Ubisoft Tidak Akan Fokus Pada Cerita di Game Skull and Bones


Menurut sutradara game, Ryan Barnard, cerita di game Skull and Bones nantinya tidak akan digerakkan oleh narasi

skull and bones

Sutradara game Skull and Bones, Ryan Barnard belum lama ini mengungkapkan bahwa game bajak laut garapannya tidak akan berfokus pada cerita. Detail dari kabar tersebut disampaikan langsung oleh sang sutradara lewat wawancara dengan True Achievement, di mana Barnard mengatakan bahwa meskipun game Skull and Bones memiliki elemen cerita, namun tidak digerakkan oleh narasi. Sebaliknya, developer game ingin para pemain bisa membuat cerita tentang petualangan mereka sendiri.

BACA JUGA: Kombinasi Switch Skill Terbaik untuk Switch Axe diĀ Monster Hunter Rise Sunbreak

Skull and Bones bukanlah game yang digerakkan oleh narasi (narrativedriven). Kami memiliki narasi dengan porsi kecil di dalam game, di mana Anda akan bertemu dengan NPC Kingpins dan akan memiliki cerita sendiri yang akan Anda pelajari saat mengembangkan hubungan. Nantinya akan ada cerita yang menjadi dasar untuk memberikan pengetahuan kepada pemain tentang dunia di dalam game, namun itu bukan fokus utamanya. Kami ingin membiarkan para pemain membuat cerita mereka sendiri dan dapat memilih untuk menjadi bajak laut yang mereka inginkan.” kata Barnard.

Kemampuan untuk “menciptakan” cerita sendiri di game ini bersinergi dengan sistem progres di game yang disebut Infamy, di mana lewat fitur ini para pemain akan mendapatkan akses blueprint untuk memilih berbagai jenis kapal, senjata, dan armor sesuai kebutuhan saat menjelajahi dunia dan saat melawan musuh baru.

Dalam wawancara tersebut, Barnard juga berbicara tentang gameplay Skull and Bones, di mana nantinya akan ada banyak outpost yang bisa ditemukan, yang berisi harta karun dan perkemahan dari faksi lain. Intinya game ini nantinya juga memiliki banyak elemen petualangan di darat.

Skull and Bones pertama kali diumumkan pada acara E3 tahun 2017 dan awalnya akan tersedia untuk PlayStation 4, Xbox One, namun setelah mengalami beberapa penundaan, akhirnya game yang dijadwalkan rilis pada tanggal 8 November ini hanya akan tersedia untuk konsol generasi terbaru.

“Saya percaya bahwa dalam siklus pengembangan, kami ingin merilis game ini dengan dukungan jangka panjang sesuai seperti yang kami rencanakan, jadi masuk akal jika kami merilisnya untuk konsol generasi terbaru.” kata Barnard.


Era