No Partner, No Problem! 5 Cara Menikmati Game Fighting Tanpa Lawan Tanding

Beradu skill melawan pemain lain memang seru, tapi main game fighting sendirian sebenarnya juga asyik, kok! Seperti apa keseruannya?


Game fighting mungkin merupakan salah satu genre game tertua di dunia. Ketika genre ini dipopulerkan oleh Street Fighter II pada tahun 1987, kultur dunia gaming mengalami perubahan yang dahsyat. Dari sekadar senang-senang, mendadak bermain video game jadi ajang adu kemampuan yang serius. Hanya skill individu yang bisa mendatangkan kebanggaan di sini, dan harga diri pun jadi pertaruhan.

Gimbot termasuk penyuka game fighting juga, dan memang ada kenikmatan besar dari mengadu skill dalam duel melawan pemain lain. Tapi sebetulnya ada juga masa-masa di mana Gimbot merasa game fighting lebih enak dimainkan sendirian. Terkadang, Gimbot menyalakan game fighting bukan untuk mencari lawan, tapi untuk menghabiskan waktu dalam kenyamanan dan ketenangan.

Baca juga: Sudah Nonton Star Wars? Lanjutkan Petualangannya Lewat 5 Game Star Wars Terbaik Ini!

Seperti apa kesenangan yang bisa didapat dari main game fighting sendirian? Berikut ini beberapa di antaranya.

Relaksasi di Arcade Mode

Bermain secara kompetitif itu sangat seru, tapi terkadang melelahkan juga. Ada kalanya kita hanya ingin bermain sesuatu secara santai tanpa perlu banyak berpikir. Di saat seperti ini memainkan Arcade Mode di game fighting bisa membuat kita rileks, sambil tetap mendapatkan hiburan dari aksi-aksi pertarungan.

Genre game ini menuntut kita untuk fokus, dan ketika kita fokus tanpa ada interupsi dari pihak luar maka pikiran kita bisa masuk ke kondisi seperti sedang meditasi. Tidak masalah apakah kita kalah atau menang, karena toh kita hanya bermain lawan komputer. Ingat saja untuk tidak main terlalu lama, karena ketika terlalu fokus bisa-bisa kita tak sadar kalau mata sebenarnya sudah lelah.

Asyiknya “Riset Combo” di Lab

Selain Arcade Mode, Training atau Practice Mode juga bisa jadi pilihan untuk mengisi waktu sendirian. Entah kamu melatih combo dari karakter favorit, mencari strategi untuk mengalahkan musuh tertentu, atau hanya coba-coba hal baru untuk iseng, “labbing” adalah kegiatan yang menyenangkan bahkan untuk dilakukan berjam-jam.

Banyak game fighting modern yang menyediakan fitur-fitur canggih di Training Mode. Mulai dari sampel combo, action record, frame data, dan sebagainya bisa kita temui. Ini membuat Training Mode semakin detail sehingga bisa mensimulasikan berbagai macam kondisi. Kadang labbing malah bisa lebih asyik daripada bertarung sungguhan, apalagi bila kita berhasil menemukan hal baru yang menarik.

Kesempatan Berkreasi Konten

Bila kamu seperti Gimbot yang gemar membuat konten seputar video game, bermain solo di game fighting adalah kesempatan untuk menciptakan video, tutorial, atau analisis menarik. Mungkin kamu kenal dengan YouTuber bernama Desk, pemain game fighting legendaris yang dijuluki sebagai “combo artist” karena ia sering menciptakan konten-konten game fighting berisi combo keren atau mengherankan. Kamu pun bisa jadi seperti itu.

Kreasi konten ini juga alasan mengapa game fighting menyenangkan sekali untuk dimainkan di PC. Dibanding console, PC memudahkan kita untuk merekam gameplay, mengambil screenshot, mengetik naskah, hingga mengedit gambar dan video. Tidak harus konten dengan kualitas produksi tinggi, sekadar video commentary atau highlight permainan saja sudah menyenangkan dan bisa jadi hiburan. Be creative!

Menikmati Jalan Cerita

Gameplay memang aspek paling penting dari sebuah game semacam ini, tapi fitur-fitur lain juga tak kalah berarti. Salah satunya adalah aspek cerita. Beberapa tahun terakhir muncul tren di mana developer beramai-ramai menghilangkan aspek cerita dari game mereka. Tapi suara komunitas penggemar game fighting menunjukkan bahwa Story Mode itu tetap punya nilai yang penting.

Beberapa judul game tarung modern bahkan punya Story Mode berkualitas tinggi yang bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk ditamatkan. Contohnya seperti seri BlazBlue yang menghadirkan kisah epik dengan format serupa visual novel. Seri Mortal Kombat dan Injustice juga identik dengan cerita yang digarap dengan niat oleh studio developernya.

Istirahat dari Bermasyarakat

Terkadang mungkin kamu sedang malas keluar rumah, sedang tidak ingin berinteraksi dengan orang lain, atau mungkin sedang sakit sehingga tidak bisa pergi ke mana-mana. Menikmati game semacam ini sendirian di tengah hangatnya udara sore adalah bentuk istirahat yang nikmat sekali.

Di kondisi seperti ini, paling enak bernostalgia dengan judul-judul game fighting lama. Karena walaupun sudah beda generasi, gameplay dari tiap judul biasanya punya keunikan tersendiri yang membuatnya tetap seru dimainkan. Hebatnya lagi, banyak game lawas yang hingga sekarang masih punya komunitas penggemar. Misalnya Street Fighter III: 3rd Strike, Darkstalkers 3, atau The King of Fighters ’98. Kamu bisa mendapatkan beragam judul game fighting lama dengan harga murah ketika ada diskon.


Ayyub Mustofa

Jarang main game sampai tamat kecuali untuk review. Menyukai hampir semua genre, dan hingga kini masih menunggu kemunculan Megaman X9.