serta senjata agar bisa selamat dari sergapan zombi yang bisa muncul kapan saja. Tapi layaknya zombie-apocalypse, musuhmu bukan hanya zombi, melainkan pemain lain yang juga ingin bertahan hidup. Kadang kamu akan bertemu dengan pemain yang bisa diajak kompromi, tapi di saat sama-sama desparate, pemain yang terlibat mungkin harus saling bunuh.

Setelah DayZ sukses, game dengan esensi gameplay yang sama kemudian bermunculan. Satu yang paling mirip adalah H1Z1, kemudian ada Rust yang menghilangkan elemen zombi dan lebih murni ke survival serta membangun markas dan koloni, kadang demi selamat atas sergapan koloni lain. Setelah itu genre ini kemudian merambah ke format single player dengan hadirnya game seperti The Lone Dark dan Subnautica.

5. Auto Battler

genre-game-dari-mod-auto-battler

Dari semua genre di daftar ini, Auto Battler adalah yang paling baru. Secara singkat, genre ini merupakan perpaduan antara game kartu dan catur yang diberi bumbu mekanisme ekonomi yang menarik. Sejatinya, kamu diminta membuat deck berisi unit-unit yang bisa bersinergi satu sama lain, dan berharap deck tersebut cukup kuat untuk bertahan dari tujuh pemain lain.

Genre ini lahir dari sebuah mod di Dota 2 bernama Dota Auto Chess. Menggunakan aset dan fitur arcade map yang tersedia di Dota 2, sang developer Drodo Studio langsung menuai sukses. Baru beberapa hari rilis, Dota Auto Chess langsung populer terutama di kalangan komunitas card game seperti Hearthstone. Dengan sukses tersebut, banyak developer yang ingin membuat game serupa dengan sentuhan mereka sendiri. Dari situ lahirlah sebuah genre baru.

Drodo Studio sempat dihubungi oleh Valve dan diajak berkolaborasi untuk membuat game Auto Chess yang berdiri sendiri. Tapi developer China tersebut menolak dan memilih membuat game mereka sendiri tanpa campur tangan Valve. Akhirnya hadirlah Auto Chess yang tersedia di mobile dan PC. Valve juga membuat game mereka sendiri yaitu Dota Underlords. Riota Games tidak mau ketinggalan dengan Teamfight Tactics, Tencent punya Chess Rush, Blizzard punya Hearthstone Battlegrounds, dan Moonton punya Magic Chess.


Kaoru