Mengenal FMV, Genre Aneh yang Memadukan Game dan Film


Dari banyak genre baru yang dilahirkan oleh developer game hingga saat ini, FMV mungkin salah satu yang paling unik sekaligus aneh.

fmv-genre-aneh-featured

Developer game selalu berusaha menghadirkan inovasi baru ke dalam kreasi mereka. Kadang upaya ini sukses menghadirkan ide baru ke genre yang sudah ada atau bahkan menciptakan genre baru. Hanya saja, kadang inovasi tersebut tidak membuat banyak orang terkesima entah karena idenya yang terlalu aneh.



Salah satu genre yang tidak biasa adalah FMV atau full-motion video. Kalau kamu tidak pernah mendengar genre, tidak heran karena jumlah game di genre ini memang tidak banyak.

Antara Menonton Film Atau Bermain Game

fmv-genre-aneh-beast-within
The Beast Within (1995)

FMV atau biasa juga disebut interactive movie adalah genre yang unik karena memadukan film dengan game. Sepanjang permainan, kamu akan mendapatkan sangat banyak cut-scene. Tugasmu sebagai pemain adalah menyimak cut-scene tersebut dengan seksama. Beberapa game membuatmu berinteraksi langsung dengan cut-scene tersebu dan/atau menggunakan cut-scene sebagai sumber petunjuk atau informasi penting.

Kalau harus dijelaskan secara singkat, FMV mungkin bisa disebut sebagai visual novel yang lebih membosankan atau aneh. Ironis mengingat visual novel sendiri bukanlah genre yang tergolong seru atau engaging. Namun kenyataannya memang begitu, karena di FMV, mayoritas tugasmu hanyalah menonton video.

Tidak hanya itu, hampir semua game di genre ini menggunakan live action di dalam videonya.

Meskipun aneh, salah satu alasan mengapa genre ini muncul di tahun 1990-an karena terbatasnya teknologi untuk membuat game saat itu. Developer mungkin punya ide yang menarik, tapi alat yang tersedia saat itu membuat satu-satunya jalan keluar adalah merekrut aktor dan merekam banyak scene layaknya sebuah film.

fmv-genre-aneh-tesla
Tesla Effect: A Tex Murphy Adventure (2014)

Misalnya, salah satu gameplay yang sering muncul di genre FMV adalah choose your adventure di mana dalam beberapa cut-scene kamu harus membuat pilihan yang akan menentukan jalur cerita dalam permainan. Pengalaman yang sama atau mirip sudah dihadirkan oleh game seperti Until Dawn yang tidak hanya menyajikan banyak pilihan berat, tapi juga QTE serta scene horor yang memang menyeramkan. Namun tentu saja developer Until Dawn punya teknologi untuk membuat model tiga dimensi.

Kalau ternyata FMV ini memang jadul, apakah itu berarti genre ini tidak mendapatkan tempat di era modern? Mungkin, tapi dalam 10 tahun terakhir masih ada beberapa game FMV yang menarik.

Her Story yang rilis tahun 2015 misalnya adalah game misteri di mana kamu akan menyaksikan ratusan cuplikan wawancara dengan seorang wanita. Tugasmu adalah menyortir dan menganalisa setiap video demi memecahkan misteri kasus yang melibatkan wanita tersebut.



Game ini menghadirkan memanfaatkan FMV untuk membuatmu seolah jadi detektif sungguhan.

fmv-genre-aneh-her-story
Her Story (2015)

Lalu ada juga Tesla Effect: A Tex Murphy Adventure yang memadukan point and click adventure dengan FMV. Kamu akan memecahkan misteri dengan mendatangi berbagai lokasi untuk mencari petunjuk sambil menikmati cut-scene di sela-selanya. Menariknya, meskipun karakter dan cut-scene-nya menggunakan aktor, lokasi permainan dibuat dengan grafis tiga dimensi. Namun lewat arahan artistik yang baik, cerita yang bagus, dan performa aktor yang solid, Tesla Effect: A Tex Murphy Adventure justru mampu menghadirkan pengalaman yang berkesan.


Pada akhirnya, layaknya semua produk kreatif, apakah sebuah game FMV sukses atau tidak bergantung pada dedikasi para kreatornya. Hanya saja untuk FMV mereka tidak harus sungguh-sungguh menciptakan game yang bagus, tapi juga harus bisa menghadirkan cut-scene yang memang tidak menjemukan atau aneh untuk ditonton.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Kaoru

Hmmm...