Berbagai Cara Developer Membuat Narator Punya Peran Unik Dalam Game


Biasanya narator tidak punya peran yang terlalu penting di game. Namun beberapa game mencoba memanfaatkan narator dengan cara unik.

game-narator-unik-featured

Secara umum, narator di game berfungsi untuk merangkum cerita yang sudah terjadi atau yang akan terjadi. Namun di luar itu narator biasanya tidak mendapatkan banyak tempat di game. Alasannya karena sebagai media hiburan visual, cerita di game biasanya lebih efektif jika disampaikan lewat dialog karakter atau bahkan tindakan pemain.

Bukan berarti narator jadi entitas yang punah di medium ini. Beberapa game masih menggunakan narator meskipun kehadirannya tidak terlalu sering. Lalu ada juga beberapa game yang menggunakan narator dengan cara yang unik. Saking uniknya, peran narator di game-game ini justru jadi sangat penting.

Membawakan Cerita Lewat Cara yang Unik

Sebelumnya kami menyebutkan bahwa narator di game tidak diperlukan karena dialog karakter biasanya bisa memenuhi peran naratif yang sama. Bahkan ketika game-nya bisu alias karakternya tidak punya voice actor, dialog teks antar karakter juga tetap bisa membawakan cerita dalam permainan.

Apakah itu berarti narator tidak bisa membawakan cerita di game? Sebenarnya bisa saja, tapi presentasi game-nya dan cara narator membawakan cerita harus sedikit berbeda.

Bayonetta Origins misalnya, punya narator yang tidak hanya menceritakan kejadian di setiap cut-scene dan kadang menjelaskan apa yang terjadi dalam permainan. Peran narator di sini efektif karena Bayonetta Origins sendiri adalah game dengan warna dan presentasi yang mirip buku cerita anak. Bahkan cut-scene-nya sebenarnya adalah kumpulan gambar statis layaknya sebuah buku cerita, jadi narator di sini seolah menceritakan sebuah dongeng ke pemainnya.

Satu lagi narator yang melakukan hal serupa adalah Bastion. Sepanjang bermain Bastion, kamu akan ditemani oleh seorang narator. Lewat suaranya yang keren, ia menjabarkan cerita dalam permainan seolah ia sedang ngobrol tidak dengan karaktermu, tapi ke kamu sebagai pemain. Tidak hanya itu, ia juga sesekali mengomentari tindakanmu dalam permainan. Kehadiran narator tersebut tidak hanya memecah kebisuan di game-nya, tapi juga jadi menghadirkan pengalaman naratif yang unik.

Mendampingi Dalam Sebuah ‘Game’

Seperti yang sudah kami singgung sedikit di atas, narator di game bisa mendampingi dialog dan tindakan pemain. Tidak hanya itu, format tertentu juga membuat peran narator jadi lebih efektif. Selain buku cerita, satu lagi format yang membuat narator bisa berperan besar adalah ketika game-nya digambarkan sebagai sebuah game terpisah seperti Voice of Cards.

Sejatinya Voice of Cards adalah game RPG dengan sistem combat turn-based yang sangat sederhana. Faktor yang membuat trilogi unik adalah game-nya dikemas seolah kamu sedang bermain sebuah permainan tabletop yang sudah disiapkan oleh seorang game master. Ibaratnya kamu datang ke toko board game, dan sang penjaga toko mengajakmu dan menemanimu bermain game ini.

Narator di Voice of Cards memposisikan dirinya sebagai game master. Ia akan membawakan cerita seolah kamu sedang menyimak di sisi lain meja permainan. Tidak hanya itu, ia juga menanggapi kejadian dalam permainan. Misalnya saat combat kamu melempar dadu dan mendapatkan angka tinggi untuk menghasilkan critical, narator akan berucap ‘lucky’ atau kamu sedang beruntung. Ini sekali lagi memantapkan gagasan bahwa naratornya juga merangkap sebagai game master.

Ketika Narator Menjadi Poros Game-nya

Kalau membahas cara game memanfaatkan narator dengan unik, haram rasanya jika kita tidak membahas Stanley Parable. Alasannya karena di game ini naratornya bukanlah alat untuk mengantarkan cerita. Justru naratornya adalah cerita serta poros utama game-nya.

Stanley Parable adalah tempat kamu berinteraksi secara timbal balik dengan sang naratornya. Sejak permainan dimulai, sang narator akan membuat narasi yang berusaha mengarahkanmu. Namun kamu sebagai pemain juga bisa mengikuti atau melanggar arahan tersebut (jika memungkinkan). Ini karena setiap tindakan yang kamu lakukan akan memicu jalur cerita dan ending yang berbeda, serta tanggapan yang berbeda dari narator.

Sekejap, Stanley Parable jadi game yang penuh dengan pertanyaan “apa yang terjadi jika kalau saya melakukan ini?” Kamu bisa saja dengan patuh menuruti semua perkataannya, atau dengan sengaja membuatnya marah dengan melanggar ucapannya terus menerus. Apapun yang kamu pilih akan selalu menarik karena apa yang terjadi di setiap tindakanmu akan berbeda. Semuanya berkat kehadiran sang narator.


Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
注册免费账户
注册免费账户
January 27, 2026 11:54 pm

Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you. https://accounts.binance.com/register-person?ref=IXBIAFVY

Kaoru

Hmmm...