Sudah ada hampir satu tahun semenjak kejadian Concord terjadi, sebuah kejadian yang tercatat rapih dalam sejarah industri game. Bermodalkan angka yang sangat gila, sebuah projek ambisius dari Sony untuk membawa game live service triple A premium. Namun, tidak butuh waktu satu minggu untuk game ini akhirnya ditutup, dan developer gamenya dibubarkan.
Tanpa perlu diragukan lagi, Concord adalah satu projek paling buruk dalam sejarah industri game. Sekarang, pihak Sony dan PlayStation sudah belajar banyak dari kegagalan tersebut, dan dalam wawancara terbarunya, mereka mengatakan untuk tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama. Sony tidak mau lagi harus menelan rugi sebesar miliaran rupiah, bahkan triliun begitu saja.
BACA JUGA: Sony Sudah Mulai Serius Bicarakan PlayStation 6!

Lewat Q&A terbaru yang dilakukan oleh Hermen Hulst selaku CEO dari Sony mengatakan kalau timnya tidak akan lagi mengulangi kesalahan yang sama. Sekarang ini, pihak Sony sendiri sedang mengerjakan projek Marathon untuk tidak mengulangi kejadian yang sama. Marathon sendiri tentu saja merupakan game FPS yang sekarang ini sedang dimasak.
Marathon dinilai akan menjadi Concord 2.0 dengan bagaimana game ini diterima sejauh ini. Namun, Hulst mengatakan kalau timnya sudah mendapatkan banyak feedback terkait game ini. Beliau juga mengatakan kalau membuat game live service masih menjadi kesempatan dan potensi besar bagi perusahaanya, itulah kenapa mereka belum menyerah.

Tidak lagi mengulang kejadian Concord, dan lebih berusaha untuk mendapatkan hasil yang sama seperti Helldivers 2. Marathon adalah game selanjutnya yang dinilai serupa, tapi masih belum ada kepastian untuk hasilnya seperti apa. Saga antara Sony, PlayStation, dan game live service sendiri memang masih menjadi saga yang cukup menarik untuk dipantau.
