Salah satu pengumuman yang jadi highlight di Nintendo Direct awal bulan September lalu adalah Octopath Traveler II. Meskipun merupakan sekuel, game ini akan membawakan cerita dan karakter baru. Tapi semua aspek yang membuat pendahulunya disukai, mulai dari grafis HD2D yang indah hingga mekanisme gameplay-nya, tetap dipertahankan dan bahkan ditingkatkan.
Tidak lama setelah itu, SquareEnix selaku publisher kemudian mengadakan sesi selama kurang lebih satu jam. Dalam sesi itu, mereka memperlihatkan semua hal mengenai game ini, salah satunya adalah 20 menit cuplikan gameplay.
Seperti apa gameplay dan pengalaman Octopath Traveler II jika mengacu pada cuplikan tersebut? Yuk simak di bawah ini.
Dunia yang Lebih Luas dan Dinamis
Octopath Traveler II dimainkan di dunia bernaam Solista. Tidak seperti game sebelumnya yang berbentuk satu benua yang luas, Solista punya dua wilayah yang dipisahkan oleh laut. Ini membuat setiap kota punya kultur dan arsitektur yang sangat berbeda. Di satu tempat kamu bisa melihat kota bergaya barat yang lebih modern, tapi di tempat lain kamu bisa melihat kota tempat yang sangat tradisional.
Tapi yang paling menarik dari dunia Octopath Traveler II adalah adanya elemen waktu siang dan malam. Waktu ini akan mempengaruhi visual permainan dan juga kondisi di setiap area. Misalnya sebua kota akan terlihat ramai di siang hari lalu jadi lebih sepi di malam hari. Square Enix juga sempat mengklaim bahwa Path Action setiap karakter juga akan berbeda tergantung waktu dalam permainan, tapi sayangnya cuplikan yang ada tidak memperlihatkan klaim tersebut.
Path Action yang Lebih Ekspansif

Salah satu hal yang unik di Octopath Traveler adalah setiap karakter punya interaksi unik bernama Path Action. Setiap karakter bisa melakukan interaksi unik ke setiap NPC untuk tujuan yang berbeda. Hikari sebagai Warrior misalnya bisa menantang NPC untuk berduel, Agnea sebagai Dancer bisa merayu NPC untuk ikut berpetualang dan bertarung bersamamu, dan seterusnya.
Satu kekurangan Octopath Traveler adalah mayoritas Path Action ini tidak punya banyak fungsi kecuali ketika plot ceritanya memintamu melakukannya. Nah, Octopath Traveler II mencoba membuat Patch Action lebih bermanfaat. Hikari misalnya, menantang NPC tidak hanya memberikan EXP, tapi ia bisa mendapatkan skill yang dimiliki NPC tersebut. Sementara itu Agnea bisa menarik untuk memberikan buff karakter lain, dan NPC yang ia rayu bisa memberikan efek tambahan yang unik.
Mekanisme Combat Baru

Untuk combat, Octopath Traveler II menggunakan formula yang sama dengan pendahulunya. Setiap karakter akan menyandang paling tidak satu Class, dan masing-masing Class bisa menggunakan senjata dan ability yang berbeda. Setiap giliran setiap karakter juga akan punya poin bernama BP yang bisa kamu gunakan untuk membuat seranganmu lebih kuat.
Lalu ketika bertarung, kunci mengalahkan lawan adalah menemukan senjata atau kelemahan elemen lawan untuk menghilangkan icon perisai yang tersemat di lawan tersebut. Ketika perisai tersebut pecah, lawan tersebut akan terkena stun dan menerima lebih banyak damage, membuat mereka jadi sasaran empuk.
Satu mekanisme baru yang diperkenalkan di Octopath Traveler II adalah Latent Power yang diperlihatkan lewat icon berwarna di sebelah nama masing-masing karakter. Latent Power ini sebenarnya sudah diperkenalkan di game mobile Octopath Traveler: Champions of The Contintent dan punya cara kerja yang kurang lebih sama.
Ketika digunakan, Latent Power mengizinkan setiap karakter menggunakan ability yang sangat kuat. Seperti apa ability ini tergantung pada karakter yang kamu mainkan, mulai dari menghasilkan damage yang sangat besar hingga memberikan heal ke semua rekan setim. Latent Power ini hanya bisa digunakan satu kali di satu pertarungan, dan bisa kamu isi kembali dengan menghasilkan damage, menerima damage, atau memecahkan icon perisai lawan.
