Dramatis! 10 Game Ini Akan Membuatmu Merasa Seperti Menonton Film


Developer game era modern mampu menghasilkan kualitas visual nyata sampai menyerupai film. Mana di antara game berikut yang berkesan buatmu?

Kecanggihan teknologi membuat developer video game dapat menghadirkan kualitas visual yang sangat canggih, bahkan mendekati nyata. Apalagi bila ditambah dengan motion capture, animasi gerakan dan ekspresi para tokoh di layar bisa tampak realistis. Di era modern, adegan sinematik sebuah game sudah tak kalah dengan film-film Hollywood.

BACA JUGA: Review Death Stranding – Istimewa Bagi Gamer yang Gemar Berbuat Kebaikan

Sebagian orang ada yang anti terhadap perkembangan seperti ini karena visual yang terlalu realistis membuat kita kurang berimajinasi. Ada juga yang berkata bahwa game yang terlalu mirip film tidak selayaknya disebut sebagai game. Tapi menurut Gimbot game demikian tetap punya tempat tersendiri sebagai pelengkap judul-judul game lain yang lebih interaktif atau penuh aksi.

Kalau kamu berminat memainkan game yang terasa seperti menonton film, berikut ini Gimbot rangkum sepuluh rekomendasi di antaranya.

Alan Wake

Berbicara tentang game yang seperti film, Alan Wake mungkin adalah contoh paling pas. Game bergenre thriller buatan Remedy Entertainment ini bahkan memiliki struktur episodik, lengkap dengan lagu ending dan adegan “rangkuman episode sebelumnya” yang unik. Pencahayaan serta penyorotan kamera juga dilakukan dengan dinamis, cocok sekali untuk menyampaikan kisah misteri yang jadi tema sentral Alan Wake.

Dua karya Remedy Entertainment berikutnya, yaitu Quantum Break dan Control, juga memiliki adegan sinematik keren layaknya film. Tapi kalau harus memilih satu maka Gimbot akan merekomendasikan Alan Wake.

Until Dawn

Sempat cukup populer di tahun 2015 dulu, Until Dawn diciptakan oleh para penulis yang sudah berpengalaman menggarap skenario film horor. Game yang satu ini memang dari awal dirancang sebagai semacam film interaktif. Sebagian besar permainan terdiri dari eksplorasi dan adegan sinematik, kemudian kamu akan dihadapkan pada pilihan-pilihan untuk menentukan siapa tokoh yang hidup dan mati di akhir cerita.

Brothers: A Tale of Two Sons

Brothers: A Tale of Two Sons adalah game yang sangat unik karena kamu mengontrol dua karakter sekaligus dengan satu joystick. Game ini sudah mendapat banyak sekali penghargaan karena desainnya sangat kreatif, dan ceritanya punya kesan mendalam. Sangat disarankan untuk main Brothers: A Tale of Two Sons sampai tamat dalam sekali duduk, karena game ini punya durasi permainan yang tidak begitu panjang (sekitar 3 jam saja) dan sayang sekali kalau terputus di tengah-tengah.

Death Stranding

Hideo Kojima sudah lama terkenal sebagai pembuat game yang gemar memasukkan sinematik panjang dan lama, tapi dalam Death Stranding, Kojima sepertinya benar-benar menggila. Total adegan sinematik dalam game ini mencapai lebih dari sebelas jam! Di balik gameplay yang terlihat simpel (hanya mengantar barang), Death Stranding menyimpan sebuah kisah dramatis yang mengajak kita untuk merenungi kehidupan.

Life is Strange

Dontnod Entertainment menggebrak dengan karya mereka yang disebut-sebut sebagai salah satu game adventure terbaik sepanjang masa. Life is Strange akan membawamu ke dalam lika-liku kehidupan remaja yang terlibat dalam berbagai fenomena supernatural. Awalnya game ini dirilis secara episodik karena masalah finansial, tapi ternyata Life is Strange sukses besar dan mengangkat nama Dontnod Entertainment sebagai salah satu developer yang disegani.

Setelah Life is Strange selesai, Dontnod Entertainment telah meluncurkan tiga game penerus, yaitu Life is Strange: Before the Storm, The Awesome Adventures of Captain Spirit, dan yang terbaru, Life is Strange 2.

The Last of Us

Kiprah Naughty Dog di ekosistem PlayStation sejak era PS1 telah menghasilkan berbagai judul game yang luar biasa, termasuk di antaranya seri Crash Bandicoot, Jak & Daxter, Uncharted, hingga The Last of Us. Di antara sejumlah franchise itu, The Last of Us memegang posisi sangat tinggi karena game ini punya cerita yang sangat dramatis dan fenomenal. Pokoknya kalau kamu punya PS3 atau PS4, kamu wajib main game ini!

Kelanjutan kisah Joel dan Ellie dalam The Last of Us Part 2 direncanakan terbit untuk PS4 di tengah tahun 2020 ini. Sudah siap memainkannya?

Marvel’s Spider-Man

Kemunculan Spider-Man di PS4 adalah hal yang cukup tak terduga. Apalagi developernya adalah Insomniac Games yang selama ini dikenal sebagai pencipta seri game untuk semua umur, Rachet & Clank. Banyak penggemar bertanya-tanya, apakah mereka mampu menghadirkan kisah Peter Parker yang seseru filmnya. Insomniac Games menjawab keraguan itu dengan menghadirkan salah satu kisah superhero terbaik di era modern.

Marvel’s Spider-Man seharusnya layak mendapat predikat Game of the Year tahun 2018. Sayangnya, di tahun yang sama muncul saingan berat: God of War.

God of War

God of War yang mendapat predikat Game of the Year di tahun 2018 ini menerapkan sebuah teknik sinematik cukup unik. Seluruh game berjalan tanpa ada pemotongan adegan, sehingga terlihat seperti film yang direkam dalam sekali jalan (single shot). Teknik serupa pernah digunakan oleh beberapa film ternama, salah satunya Birdman yang meraih penghargaan Academy Award kategori Best Picture di tahun 2014. Hasilnya adalah pengalaman yang sangat immersive, seolah-olah kita benar-benar masuk ke dalam dunianya.

Seluruh Karya Telltale Games

Penggemar game adventure pasti kenal dengan nama Telltale Games. Mereka memang telah lama sekali merilis game dengan gaya sinematik yang menyerupai film. Meski kadang dikritik karena tidak banyak berinovasi, karya-karya mereka juga sering dipuja sebab berhasil menyajikan cerita yang seru untuk diikuti.

Beberapa game ciptaan Telltale Games yang terbaik antara lain adalah Back to the Future: The Game, The Walking Dead, The Wolf Among Us, serta Batman: The Telltale Series.

Seluruh Karya Quantic Dream

Satu lagi studio game yang punya spesialisasi menciptakan game dengan gaya sinematik ialah Quantic Dream. Didirikan oleh David Cage, sejak awal pendiriannya Quantic Dream memang bertujuan untuk fokus pada penggunaan video game sebagai media penyampaian cerita. Mereka terkenal dengan keahliannya menyajikan akting karakter yang nyata, jalur cerita bercabang-cabang, serta kualitas visual jempolan.

Sejauh ini Quantic Dream baru memiliki lima game, namun semua cukup legendaris di kalangan penggemar game adventure. Termasuk di antaranya Heavy Rain, Beyond: Two Souls, dan Detroit: Become Human.


Ayyub Mustofa

Jarang main game sampai tamat kecuali untuk review. Menyukai hampir semua genre, dan hingga kini masih menunggu kemunculan Megaman X9.