Brigandine: The Legend of Runersia, Layak Beli atau Tidak?

Setelah 20 tahun, seri Brgandine akhirnya punya judul baru yang rilis di Nintendo Switch. Tapi apakah suksesor ini layak kamu coba?


brigandine-the-legend-of-runersia-layak-beli-tidak-featured

Setelah 20 tahun, seri tactical RPG klasik Brigandine akhirnya punya judul baru yaitu Brigandine: The Legend of Runersia. Rilis hanya di Nintendo Switch, game ini menjanjikan pengalaman bermain yang mirip dengan pendahulunya yang rilis tahun 1998 lalu, tapi tentu saja dengan grafis yang lebih baik.

Pertanyaannya tentu saja apakah game ini memang menarik dan layak beli?

Enam Negara yang Saling Serang

brigandine-the-legend-of-runersia-layak-beli-tidak-6-negara

Premis Brigandine: The Legend of Runersia sangatlah sederhana. Kamu harus memilih satu dari enam negara yang menguasai wilayah tertentu. Menggunakan pasukan-pasukan milik negara tersebut, kamu harus menguasai wilayah milik negara lain.

Proses menguasai semua wilayah ini terbagi dalam dua fase permainan yang saling mempengaruhi. Fase pertama atau fase setrategi memintamu mengelola dan menggerakkan pasukan yang kamu miliki. Tiap pasukan terdiri dari kapten yang memimpin sekumpulan monster. Kamu juga bisa menggerakkan pasukan ini ke wilayah lain yang kamu kuasai. Jika berada di dekat wilayah musuh, kamu bisa menggunakan pasukan tersebut untuk menyerang.

brigandine-the-legend-of-runersia-layak-beli-tidak-strategi

Sejak fase pertama ini saja, Brigandine: The Legend of Runersia langsung memperlihatkan daya tarik utamanya, yaitu gameplay yang kompleks dan rumit. Tiap keputusan yang kamu ambil akan berpengaruh ke progresmu dalam menguasai semua wilayah.

Memindahkan pasukan ke satu wilayah berarti membuat wilayah yang kamu tinggalkan menjadi lebih lemah atau tidak bisa dilindungi. Dari situ saja kamu harus mempertimbangkan apakah keputusan tersebut aman? Jika kamu merelakan satu wilayah, apakah itu tidak berujung pada wilayah lain ikut dikuasai lawan?

brigandine-the-legend-of-runersia-layak-beli-tidak-kelola-pasukan

Wilayah yang kamu kuasai juga mempengaruhi unit apa yang bisa kamu rekrut. Jadi pertimbangan menguasai atau mempertahankan wilayah juga berpengaruh pada caramu memperkuat atau menambal pasukanmu nanti. Saya ingat sempat kehilangan banyak monster dan harus merekrut banyak monster lemah karena wilayah yang saya tempati hanya bisa memunculka monster tersebut.

Tapi yang membuat interaksi di atas menarik adalah, di saat yang sama lima negara yang lain juga sibuk dengan hal yang sama dan terus bergerak. Jadi kamu harus mempertimbangkan gerakanmu berdasarkan posisi lima negara tersebut. Karena biasa saja ada gerakan negara lain yang menguntungkanmu atau justru sebaliknya. Keterlibatan lima negara lain inilah yang membuat gameplay Brigandine: The Legend of Runersia menjadi rumit tapi tetap seru.

Tactical dengan Pertimbangan Jangka Panjang

brigandine-the-legend-of-runersia-layak-beli-tidak-combat-2

Fase kedua gameplay Brigandine: The Legend of Runersia yaitu combat juga tidak kalah rumit karena sangat berpengaruh pada fase pertamanya.

Combat terjadi saat kamu menyerang atau diserang dan menggunakan sistem tactical combat. Tugasmu selalu sama: menggunakan pasukan yang kamu gunakan, kalahkan pasukan lawan sampai habis atau mereka mundur.

Kamu bisa melihat akurasi dan kekuatan serangan tiap unit sebelum benar-benar menyerang. Selain itu banyak serangan unit yang tidak bisa dilakukan jika unit tersebut bergerak. Jadi ke mana kamu menggerakkan tiap unit juga jadi keputusan penting.

brigandine-the-legend-of-runersia-layak-beli-tidak-combat-1

Tapi yang membuat combat menarik adalah implikasi dalam permainan dalam jangka panjang. Mengalahkan kapten lawan akan membuat kapten tersebut beserta pasukannya mundur. Tidak hanya itu, kapten yang kamu tumbang tidak bisa digerakkan di fase pertama berikutnya. Sementara unit yang tumbang akan mati alias tidak bisa digunakan lagi selamanya.

Sekilas, interaksi tersebut menandakan bahwa cara termudah untuk menang adalah membunuh kapten lawan secepat mungkin. Tapi kamu mungkin melihat kapten lawan membawa unit yang sangat kuat. Kamu kemudian berpikir bahwa membunuh unit tersebut sebelum membunuh kaptennya tidak hanya membuat kapten tersebut mundur, tapi membuat pasukannya jadi jauh lebih lemah. Ini tentu akan sangat menguntugkan dalam jangka panjang terutama jika kamu ingin terus menyerang negara yang sama.

brigandine-the-legend-of-runersia-layak-beli-tidak-combat-3
Lawan hanya bisa membawa sejumlah unit lemah

Dampak dari hasil combat inilah yang membuat tiap keputusan dalam combat di Brigandine: The Legend of Runersia jadi menarik. Lalu tidak hanya untuk lawan, interaksi tersebut juga berlaku untukmu. Kehilangan unit terasa sangat menyebalkan karena selain kehilangan unit yang kuat, wilayah yang kamu tempati saat itu mungkin tidak memunculkan unit yang sama. Artinya kamu harus bergerak ke wilayah yamg bisa memunculkan unit tersebut. Tapi itu berarti menunda progres seranganmu, yang berarti memberi lawan waktu untuk menyerang.

Brigandine: The Legend of Runersia selalu menekankan bahwa tiap keputusan yang kamu ambil akan berdampak besar dalam jangka panjang. Memang, menang atau kalah dalam combat, permainan akan kembali ke fase strategi dan kamu tetap bisa menggerakkan dan mengelola pasukan seperti biasa. Tapi satu kesalahan yang membuatmu kehilangan sesuatu bisa membuat progresmu melambat secara signifikan. Karena itu, kamu dituntut untuk memertimbangkan strategi dengan matang.

Hanya Gameplay Saja

brigandine-the-legend-of-runersia-layak-beli-tidak-cerita

Sayangnya, di luar gameplay, Brigandine: The Legend of Runersia tidak bisa menawarkan apapun yang menarik perhatian. Cerita yang disajikan sangat mudah dilupakan dan tidak punya momen yang berkesan sama sekali. Kamu mungkin akan menemukan cut-scene yang memperlihatkan satu atau dua character development. Tapi di luar dari itu, tiap cut-scene hanya memperlihatkan progresmu selama permainan.

Faktor lain yang membuat cerita game ini tidak berkesan adalah penyajiannya. Hampir semua momen cerita diperlihatkan dalam dialog ala visual novel. Hanya beberapa yang disajikan berbeda, itu pun hanya melalui still image.

Ketika progres permainanmu sudah cukup jauh, minimnya elemen cerita ini akan semakin terasa. Karena begitu memasuki late game, kamu akan menyerang atau bertahan di empat titik di saat yang sama, alias melakukan empat combat berturut-turut. Jika kamu adalah pemain yang cepat jenuh, jumlah combat tersebut akan terasa berlebihan, apalagi jika setelah itu kamu akan langsung diminta berpikir di fase strategi.

Kesimpulan

brigandine-the-legend-of-runersia-layak-beli-tidak-shinobi-tribe

Apakah Brigandine: The Legend of Runersia layak beli? Jika kamu adalah seorang yang suka game tactical RPG yang menawarkan strategi yang rumit, game ini jelas untukmu. Apalagi kamu bisa memainkannya berkali-kali dengan negara yang berbeda dengan unit-unit dan posisi yang berbeda. Artinya kamu dijamin akan memainkan game ini dalam waktu lama.

Tapi jaminan tersebut hanya bisa terwujud jika kamu melihat game ini hanya dari sisi gameplay saja. Jika kamu mencari game tactical RPG dengan elemen cerita yang menarik dan menggugah, kamu mungkin akan merasa game ini sangat repetitif dan lambat. Jika kamu mencari alternatif di genre yang sama, kami sangat menyarankan Fire Emblem: Three Houses yang lebih berkesan tidak hanya di gameplay tapi juga variasi konten dan kualitas cerita serta pacing.

Baca juga: Review Fire Emblem: Three Houses


Kaoru

Hmmm...