Sudah Direboot! 5 Game ini Tetap Dianggap Gagal Memukau

Meski sudah dirombak abis, tak semua game reboot nyatanya laku di pasaran. Buktinya adalah beberapa game reboot ini gagal.


reboot

Hilangnya sebuah franchise dari pasaran biasanya kerap membuat publisher dan developer gatal untuk membangkitkannya kembali. Tentu tak jarang untuk membangkitkannya kembali, para developer dan publisher kerap melakukan langkah tak biasa yaitu salah satunya adalah melakukan reboot atau pembuatan ulang game kembali dengan mengubah banyak aspek di dalam game tersebut.

Tapi sayangnya, meski sudah dipoles sana sini dan mengubah banyak hal, kenyataannya reboot ini justru gagal memberikan nafas dan nuansa baru untuk menarik minat gamer. Setidaknya ada lima game yang sudah dibuat reboot namun masih tetap gagal memukau. Kira-kira ada apa saja? Berikut daftar lengkapnya.

1. DmC: Devil May Cry

Ninja Theory merupakan salah satu developer yang sudah cukup berpengalaman dalam membuat game hack and slash. Namun sayangnya, mandate reboot yang diberikan oleh Capcom membuatnya melakukan tindakan yang terlalu jauh ketika mereka melakukan reboot pada Devil May Cry. Sudah memiliki akar kuat di industri game terkait karakter utama mereka, Dante, Ninja Theory justru mengubah Dante menjadi berbeda.

BACA JUGA: Impresi Demo Resident Evil 3 Remake – Sukses Penuhi Ekspektasi

Memang dari segi pertarungan, gameplay DmC cukup baik dan fluid. Namun dari segi cerita dan karakter, game ini hancur lebur. Bahkan saat diperkenalkan desain baru karakter Dante, mayoritas gamer yang suka dengan franchise ini banyak menyuarakan kemarahan mereka. Ya, Capcom dikritik karena keputusannya untuk mengubah banyak hal di dalam franchise andalan mereka.

Selain karakter, game reboot ini juga tidak menawarkan banyak perubahan dibandingkan versi aslinya.

2. Medal of Honor

Beralihnya seri Call of Duty dari tema perang dunia kedua ke perang yang lebih modern di seri Modern Warfare tahun 2010 membuat EA membuat keputusan mengejutkan dengan membangkitkan kembali seri Medal of Honor yang fokusnya lebih ke perang dunia kedua. Reboot yang satu ini membawa Medal of Honor mengambil latar belakang peperangan di Timur Tengah.

Memang sebagai sebuah game, Medal of Honor cukup layak untuk dimainkan karena dari segi single player dan multiplayer, game ini digarap dengan baik. Tapi sayangnya, tidak ada khas lain yang mereka bawa sehingga sensasi yang ada di game ini dianggap terlalu mirip dengan Call of Duty pada saat itu. Medal of Honor gagal untuk membuat pasar mereka sendiri, tak seperti Battlefield yang dulu justru sukses membuat pasarnya sendiri.

Barulah reboot ini benar-benar tenggelam namanya ketika Medal of Honor: Warfighter diluncurkan di mana game ini mendapatkan banyak resensi buruk dari para kritikus.

3. Alone in the Dark

Alone in the Dark merupakan inspirasi di balik terciptanya Resident Evil dan Silent Hill. Ya, sebagai game survival horror 3D pertama yang ada di pasaran, reboot dari game ini di tahun 2008 tentu disambut dengan gegap gempita oleh para gamer. Tapi sayangnya, reboot ini justru mendapatkan resensi negatif dari kritikus. Ya, Eden Games selaku developer gagal melejitkan kembali game yang satu ini karena kesalahan-kesalahan mereka.

Benar, game ini memiliki kontrol buruk, pertempuran yang terus diulang, dan plot yang sangat berbelit serta sukar dimengerti. Mendapatkan banyak kritik negatif membuatnya hanya terjual sedikit saja. Gilanya, Atari memperburuk masalah dengan melayangkan ancaman hukum ke beberapa website di Eropa yang memberikan ulasan dengan skor yang rendah.

Hal ini tentu justru malah membuat Alone in the Dark semakin terpojok dan akhirnya menghilang hingga saat ini.

4. Duke Nukem Forever

Game ini adalah seri lanjutan dari Duke Nukem 3D yang dibuat dalam waktu 15 tahun. Keputusan melakukan reboot pada franchise yang satu ini tentu bukanlah hal yang baik sejak awal karena meski dilakukan reboot, franchise Duke Nukem tetap gagal melejit. Buktinya tentu ada pada Duke Nukem Forever yang mengalami berbagai masalah dalam pembuatan.

Sebagai salah satu franchise yang legendaris, banyak gamer memang yang menunggunya untuk diluncurkan. Tapi apa yang terjadi ketika diluncurkan? Tentu saja gagal total karena banyak kekurangan yang mereka bawa misalnya saja desain level yang dangkal plus grafisnya yang buruk. Duke Nukem Forever kalah bersinar dibandingkan game shooter lainnya.

Bahkan kala itu, ada beberapa game shooter reboot lain yang sukses seperti Doom dan Wolfenstein. Hal ini membuat Duke Nukem makin gagal bersaing dan akhirnya proyek reboot tak dilanjutkan kembali.

5. SimCity

Tak bisa dipungkiri bahwa SimCity yang diluncurkan pada tahun 1989 memang merupakan tonggak lahirnya banyak game Sim lainnya. Hal ini tentu membuat reboot yang dilakukannya di tahun 2013 banyak dinanti oleh gamer. Bayangan gamer saat itu adalah SimCity akan digarap lebih modern dan membawa banyak pembaharuan tentunya. Tapi, ada satu ganjalan dari para gamer karena pada saat itu, EA bersikukuh untuk membuat game full online.

Ternyata benar, kekhawatiran itu akhirnya menjadi kenyataan di mana ketika diluncurkan, game ini banyak memiliki masalah di mana banyak gamer yang tak biasa mengaksesnya. Bahkan akhirnya muncul gerakan untuk tak membeli game ini sampai EA menemukan solusi terkait masalah jaringan tersebut. Kegagalan SimCity semakin diperparah karena tak lama, muncul game Cities: Skylines yang memiliki banyak mekanisme bagus di dalamnya.

Ya, Cities: Skyline laku dan mengambil mahkota dari SimCity sebagai game simulasi membuat kota terbaik!


Azzizil Adam

Main game gak bakal bikin masa depan suram. Yang bikin suram adalah ketika lo malas berbuat sesuatu! Happy gaming.