Meskipun sudah berusia lebih dari dua dekade, pesona petualangan Tidus dan Yuna di dunia Spira ternyata belum memudar.
Dalam survei terbaru yang dilakukan oleh media gim ternama Jepang, Denfaminico Gamer, Final Fantasy X (FFX) secara resmi terpilih sebagai RPG yang paling banyak membuat pemainnya menangis.
FFX berhasil mengalahkan banyak judul besar lainnya berkat penulisan narasi yang emosional dan ending yang dianggap sebagai salah satu yang terbaik sepanjang masa.

Perjalanan “Pilgrimage” yang panjang ditutup dengan pengorbanan yang memilukan, membuat momen perpisahan di dek kapal Fahrenheit tetap menjadi trauma emosional yang indah bagi banyak gamer hingga saat ini.
Selain ceritanya, musik gubahan Nobuo Uematsu dan Masashi Hamauzu juga menjadi faktor kunci. Melodi dari lagu “Suteki da ne” dan “Zanarkand” terbukti sukses membangun suasana melankolis yang sulit dilupakan.
Bagi para pemain di era PlayStation 2, FFX bukan sekadar gim, melainkan sebuah pengalaman sinematik pertama yang mampu menguras emosi sedalam itu.
Kemenangan FFX dalam survei ini membuktikan bahwa kualitas cerita yang kuat akan selalu relevan melintasi zaman, bahkan di tengah gempuran RPG modern dengan grafis yang jauh lebih canggih.
