Game Indie Berkuasa, Slay the Spire II Tumbangkan Marathon dan Resident Evil di Steam


Beuh, mantap.

Dunia gaming baru saja menyaksikan fenomena “Daud vs Jalut” di awal Maret 2026. Game indie yang sangat dinantikan, Slay the Spire II, resmi meluncur di Steam Early Access pada 5 Maret lalu dan langsung membuat gebrakan gila.

Hanya dalam hitungan jam, sekuel buatan Mega Crit ini berhasil meroket ke posisi pertama daftar Global Top Sellers Steam, mendepak dua judul AAA raksasa yang rilis berdekatan: Marathon milik Bungie dan Resident Evil Requiem dari Capcom.

Keberhasilan ini bukan sekadar keberuntungan. Berdasarkan data terbaru, Slay the Spire II mencatatkan angka pemain bersamaan (concurrent players) yang fantastis, menembus angka 574.638 pemain pada akhir pekan pertamanya.

Angka ini hampir tiga kali lipat lebih besar dibandingkan puncak pemain Marathon (sekitar 88 ribu) dan melampaui Resident Evil Requiem (344 ribu). Pencapaian ini menempatkan Slay the Spire II sebagai peluncuran game terbesar di Steam sepanjang tahun 2026 sejauh ini, bahkan nyaris memecahkan rekor Hollow Knight: Silksong yang rilis tahun lalu.

Menariknya, tim pengembang Mega Crit sempat melontarkan candaan “halus” di media sosial X. Mereka mengucapkan selamat atas peluncuran Marathon sambil berkelakar, “Jangan biarkan proyek gairah indie kecil seperti ini (Marathon) terlewatkan hanya karena Slay the Spire 2 sudah rilis.”

Candaan ini merujuk pada kontras antara anggaran besar Bungie dengan status indie Mega Crit. Dengan fitur baru seperti mode co-op 4 pemain dan visual yang lebih tajam menggunakan Godot Engine, sepertinya para gamer memang lebih memilih untuk kembali memanjat menara maut daripada terjun ke zona ekstraksi di bulan Maret ini.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Junior

Suka banget main game terutama game kompetitif kayak League of Legends dan Dota.