Enam Game Indonesia Tampil di gamescom asia 2026 Bangkok


Booth Games from Indonesia dari Ekraf dan AGI di gamescom asia x Thailand Game Show 2026, dengan stand Funix, Cuboids Interactive, TBA Studio, dan Mainspace
Foto: Gimbot

Enam game buatan studio Indonesia ikut dipamerkan di gamescom asia x Thailand Game Show 2026, pameran game yang berlangsung di Queen Sirikit National Convention Center (QSNCC), Bangkok, pada 29 Oktober sampai 1 November. Para studio ini berangkat lewat fasilitasi Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) bersama Asosiasi Game Indonesia (AGI), setelah melalui open call dan kurasi.

Hasil kurasinya diumumkan AGI lewat akun Instagram resminya pada 8 Oktober. Selain studio game, delegasi Indonesia juga membawa dua media gim, Mainspace dan Cleansound Studio. Para studio tampil di entertainment area, bagian pameran yang terbuka untuk pengunjung umum.

Indonesia sendiri menjadi salah satu dari 20 paviliun nasional di gamescom asia tahun ini. Menurut penyelenggara, pesertanya datang dari 29 negara dan wilayah, jumlah terbanyak dalam sejarah acara ini.

Daftar 6 game Indonesia di gamescom asia 2026

1. TypeCaster (TBA Studio)

TypeCaster adalah action RPG bergenre type ‘em up. Senjata utamamu adalah kecepatan dan ketepatan mengetik, termasuk saat menghadapi boss battle. Game dari TBA Studio ini diterbitkan Yellow Hearts dan sudah cukup sering tampil di panggung internasional. TypeCaster terpilih masuk Indie Arena Booth di gamescom 2026 di Cologne, Jerman, salah satu area indie paling bergengsi di pameran tersebut. Sebelumnya, game ini juga terpilih tampil di Tokyo Indie Game Summit 2026 sebagai satu-satunya wakil Indonesia. Tanggal rilisnya belum diumumkan.

Pertarungan melawan bos bergaya hitam putih dalam game action RPG mengetik TypeCaster
Sumber: TBA Studio / Yellow Hearts

2. Irradiant Skies (Cuboids Interactive)

Irradiant Skies adalah roguelite bergaya arcade yang menggabungkan mekanik brick-breaking dengan menangkis peluru. Kamu memantulkan serangan musuh, merangkai upgrade, dan menguasai berbagai pesawat sambil naik melewati gelombang musuh. Game juara GameSeed 2025 ini juga diterbitkan Yellow Hearts, seperti pernah dibahas dalam artikel rencana Yellow Hearts membawa gim Indonesia ke pasar global. Tanggal rilisnya belum diumumkan.

Pesawat pemain memantulkan peluru musuh dalam gameplay roguelite Irradiant Skies
Sumber: Cuboids Interactive / Yellow Hearts

3. SVAKA: Lost Legends (Funix Indonesia)

SVAKA: Lost Legends adalah action RPG berbasis cerita dari Funix Indonesia, studio asal Bandung. Kamu bermain sebagai Suaka yang bersama para sekutunya berusaha menyelamatkan warga dari cengkeraman roh jahat Dzuna di dunia mistis Maji, sambil mencari ayahnya yang hilang. Menurut halaman Steam SVAKA: Lost Legends, game ini akan hadir di PC dengan tanggal rilis yang masih tertulis “Coming soon”.

Suaka melancarkan serangan cahaya biru ke arah musuh dalam SVAKA: Lost Legends
Sumber: FUNIX / Project SVAKA

4. The Blue Cut Hook (Oray Studios dan Plexus Studio)

Kalau kamu suka game santai, The Blue Cut Hook memadukan manajemen tavern yang cozy dengan unsur petualangan. Di sini kamu bukan pahlawan, melainkan pemilik tavern. Makanan, perlengkapan, dan saran yang kamu berikan ikut menentukan nasib para petualang yang mampir. Game garapan Oray Studios dan Plexus Studio ini dijadwalkan rilis pada 2026 di PC, sesuai halaman Steam The Blue Cut Hook.

Pemilik tavern melayani petualang di meja bar dalam game The Blue Cut Hook
Sumber: Oray Studios / Plexus Studio

5. Iron City Champions (Authentic Remixes)

Iron City Champions adalah party platform fighter yang memadukan strategi posisi ala sumo dengan sistem pertarungan batu-gunting-kertas yang gampang dipelajari. Game dari studio asal Jakarta, Authentic Remixes, ini diterbitkan Beep Japan. Authentic Remixes juga dikenal sebagai pengembang Kidbash: Super Legend yang dijadwalkan rilis awal 2027. Tanggal rilis Iron City Champions sendiri belum diumumkan, menurut halaman Steam Iron City Champions.

Dua petarung beradu di jalanan kota dalam game party fighter Iron City Champions
Sumber: Authentic Remixes / Beep Japan

6. Llama and Lizard (Beware!)

Llama and Lizard adalah game co-op online maupun lokal dengan teka-teki berbasis fisika. Dua karakternya punya cara bergerak yang berbeda: Lizard bisa menjulurkan lidah yang bisa dipakai Llama sebagai trampolin, sedangkan Llama bisa memanjangkan leher untuk menghancurkan objek. Game dari tim Beware! ini menggabungkan platformer 2D dan sudut pandang top-down, dan sebelumnya masuk daftar finalis GameSeed 2026 kategori PC. Versi PC-nya bisa dicoba di itch.io.

Llama dan Lizard bekerja sama memecahkan teka-teki dengan lidah Lizard di gua dalam game co-op Llama and Lizard
Sumber: Beware! (itch.io)

Bukan satu-satunya wakil Indonesia

Di luar delegasi Kemenekraf dan AGI, game horor lokal AGNI: Village of Calamity dari Separuh Interactive juga hadir di gamescom asia lewat publisher Wired Productions. Mereka memamerkan trailer gameplay baru AGNI dan membuka demo yang bisa dimainkan di lokasi.

Kehadiran enam studio ini menambah daftar langkah pemerintah dan asosiasi untuk membawa developer lokal ke pasar regional. Di dalam negeri, Kemenekraf juga sedang menyiapkan insentif pendanaan untuk developer game lokal. gamescom asia x Thailand Game Show 2026 masih berlangsung hingga Minggu (1/11).

Bagikan artikel ini

Brian

Brian

Kalau hidup adalah sebuah game, then life is a permainan. Astronaut of Gimbot.