5 Franchise Game Populer yang Mengalami Perombakan Gameplay Dalam Perjalanannya


Kali ini Gimbot akan bahas lima franchise game populer yang ternyata juga telah mengalami perubahan gameplay mereka!

game populer

Dalam dunia industri game, para developer biasanya dituntut untuk selalu bisa menghasilkan ide baru supaya mereka bisa menelurkan sebuah produk terbaik dengan harapan akan banyak gamer yang nantinya mencintai game mereka.

Bahkan untuk sebuah developer game besar pun, tak sedikit yang melakukan pengembangan baru seperti penambahan fitur, gameplay, atau sampai yang paling ekstrim sekalipun yaitu mengubah gameplay dari game populer mereka.

Baru-baru ini mungkin kamu telah mendengar berita bahwa SEGA mengubah gameplay game populer mereka, Yakuza 7. Nah, kali ini Gimbot akan bahas lima franchise game populer yang ternyata juga telah mengalami perubahan gameplay mereka.

Grand Theft Auto

game populer

Jauh sebelum Grand Theft Auto memantapkan dirinya sebagai sebuah game open world, GTA adalah sebuah game yang berbeda seperti yang kita kenal seperti saat ini.

Meski gameplay seperti aksi mencuri mobil, membunuh warga kota, dan melarikan diri dari kejaran polisi memang telah ada sejak dahulu, tapi GTA awalnya lebih seperti sebuah game arcade yang inti utamanya adalah mendapatkan poin.

Secara teknis, uang digunakan sebagai poin dalam dua game GTA pertama, tapi semuanya diperoleh dengan cara yang sangat “arcade“. Contoh kita menyelesaikan misi atau menjual mobil akan mendapatkan poin.

GTA 1 dan 2 dibagi menjadi distrik dan kita tidak bisa menyelesaikan sebuah distrik tanpa uang yang cukup. Selain itu, kedua game ini menampilkan sistem life. Kapan pun sang karakter protagonis wasted atau terbunuh, mereka akan kehilangan life. Jika pemain telah kehilangan seluruh life, maka mereka harus memulai distrik dari awal.

Ketika GTA 3 diluncurkan, segalanya jadi berubah. Segala hal mekanika arcade telah ditinggalkan oleh Rockstar Games dan sebagai gantinya mereka memberikan pengalaman yang lebih naratif.

Selain itu, pemain sekaran tak hanya bisa menggunakan uang mereka hanya untuk upgrade mobil saja, tapi di sini pemain bisa membeli senjata baru dan bahkan rumah.

Pergantian gamplay di game populer ini tak hanya berakhir sampai di situ saja. Tentu saja kita tidak bisa melupakan Grand Theft Auto Online, yang bisa dikatakan sebagai alasan utama kenapa banyak fan yang begitu mencintai franchise GTA hingga sekarang.

Phantasy Star

Setelah pengumuman Phantasy Star Online 2 di acara E3 2019, banyak gamer mengaitkan franchise Phantasy Star dengan genre MMO. Sementara kita tahu bahwa game populer ini dikenal awalnya adalah sebuah turnbased JRPG.

Game pertama Phantasy Star dirilis untuk platform Master System dan menghadirkan pertempuran turnbased yang begitu ikonik. Namun, yang membuat game ini menonjol ketimbang game lain adalah berkat settingan yang diusung oleh developer game, yakni scifi, 3D dungeon, dan karakter utama wanita. Untuk ukuran tahun 1987, beberapa fitur ini sudah pasti keren banget!

Phantasy Star menelurkan tiga sekuel populer dan sangat sukses di Phantasy Star IV untuk platform Genesis. Franchise ini memasuki masa hibernasi dan soft reboot pada tahun 2000 sebagai Phantasy Star Online (PSO) untuk Sega Dreamcast.

sumber: steam

Tidak seperti game Phantasy Star sebelumnya, PSO mengadopsi sistem pertarungan aksi yang meskipun sederhana, tapi bertahan lho hingga hari ini. Lebih jauh lagi, game ini mempertahankan settingan campuran antara sci-fi atau fantasy, juga sang karakter antagonis yang ikonik, Dark Falz.

Seperti game Phantasy Star sebelumnya, PSO telah menjadi sebuah jalan untuk masa depan, karena game ini memegang gelar MMORPG pertama di platform konsol.

Warisan PSO masih tetap hidup dan berjalan dengan baik di era game modern. Dan mungkin kamu juga sependapat dengan kami, bahwa game Destiny sangat terinspirasi oleh PSO, lewat race dan class yang dihadirkan.

Fallout

Game Fallout selalu tentang role playing yang membawa kita berperan sebagai pria atau wanita yang mengembara di daerah kritis yang terbuang, berinteraksi dengan karakter cukup mudah diingat, dan bertarung mulai dari bandit kroco hingga mutan besar Jackson’s Chameleons.

Tapi tahukah kamu bahwa awalnya, Fallout adalah game tactical RPG jadul? Setiap aksi pertempuran, mulai dari bergerak menyerang, membutuhkan Action Point (AP), dan setiap pertempuran selalu diikuti dengan pengambilan keputusan yang sulit.

Contohnya adalah seperti apakah kita akan menyerang musuh beberapa kali atau menyerang sekali saja dan lari ke posisi yang aman. Atau kita bisa memutuskan apakah berhadapan langsung dengan konflik atau menghindarinya.

Ini adalah beberapa contoh keputusan penting dalam Fallout 1 dan 2 yang memperkuat status genre tactical RPG-nya.

game populer

Namun, ketika Bethesda membeli hak cipta Fallout, studio mengubah seri game populer ini. Sementara game Fallout mempertahankan semua mekanika RPG dan keputusan mengubah cerita yang membuat game Fallout pertama menjadi keren, Bethesda memilih untuk menghadirkan sistem pertempuran yang lebih berorientasi pada banyak aksi.

Fallout 3 menjadi yang pertama untuk menampilkan mekanika firstperson shooter atau thirdperson shooter sebagai opsi lain yang ditawarkan.

Perubahan ini menjadikan Fallout ke genre FPS-RPG. Namun, Bethesda tetap menjaga agar elemen strategi di Fallout 1 dan 2 tetap utuh dengan sistem V.A.T.S. Sistem ini memungkinkan kita menargetkan anggota tubuh musuh, serta opsi dialog yang dapat mencegah pertempuran sepenuhnya.

Fallout New Vegas dan 4 melanjutkan perjalanan Bethesda ke wilayah genre FPS RPG, kemudian perusahaan mundur sedikit dengan Fallout 76. Game ini mempertahankan pertempuran FPS Fallout 4, tetapi mereka membuang gaya RPG Fallout untuk multiplayer MMO, yang sebenarnya merupakan keputusan yang menurut kami kurang cocok.

Warcraft

Akan sulit rasanya menemukan gamer yang belum pernah mendengar tentang Warcraft saat ini. Banyak yang tahu ini merupakan sebuah raja game MMORPG.

Warcraft awalnya adalah game realtime strategy yang memiliki judul Warcraft: Orc and Humans. Saat dirilis tahun 1994, game populer ini cukup meledak di pasar dan menelurkan dua sekuel RTS yang masing-masing hadir dengan paket ekspansi sendiri, serta MMORPG paling fenomenal, World of Warcraft.

Perubahan dari RTS ke MMORPG memang sangat tak terduga. Meskipun begitu franchise Warcraft tetap menjadi sebuah rumah bagi para fan yang memiliki sejarah yang cukup bertingkat.

Pada tahun 1996, Blizzard mulai mengerjakan game yang tujuannya untuk menjembatani kesenjangan antara Warcraft II dan Warcraft III. Game tersebut berjudul Warcraft Adventures: Lord of the Clans, di mana kita akan mengikuti kisah orc muda Thrall, jauh sebelum ia memperoleh senjata legendaris Doomhammer, dan bahkan lebih lama sebelum ia menjadi Warchief of the Horde.

Warcraft Adventures seharusnya dirilis pada tahun 1997, tapi sayang Blizzard mengumumkan bahwa game tersebut dibatalkan pada tahun 1998. Narasinya kemudian kembali ke novel Warcraft: Lord of the Clans, yang seharusnya menjadi akhir dari petualangan Warcraft Adventures.

Final Fantasy

sumber: nova crystallis

Final Fantasy mungkin identik dengan pertarungan klasik turnbased RPG, tapi franchise ini juga dikenal sering mengubah gameplay, meskipun secara “halus” dan teratur.

Seri FF dimulai dengan gameplay turnbased, yang semua karakter dan musuh saling serang hingga satu sisi akhirnya musnah. Sistem ini digunakan hingga Final Fantasy IV, yang mengadopsi sistem Active Time Battle (ATB) yang memungkinkan karakter dan musuh mendapatkan giliran untuk melakukan aksi.

Meski telah dikenalkan sistem ATB ini, para fan masih menganggap Final Fantasy tetap menjadi sebuah game populer dengan sistem turnbased.

Baca Juga: Hype, 4 Alasan Utama Kamu Wajib Main FF XIV: Shadowbringers Sekarang!

Kemudian, Square Enix mengambil langkah tak terduga dan masuk ke ranah MMORPG lewat Final Fantasy XI. Bahkan Final Fantasy XII, yang merupakan game singleplayer, menampilkan pertempuran seperti MMORPG!

game populer
sumber: gaming shogun

Setelah sempat mencicipi genre MMORPG, perusahaan kembali ke genre turnbased RPG lewat Final Fantasy XIII, XIII-2, dan Lighting Returns: Final Fantasy XIII.

Kemudian developer berubah arah lagi dan kembali ke genre MMORPG lewat Final Fantasy XIV. Yang terakhir setelah sepuluh tahun pengembangan, Final Fantasy XV rilis dan membawa franchise populer ini ke genre action-RPG.

Alih-alih menampilkan fitur menu untuk pertempurannya, Final Fantasy XV memetakan serangan ke tombol tertentu untuk menjaga setiap pertempuran bisa menjadi secepat mungkin.

Well, dengan melihat sejarah Square Enix di masa lalu, kami bisa menjamin bahwa Final Fantasy akan mengubah gameplay lagi di masa depan.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Era